FITNESS & HEALTH
Senam Poco-poco Bantu Jaga Kebugaran dan Kesehatan Jantung
Elang Riki Yanuar
Minggu 27 September 2026 / 08:00
- Senam Poco-poco menjadi pilihan olahraga sederhana yang dapat membantu menjaga kebugaran dan mendukung kesehatan jantung jika dilakukan rutin.
- Holywings Peduli menggelar Senam Poco-poco bersama warga Wenang Selatan, Manado, dengan memadukan olahraga, hiburan, permainan, dan bantuan sosial.
- Kegiatan Holywings Peduli di Manado turut menyalurkan bantuan berupa fasilitas lingkungan untuk mendukung kebutuhan warga Kelurahan Wenang Selatan.
Jakarta: Aktivitas aerobik seperti senam Poco-poco dapat menjadi salah satu pilihan olahraga sederhana untuk membantu menjaga kebugaran tubuh sekaligus mendukung kesehatan jantung. Gerakannya yang dilakukan secara berirama dan berkelompok juga membuat aktivitas fisik terasa lebih menyenangkan.
Manfaat tersebut menjadi salah satu alasan Senam Poco-poco kembali digelar dalam kegiatan Holywings Peduli di Dragon Manado pada 26 September 2026. Kegiatan ini diikuti warga Kelurahan Wenang Selatan dengan suasana yang meriah karena olahraga dipadukan dengan hiburan dan permainan.
Instruktur senam Yana Widya menjelaskan, Poco-poco memiliki ciri khas berupa gerakan berirama yang mengikuti musik. Pola gerakannya banyak menggunakan langkah maju, mundur, dan ke samping secara berulang sehingga relatif mudah diikuti.
Selain sederhana, gerakan Poco-poco juga melibatkan berbagai kelompok otot. Aktivitas tersebut terutama melatih otot kaki, paha, pinggul, dan betis. Gerakan tangan dan tubuh juga membuat otot lengan, bahu, serta bagian inti tubuh seperti perut dan punggung ikut bekerja.
Yana mengatakan gerakan melangkah secara berulang dapat membantu meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot kaki. Sebagai aktivitas aerobik, Poco-poco juga membuat jantung bekerja lebih aktif sehingga jika dilakukan secara rutin dengan intensitas sesuai kemampuan, olahraga ini dapat membantu menjaga kebugaran dan kesehatan jantung.
Meski gerakannya relatif mudah, Yana mengingatkan bahwa Poco-poco tetap perlu disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing orang. Anak-anak, orang dewasa, hingga lansia dapat mengikuti senam, tetapi intensitas dan gerakannya tidak harus dibuat sama.
Besarnya energi yang dikeluarkan saat senam juga berbeda pada setiap orang. Berat badan, durasi latihan, dan tingkat intensitas menjadi beberapa faktor yang memengaruhi jumlah kalori yang terbakar. Sebagai gambaran, senam aerobik dengan intensitas ringan hingga sedang selama 30 menit dapat membakar sekitar 100 hingga 250 kilokalori.
Kegiatan olahraga bersama seperti yang digelar Holywings Peduli juga memberikan manfaat dari sisi interaksi sosial. Peserta tidak hanya bergerak mengikuti irama musik, tetapi dapat bertemu dan beraktivitas bersama warga lain dalam suasana yang lebih santai.
Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat dapat berolahraga sekaligus menikmati waktu bersama.
“Kami ingin kegiatan Holywings Peduli bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berolahraga, bersilaturahmi, sekaligus menikmati kegiatan yang menyenangkan. Karena itu, selain senam kami juga menghadirkan games dan berbagai hadiah untuk menambah semangat warga. Yang paling penting, kami berharap semangat hidup sehat dan kebersamaan ini bisa terus berlanjut setelah acara selesai,” ujar Andrew Susanto.
Kemeriahan acara semakin terasa karena Holywings Peduli menghadirkan sejumlah permainan dengan hadiah bagi peserta. Hadiah yang disediakan antara lain sepeda, TWS, power bank, sembako, hingga voucher makan dengan nominal mulai Rp1 juta sampai Rp2 juta.
