FITNESS & HEALTH
Menkes Speak Up Digitalisasi Fix Jadi Kunci Biar Sehatnya Merata
Yatin Suleha
Kamis 14 Mei 2026 / 07:05
- Menkes Budi Gunadi Sadikin tegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan.
- Biar 280 juta penduduk Indonesia bisa dapet layanan kesehatan yang adil dan merata, integrasi sistem digital jadi kunci utamanya.
- Di acara AeHIN, Menkes tegaskan kalau digitalisasi itu pondasi paling penting buat reformasi kesehatan kita.
Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin lagi kasih reminder keras kalau transformasi digital itu bukan cuma gaya-gayaan, tapi wajib hukumnya! Biar 280 juta penduduk Indonesia bisa dapet layanan kesehatan yang adil dan merata, integrasi sistem digital jadi kunci utamanya.
Di acara AeHIN, Menkes tegaskan kalau digitalisasi itu pondasi paling penting buat reformasi kesehatan kita. Intinya, kalau mau sistem kesehatan makin oke, ya harus melek teknologi sekarang juga!
Pengalaman menangani pandemi covid-19 pada 2020–2021 menjadi titik balik bagi Kementerian Kesehatan. Menkes Budi menilai sistem manual yang terfragmentasi menjadi hambatan besar dalam pelayanan kesehatan.
Karena itu, Kemenkes kini memperkuat platform SATUSEHAT sebagai tulang punggung interoperabilitas nasional yang menghubungkan rumah sakit, puskesmas, laboratorium, hingga apotek dalam satu ekosistem kesehatan digital.
“Tanpa digitalisasi, mustahil menghadirkan layanan yang aksesibel, bermutu, dan terjangkau bagi 280 juta rakyat. Kami sedang membangun basis data kependudukan, klinis, hingga genomik untuk mendukung kebijakan berbasis bukti,” tegas Menkes Budi.
Secara teknis, Kemenkes kini mengintegrasikan jutaan Rekam Medis Elektronik (RME) ke dalam government cloud.
Tidak hanya berfokus pada data, Kemenkes juga menyiapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pengambilan keputusan klinis, surveilans penyakit, hingga efisiensi operasional layanan kesehatan.
Menkes Budi menekankan bahwa AI dimanfaatkan untuk memperkuat deteksi dini dan prediksi wabah secara real-time, dengan pengawasan ketat melalui Komite AI Kemenkes yang mengatur aspek etika, hukum, dan keamanan data melalui kerangka ELSI (Ethical, Legal, and Social Implications).

(Di acara AeHIN, Menkes tegaskan kalau digitalisasi itu pondasi paling penting buat reformasi kesehatan kita. Foto: Dok. Birkom Kemenkes)
Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, menyatakan dukungan terhadap transformasi digital sektor kesehatan. Namun, ia mengingatkan agar inovasi teknologi tetap berpijak pada nilai kemanusiaan.
Menurutnya, secanggih apa pun sistem yang dibangun, teknologi tetap berfungsi sebagai sarana pendukung pelayanan.
“Tolok ukur inovasi bukan pada kecanggihan algoritma, melainkan pada dampak nyata terhadap kepercayaan dan inklusi masyarakat. Kami memastikan teknologi memperkuat, bukan menggantikan, empati dan penilaian manusia dalam pelayanan kesehatan,” ujar Setiaji.
Strategi transformasi ini juga mencakup penguatan keamanan siber dan perlindungan data pribadi sesuai standar global.
Selain itu, Kemenkes aktif membangun ekosistem inovasi yang melibatkan akademisi, startup, dan industri untuk memastikan solusi digital dapat diperluas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri.
Fokus utama transformasi tersebut adalah memastikan setiap individu memperoleh akses layanan kesehatan yang setara tanpa memandang kondisi ekonomi maupun lokasi geografis.
