FITNESS & HEALTH
Program SIHREN: Kolaborasi Kemenkes RI & Philips Tingkatkan Akses Perawatan Jantung, Stroke, dan Kanker
Yatin Suleha
Selasa 30 Juni 2026 / 17:27
- Program SIHREN perkuat infrastruktur kesehatan Indonesia.
- Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi jutaan pasien di seluruh Indonesia.
- Philips dan Kemenkes perkuat infrastruktur kesehatan lewat program SIHREN demi akses layanan medis merata.
Jakarta: Perjanjian penting yang baru saja diberikan kepada Philips setelah proses tender internasional yang kompetitif, menggabungkan teknologi perawatan mutakhir, layanan, dan pelatihan untuk memperkuat infrastruktur kesehatan Indonesia.
Inisiatif ini bertujuan untuk mentransformasi perawatan penyakit jantung, stroke, dan kanker di Indonesia—penyebab utama kematian di negara Indonesia—dengan memperluas akses terhadap teknologi dan perawatan canggih di seluruh 38 provinsi, dari Aceh hingga Papua.
Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi jutaan pasien di seluruh Indonesia. Proyek SIHREN (Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network) merupakan upaya ambisius yang didanai bersama oleh Bank Dunia dan bank pembangunan multilateral lainnya untuk mendukung agenda transformasi kesehatan Indonesia dengan meningkatkan layanan rujukan kesehatan secara signifikan.
Program Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network (SIHREN) merupakan inisiatif yang sangat penting dalam memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan, terutama pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat rujukan.
Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia adalah negara dengan populasi terbanyak keempat di dunia. Sebagai negara kepulauan yang luas dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memastikan akses kesehatan yang merata.
Indonesia juga sedang berjuang menghadapi lonjakan penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker—kondisi yang diproyeksikan akan memberikan beban ekonomi yang sangat besar, yaitu sebesar USD 4,47 triliun.
Namun, perawatan canggih untuk penyakit-penyakit ini sebagian besar masih terpusat di Pulau Jawa yang padat penduduk, sehingga banyak wilayah lain di Indonesia yang kurang terlayani.
.jpg)
(Kementerian Kesehatan Indonesia dan Philips hadirkan cakupan nasional sistem terapi berpandu citra (image-guided therapy) yang canggih di Indonesia, memperluas akses perawatan jantung, stroke, dan kanker di seluruh 38 provinsi. Foto: Dok. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Inisiatif ini akan membangun jaringan nasional ruang terapi berpandu citra, yang secara dramatis memperluas akses terhadap perawatan invasif minimal di ratusan rumah sakit di seluruh 38 provinsi.
Kementerian Kesehatan telah berkomitmen jangka panjang untuk menghadirkan cakupan platform terapi berpandu citra secara nasional, yang disesuaikan dengan infrastruktur rumah sakit setempat dan kebutuhan populasi pasien.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Minimally Invasive Surgery menemukan bahwa teknik invasif minimal secara signifikan mengurangi rasa sakit pascaoperasi, waktu pemulihan, dan durasi rawat inap dibandingkan dengan operasi terbuka tradisional.
"Kami merasa terhormat menjadi mitra pilihan Indonesia untuk menghadirkan inovasi kami langsung ke tempat yang paling membutuhkannya. Lebih banyak pasien di Indonesia kini akan memiliki akses ke perawatan yang lebih baik," ujar Roy Jakobs, CEO Royal Philips seperti dikutip langsung dari laman Philips.
"Memberikan perawatan yang lebih baik bagi lebih banyak orang memerlukan kemitraan yang kuat dan inovasi terbaik," kata Roy Jakobs, CEO Royal Philips.
"Kami merasa terhormat menjadi mitra pilihan Indonesia untuk menghadirkan inovasi kami langsung ke tempat yang paling membutuhkannya. Lebih banyak pasien di Indonesia kini akan memiliki akses ke perawatan yang lebih baik."
"Perawatan invasif minimal dapat mengubah hidup pasien, membuka pilihan pengobatan yang sebelumnya tidak terbayangkan. Dengan sayatan kecil, perawatan terarah seperti ini dapat berarti masa rawat inap yang lebih singkat, komplikasi yang lebih sedikit, dan pemulihan yang lebih cepat bagi pasien," ujar Carla Goulart Peron, Chief Medical Officer di Philips.
"Mulai dari membuka penyumbatan yang menyebabkan serangan jantung, hingga mengobati stroke dan menargetkan tumor kanker, terapi invasif minimal yang berpandu citra akan menjadi terobosan bagi perawatan penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia."
Philips memiliki jejak yang kuat di Indonesia, dengan mempekerjakan lebih dari 3.900 orang di 12 kota dan mengoperasikan fasilitas manufaktur di Batam untuk bisnis Personal Health.
Philips Foundation baru-baru ini meluncurkan kemitraan besar dengan World Child Cancer untuk memajukan deteksi dini kanker anak di seluruh negeri.
"Kami tetap berkomitmen untuk mendukung transformasi kesehatan dengan menghadirkan inovasi yang memberikan hasil lebih baik bagi pasien dan meningkatkan pengalaman bagi tenaga kesehatan," kata Astri R. Dharmawan, Presiden Direktur Philips Indonesia. "Upaya gabungan kami dengan pemerintah Indonesia akan membantu menutup kesenjangan kesehatan dan membawa kita lebih dekat menuju Indonesia Sehat."
