FITNESS & HEALTH
Mengenali Program Turunkan Berat Badan Berbasis Medis dengan Terapi GLP-1
Aulia Putriningtias
Selasa 03 Februari 2026 / 21:19
- Prevalensi obesitas pada penduduk di usia lebih dari 18 tahun telah mencapai 23,4 persen.
- ZAP menghadirkan Z-Weight Loss
- Program ini tersedia mulai di harga Rp4,99 jutaan.
Jakarta: Pola hidup sehat sudah semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Untuk menjangkau berat badan yang ideal, tentunya ada banyak program, termasuk berbasis medis dengan terapi GLP-1 ini.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi obesitas pada penduduk di usia lebih dari 18 tahun telah mencapai 23,4 persen. Obesitas ini adalah penyakit kronik yang bisa berujung pada masalah kesehatan kompleks dan multifaktoral.
Sederhananya, obesitas menunjukkan ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi yang memegang peran penting. Ketika metabolisme terganggu, tubuh bekerja lebih keras, energi menurun, dan proses penuaan bisa lebih cepat.
Melihat hal tersebut, ZAP sebagai klinik kecantikan terkemuka menghadirkan Z-Weight Loss Program sebagai cara untuk menurunkan berat badan berbasis medis yang menggunakan terapi GLP-1. Tak hanya itu, pogram ini dilengkapi dengan pola makan sehat yang personal juga.
Hal ini lebih lanjut dijelaskan oleh dr. Cipuk Muhaswitri, SpGK, dokter spesialis gizi klinik di ZAP mengenai terapi GLP-1. Terapi ini sebenarnya telah lama digunakan secara medis dan dikenalnya bukan untuk menurunkan berat badan instan, melainkan hal lain.
"Pendekatan ini bukan ditujukan untuk penurunan berat badan instan, melainkan membantu tubuh menjaga ritme di tengah gaya hidup yang sibuk dan penuh tekanan," kata dr. Cipuk kepada tim Medcom.id.
Secara alami, GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1) adalah hormon yang berperan dalam mengatur rasa lapar, rasa kenyang, dan metabolisme. Hormon ini bekerja di sistem pencernaan sekaligus di otak.
Dalam terapi medis, Semaglutide dikenal sebagai analog GLP-1 dengan waktu kerja lebih panjang, sehingga membantu mengontrol nafsu makan dan regulasi energi secara lebih stabil. Terapi berbasis GLP-1 perlu dipahami sebagai bagian dari proses medis yang menyeluruh.
“GLP-1 membantu tubuh mengatur kembali sinyal lapar dan kenyang secara fisiologis. Dengan pendampingan medis yang tepat, tubuh menjadi lebih tenang sehingga perubahan pola makan dan gaya hidup bisa dijalani dengan lebih konsisten dan berkelanjutan,” jelasnya.
Z-Weight Loss Program sendiri tidak berfokus pada pembatasan ekstrem. Namun, program ini lebih kepada proses mendidik ulang tubuh agar nafsu makan lebih stabil, metabolisme bekerja lebih teratur, dan energi harian terasa lebih konsisten.
Dalam Z-Weight Loss Program, ZAP percaya bahwa pengelolaan berat badan yang berkelanjutan, terutama dalam proses reset lifestyle, tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan satu pendekatan. Jadi, klinik ini bekerja sama dengan beberapa partner hidup sehat lainnya, seperti gym.
Program ini tersedia mulai di harga Rp4,99 jutaan untuk satu bulan. Melalui pendekatan medis yang terintegrasi, hasil yang terukur, serta lingkungan perawatan yang suportif dan bebas penilaian, klinik ini mendampingi perjalanan beauty longevity secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, prevalensi obesitas pada penduduk di usia lebih dari 18 tahun telah mencapai 23,4 persen. Obesitas ini adalah penyakit kronik yang bisa berujung pada masalah kesehatan kompleks dan multifaktoral.
Sederhananya, obesitas menunjukkan ketidakseimbangan antara asupan dan pengeluaran energi yang memegang peran penting. Ketika metabolisme terganggu, tubuh bekerja lebih keras, energi menurun, dan proses penuaan bisa lebih cepat.
Melihat hal tersebut, ZAP sebagai klinik kecantikan terkemuka menghadirkan Z-Weight Loss Program sebagai cara untuk menurunkan berat badan berbasis medis yang menggunakan terapi GLP-1. Tak hanya itu, pogram ini dilengkapi dengan pola makan sehat yang personal juga.
Hal ini lebih lanjut dijelaskan oleh dr. Cipuk Muhaswitri, SpGK, dokter spesialis gizi klinik di ZAP mengenai terapi GLP-1. Terapi ini sebenarnya telah lama digunakan secara medis dan dikenalnya bukan untuk menurunkan berat badan instan, melainkan hal lain.
"Pendekatan ini bukan ditujukan untuk penurunan berat badan instan, melainkan membantu tubuh menjaga ritme di tengah gaya hidup yang sibuk dan penuh tekanan," kata dr. Cipuk kepada tim Medcom.id.
Secara alami, GLP-1 (Glucagon-Like Peptide-1) adalah hormon yang berperan dalam mengatur rasa lapar, rasa kenyang, dan metabolisme. Hormon ini bekerja di sistem pencernaan sekaligus di otak.
Dalam terapi medis, Semaglutide dikenal sebagai analog GLP-1 dengan waktu kerja lebih panjang, sehingga membantu mengontrol nafsu makan dan regulasi energi secara lebih stabil. Terapi berbasis GLP-1 perlu dipahami sebagai bagian dari proses medis yang menyeluruh.
“GLP-1 membantu tubuh mengatur kembali sinyal lapar dan kenyang secara fisiologis. Dengan pendampingan medis yang tepat, tubuh menjadi lebih tenang sehingga perubahan pola makan dan gaya hidup bisa dijalani dengan lebih konsisten dan berkelanjutan,” jelasnya.
Z-Weight Loss Program sendiri tidak berfokus pada pembatasan ekstrem. Namun, program ini lebih kepada proses mendidik ulang tubuh agar nafsu makan lebih stabil, metabolisme bekerja lebih teratur, dan energi harian terasa lebih konsisten.
Dalam Z-Weight Loss Program, ZAP percaya bahwa pengelolaan berat badan yang berkelanjutan, terutama dalam proses reset lifestyle, tidak dapat berjalan optimal jika hanya mengandalkan satu pendekatan. Jadi, klinik ini bekerja sama dengan beberapa partner hidup sehat lainnya, seperti gym.
Program ini tersedia mulai di harga Rp4,99 jutaan untuk satu bulan. Melalui pendekatan medis yang terintegrasi, hasil yang terukur, serta lingkungan perawatan yang suportif dan bebas penilaian, klinik ini mendampingi perjalanan beauty longevity secara menyeluruh.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)