Indonesia makin keren di bidang kesehatan digital berkat jejaring AeHIN! Wadah ini jadi tempat kolaborasi ribuan praktisi dari puluhan negara buat bikin sistem kesehatan yang lebih terintegrasi.
Dengan gabung di sini, Indonesia enggak cuma dapet "resep" sukses dari global, tapi juga memperkuat posisi kita sebagai salah satu pemimpin transformasi digital di Asia yang bener-bener peduli sama kenyamanan warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Di acara AeHIN, Menkes tegaskan kalau digitalisasi itu pondasi paling penting buat reformasi kesehatan kita. Intinya, kalau mau sistem kesehatan makin oke, ya harus melek teknologi sekarang juga!
Pengalaman menangani pandemi covid-19 pada 2020–2021 menjadi titik balik bagi Kementerian Kesehatan. Menkes Budi menilai sistem manual yang terfragmentasi menjadi hambatan besar dalam pelayanan kesehatan.
Karena itu, Kemenkes kini memperkuat platform SATUSEHAT sebagai tulang punggung interoperabilitas nasional yang menghubungkan rumah sakit, puskesmas, laboratorium, hingga apotek dalam satu ekosistem kesehatan digital.
“Tanpa digitalisasi, mustahil menghadirkan layanan yang aksesibel, bermutu, dan terjangkau bagi 280 juta rakyat. Kami sedang membangun basis data kependudukan, klinis, hingga genomik untuk mendukung kebijakan berbasis bukti,” tegas Menkes Budi.
Secara teknis, Kemenkes kini mengintegrasikan jutaan Rekam Medis Elektronik (RME) ke dalam government cloud.
Tidak hanya berfokus pada data, Kemenkes juga menyiapkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung pengambilan keputusan klinis, surveilans penyakit, hingga efisiensi operasional layanan kesehatan.
Menkes Budi menekankan bahwa AI dimanfaatkan untuk memperkuat deteksi dini dan prediksi wabah secara real-time, dengan pengawasan ketat melalui Komite AI Kemenkes yang mengatur aspek etika, hukum, dan keamanan data melalui kerangka ELSI (Ethical, Legal, and Social Implications).

(Di acara AeHIN, Menkes tegaskan kalau digitalisasi itu pondasi paling penting buat reformasi kesehatan kita. Foto: Dok. Birkom Kemenkes)
Pada kesempatan yang sama, Direktur Teknologi Informasi BPJS Kesehatan, Setiaji, menyatakan dukungan terhadap transformasi digital sektor kesehatan. Namun, ia mengingatkan agar inovasi teknologi tetap berpijak pada nilai kemanusiaan.
Menurutnya, secanggih apa pun sistem yang dibangun, teknologi tetap berfungsi sebagai sarana pendukung pelayanan.
“Tolok ukur inovasi bukan pada kecanggihan algoritma, melainkan pada dampak nyata terhadap kepercayaan dan inklusi masyarakat. Kami memastikan teknologi memperkuat, bukan menggantikan, empati dan penilaian manusia dalam pelayanan kesehatan,” ujar Setiaji.
Strategi transformasi ini juga mencakup penguatan keamanan siber dan perlindungan data pribadi sesuai standar global.
Selain itu, Kemenkes aktif membangun ekosistem inovasi yang melibatkan akademisi, startup, dan industri untuk memastikan solusi digital dapat diperluas dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri.
Fokus utama transformasi tersebut adalah memastikan setiap individu memperoleh akses layanan kesehatan yang setara tanpa memandang kondisi ekonomi maupun lokasi geografis.
Indonesia makin keren di bidang kesehatan digital berkat jejaring AeHIN! Wadah ini jadi tempat kolaborasi ribuan praktisi dari puluhan negara buat bikin sistem kesehatan yang lebih terintegrasi.
Dengan gabung di sini, Indonesia enggak cuma dapet "resep" sukses dari global, tapi juga memperkuat posisi kita sebagai salah satu pemimpin transformasi digital di Asia yang bener-bener peduli sama kenyamanan warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)