(Sosialisasi distribusi dan instalasi alkes Cathlab SIHREN. Video: Dok. YouTube Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Inisiatif ini bertujuan untuk mentransformasi perawatan penyakit jantung, stroke, dan kanker di Indonesia—penyebab utama kematian di negara Indonesia—dengan memperluas akses terhadap teknologi dan perawatan canggih di seluruh 38 provinsi, dari Aceh hingga Papua.
Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi jutaan pasien di seluruh Indonesia. Proyek SIHREN (Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network) merupakan upaya ambisius yang didanai bersama oleh Bank Dunia dan bank pembangunan multilateral lainnya untuk mendukung agenda transformasi kesehatan Indonesia dengan meningkatkan layanan rujukan kesehatan secara signifikan.
Program Strengthening Indonesia's Healthcare Referral Network (SIHREN) merupakan inisiatif yang sangat penting dalam memperkuat fasilitas pelayanan kesehatan, terutama pada fasilitas pelayanan kesehatan tingkat rujukan.
Tantangan dalam memastikan akses kesehatan yang merata
Dengan populasi lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia adalah negara dengan populasi terbanyak keempat di dunia. Sebagai negara kepulauan yang luas dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam memastikan akses kesehatan yang merata.
Indonesia juga sedang berjuang menghadapi lonjakan penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker—kondisi yang diproyeksikan akan memberikan beban ekonomi yang sangat besar, yaitu sebesar USD 4,47 triliun.
Namun, perawatan canggih untuk penyakit-penyakit ini sebagian besar masih terpusat di Pulau Jawa yang padat penduduk, sehingga banyak wilayah lain di Indonesia yang kurang terlayani.
.jpg)
(Kementerian Kesehatan Indonesia dan Philips hadirkan cakupan nasional sistem terapi berpandu citra (image-guided therapy) yang canggih di Indonesia, memperluas akses perawatan jantung, stroke, dan kanker di seluruh 38 provinsi. Foto: Dok. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Inisiatif ini akan membangun jaringan nasional ruang terapi berpandu citra, yang secara dramatis memperluas akses terhadap perawatan invasif minimal di ratusan rumah sakit di seluruh 38 provinsi.
Kementerian Kesehatan telah berkomitmen jangka panjang untuk menghadirkan cakupan platform terapi berpandu citra secara nasional, yang disesuaikan dengan infrastruktur rumah sakit setempat dan kebutuhan populasi pasien.
Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Minimally Invasive Surgery menemukan bahwa teknik invasif minimal secara signifikan mengurangi rasa sakit pascaoperasi, waktu pemulihan, dan durasi rawat inap dibandingkan dengan operasi terbuka tradisional.
"Kami merasa terhormat menjadi mitra pilihan Indonesia untuk menghadirkan inovasi kami langsung ke tempat yang paling membutuhkannya. Lebih banyak pasien di Indonesia kini akan memiliki akses ke perawatan yang lebih baik," ujar Roy Jakobs, CEO Royal Philips seperti dikutip langsung dari laman Philips.
"Memberikan perawatan yang lebih baik bagi lebih banyak orang memerlukan kemitraan yang kuat dan inovasi terbaik," kata Roy Jakobs, CEO Royal Philips.
"Kami merasa terhormat menjadi mitra pilihan Indonesia untuk menghadirkan inovasi kami langsung ke tempat yang paling membutuhkannya. Lebih banyak pasien di Indonesia kini akan memiliki akses ke perawatan yang lebih baik."
"Perawatan invasif minimal dapat mengubah hidup pasien, membuka pilihan pengobatan yang sebelumnya tidak terbayangkan. Dengan sayatan kecil, perawatan terarah seperti ini dapat berarti masa rawat inap yang lebih singkat, komplikasi yang lebih sedikit, dan pemulihan yang lebih cepat bagi pasien," ujar Carla Goulart Peron, Chief Medical Officer di Philips.
"Mulai dari membuka penyumbatan yang menyebabkan serangan jantung, hingga mengobati stroke dan menargetkan tumor kanker, terapi invasif minimal yang berpandu citra akan menjadi terobosan bagi perawatan penyakit tidak menular (PTM) di Indonesia."
Philips memiliki jejak yang kuat di Indonesia, dengan mempekerjakan lebih dari 3.900 orang di 12 kota dan mengoperasikan fasilitas manufaktur di Batam untuk bisnis Personal Health.
Philips Foundation baru-baru ini meluncurkan kemitraan besar dengan World Child Cancer untuk memajukan deteksi dini kanker anak di seluruh negeri.
"Kami tetap berkomitmen untuk mendukung transformasi kesehatan dengan menghadirkan inovasi yang memberikan hasil lebih baik bagi pasien dan meningkatkan pengalaman bagi tenaga kesehatan," kata Astri R. Dharmawan, Presiden Direktur Philips Indonesia. "Upaya gabungan kami dengan pemerintah Indonesia akan membantu menutup kesenjangan kesehatan dan membawa kita lebih dekat menuju Indonesia Sehat."
(Sosialisasi distribusi dan instalasi alkes Cathlab SIHREN. Video: Dok. YouTube Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)