FITNESS & HEALTH
Siklus Menstruasi, Cara Kerja Tubuh Perempuan Setiap Bulan yang Perlu Dipahami
A. Firdaus
Rabu 18 Maret 2026 / 10:15
- Menstruasi adalah fase awal dari siklus yang baru.
- Selama masa subur, sekitar 400 sel telur akan matang.
- Siklus menstruasi dimulai sejak masa pubertas.
Jakarta: Siklus menstruasi adalah proses alami yang terjadi setiap bulan, sebagai bagian dari sistem reproduksi perempuan.
Banyak orang mungkin sudah memahami gambaran besarnya, tetapi memahami detail kecil dari siklus ini sangat penting. Terutama bagi yang sedang merencanakan kehamilan atau justru ingin menundanya.
Dengan mengenali bagaimana tubuh bekerja dari awal hingga akhir siklus, perubahan yang terjadi setiap bulan bisa lebih dipahami dengan tenang. Siklus menstruasi dimulai sejak masa pubertas, ketika hormon reproduksi mulai aktif dan membantu mempersiapkan rahim untuk kemungkinan kehamilan setiap bulan. Dalam waktu rata-rata sekitar 28 hari, tubuh menjalani beberapa tahapan, mulai dari menstruasi, pematangan sel telur, hingga ovulasi.
Dilansir dari BabyCenter, sistem reproduksi perempuan terdiri dari rahim, ovarium (indung telur), tuba falopi, serviks, vagina, dan payudara. Semua organ ini bekerja sama di bawah pengaruh hormon, seperti estrogen dan progesteron yang naik turun secara teratur sepanjang siklus.
Sejak lahir, ovarium sudah menyimpan seluruh cadangan sel telur, jumlahnya sekitar 1 juta. Seiring bertambahnya usia, jumlah ini akan berkurang secara alami.
Selama masa subur, sekitar 400 sel telur akan matang dan dilepaskan satu per satu setiap bulan. Sel telur yang tidak matang atau tidak dilepaskan, akan diserap kembali oleh tubuh tanpa disadari.
Saat memasuki masa ovulasi, ovarium melepaskan satu sel telur matang ke dalam tuba falopi. Pada fase inilah peluang terjadinya kehamilan paling besar, karena pembuahan biasanya terjadi di tuba falopi ketika sel telur bertemu dengan sperma, pada waktu yang tepat.
Setelah itu, sel telur bergerak menuju rahim. Jika berhasil dibuahi, sel telur akan menempel pada lapisan rahim yang telah menebal sebagai tempat tumbuhnya janin.
Selama kehamilan, rahim menjadi tempat berkembangnya bayi. Namun sebagai bagian dari siklus menstruasi, lapisan rahim memang akan menebal setiap bulan untuk mempersiapkan kemungkinan tersebut.
Jika tidak terjadi pembuahan, kadar hormon akan menurun, sel telur akan hancur, dan lapisan rahim yang sudah menebal akan luruh. Proses peluruhan inilah, yang kemudian terlihat sebagai darah menstruasi.
Masih dilansir BabyCenter, menstruasi adalah fase awal dari siklus yang baru. Pada fase ini, tubuh mengeluarkan sel telur yang tidak dibuahi beserta lapisan rahim melalui vagina.
Hari pertama keluarnya darah dihitung sebagai hari pertama siklus menstruasi. Dari titik inilah perhitungan siklus berikutnya dimulai kembali.
Setiap tubuh memiliki pola yang berbeda, sehingga durasi, jumlah darah, serta gejala yang dirasakan juga bisa bervariasi. Umumnya, menstruasi berlangsung antara 2 hingga 7 hari.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Banyak orang mungkin sudah memahami gambaran besarnya, tetapi memahami detail kecil dari siklus ini sangat penting. Terutama bagi yang sedang merencanakan kehamilan atau justru ingin menundanya.
Dengan mengenali bagaimana tubuh bekerja dari awal hingga akhir siklus, perubahan yang terjadi setiap bulan bisa lebih dipahami dengan tenang. Siklus menstruasi dimulai sejak masa pubertas, ketika hormon reproduksi mulai aktif dan membantu mempersiapkan rahim untuk kemungkinan kehamilan setiap bulan. Dalam waktu rata-rata sekitar 28 hari, tubuh menjalani beberapa tahapan, mulai dari menstruasi, pematangan sel telur, hingga ovulasi.
Dilansir dari BabyCenter, sistem reproduksi perempuan terdiri dari rahim, ovarium (indung telur), tuba falopi, serviks, vagina, dan payudara. Semua organ ini bekerja sama di bawah pengaruh hormon, seperti estrogen dan progesteron yang naik turun secara teratur sepanjang siklus.
Sejak lahir, ovarium sudah menyimpan seluruh cadangan sel telur, jumlahnya sekitar 1 juta. Seiring bertambahnya usia, jumlah ini akan berkurang secara alami.
Selama masa subur, sekitar 400 sel telur akan matang dan dilepaskan satu per satu setiap bulan. Sel telur yang tidak matang atau tidak dilepaskan, akan diserap kembali oleh tubuh tanpa disadari.
Saat memasuki masa ovulasi, ovarium melepaskan satu sel telur matang ke dalam tuba falopi. Pada fase inilah peluang terjadinya kehamilan paling besar, karena pembuahan biasanya terjadi di tuba falopi ketika sel telur bertemu dengan sperma, pada waktu yang tepat.
Setelah itu, sel telur bergerak menuju rahim. Jika berhasil dibuahi, sel telur akan menempel pada lapisan rahim yang telah menebal sebagai tempat tumbuhnya janin.
Selama kehamilan, rahim menjadi tempat berkembangnya bayi. Namun sebagai bagian dari siklus menstruasi, lapisan rahim memang akan menebal setiap bulan untuk mempersiapkan kemungkinan tersebut.
Jika tidak terjadi pembuahan, kadar hormon akan menurun, sel telur akan hancur, dan lapisan rahim yang sudah menebal akan luruh. Proses peluruhan inilah, yang kemudian terlihat sebagai darah menstruasi.
Masih dilansir BabyCenter, menstruasi adalah fase awal dari siklus yang baru. Pada fase ini, tubuh mengeluarkan sel telur yang tidak dibuahi beserta lapisan rahim melalui vagina.
Hari pertama keluarnya darah dihitung sebagai hari pertama siklus menstruasi. Dari titik inilah perhitungan siklus berikutnya dimulai kembali.
Setiap tubuh memiliki pola yang berbeda, sehingga durasi, jumlah darah, serta gejala yang dirasakan juga bisa bervariasi. Umumnya, menstruasi berlangsung antara 2 hingga 7 hari.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)