Selain senam dan permainan, kegiatan Holywings Peduli di Manado juga diisi dengan penyerahan bantuan untuk masyarakat Kelurahan Wenang Selatan. Bantuan tersebut mencakup 70 unit kursi, 14 unit tempat sampah berkapasitas 100 liter, dua unit mesin pemotong rumput, dua unit kipas angin berukuran 18 inci, serta empat unit terpal berukuran 4 x 6 meter.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas warga sekaligus membantu kebutuhan fasilitas lingkungan. Tempat sampah dan mesin pemotong rumput, misalnya, dapat digunakan untuk mendukung kebersihan dan perawatan lingkungan.
Di sisi lain, Yana mengingatkan bahwa orang dengan kondisi kesehatan tertentu perlu mendapatkan pertimbangan sebelum mengikuti aktivitas aerobik. Penyintas penyakit jantung atau stroke ringan, misalnya, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis untuk memastikan aktivitas tersebut aman.
Jika sudah dinyatakan aman untuk berolahraga, Poco-poco dapat dilakukan dengan intensitas ringan dan ditingkatkan secara bertahap. Pemanasan sebelum senam dan pendinginan setelahnya juga penting untuk membantu tubuh beradaptasi dengan aktivitas fisik.
Latihan sebaiknya segera dihentikan apabila muncul keluhan seperti nyeri dada, sesak berat, pusing, atau kelemahan yang terjadi secara mendadak. Penyesuaian gerakan dan intensitas menjadi bagian penting agar olahraga tetap memberikan manfaat tanpa mengabaikan kondisi tubuh.
(ELG)
Manfaat tersebut menjadi salah satu alasan Senam Poco-poco kembali digelar dalam kegiatan Holywings Peduli di Dragon Manado pada 26 September 2026. Kegiatan ini diikuti warga Kelurahan Wenang Selatan dengan suasana yang meriah karena olahraga dipadukan dengan hiburan dan permainan.
Instruktur senam Yana Widya menjelaskan, Poco-poco memiliki ciri khas berupa gerakan berirama yang mengikuti musik. Pola gerakannya banyak menggunakan langkah maju, mundur, dan ke samping secara berulang sehingga relatif mudah diikuti.
Selain sederhana, gerakan Poco-poco juga melibatkan berbagai kelompok otot. Aktivitas tersebut terutama melatih otot kaki, paha, pinggul, dan betis. Gerakan tangan dan tubuh juga membuat otot lengan, bahu, serta bagian inti tubuh seperti perut dan punggung ikut bekerja.
Yana mengatakan gerakan melangkah secara berulang dapat membantu meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot kaki. Sebagai aktivitas aerobik, Poco-poco juga membuat jantung bekerja lebih aktif sehingga jika dilakukan secara rutin dengan intensitas sesuai kemampuan, olahraga ini dapat membantu menjaga kebugaran dan kesehatan jantung.
Meski gerakannya relatif mudah, Yana mengingatkan bahwa Poco-poco tetap perlu disesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing orang. Anak-anak, orang dewasa, hingga lansia dapat mengikuti senam, tetapi intensitas dan gerakannya tidak harus dibuat sama.
Besarnya energi yang dikeluarkan saat senam juga berbeda pada setiap orang. Berat badan, durasi latihan, dan tingkat intensitas menjadi beberapa faktor yang memengaruhi jumlah kalori yang terbakar. Sebagai gambaran, senam aerobik dengan intensitas ringan hingga sedang selama 30 menit dapat membakar sekitar 100 hingga 250 kilokalori.
Kegiatan olahraga bersama seperti yang digelar Holywings Peduli juga memberikan manfaat dari sisi interaksi sosial. Peserta tidak hanya bergerak mengikuti irama musik, tetapi dapat bertemu dan beraktivitas bersama warga lain dalam suasana yang lebih santai.
Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat dapat berolahraga sekaligus menikmati waktu bersama.
“Kami ingin kegiatan Holywings Peduli bisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, berolahraga, bersilaturahmi, sekaligus menikmati kegiatan yang menyenangkan. Karena itu, selain senam kami juga menghadirkan games dan berbagai hadiah untuk menambah semangat warga. Yang paling penting, kami berharap semangat hidup sehat dan kebersamaan ini bisa terus berlanjut setelah acara selesai,” ujar Andrew Susanto.
Kemeriahan acara semakin terasa karena Holywings Peduli menghadirkan sejumlah permainan dengan hadiah bagi peserta. Hadiah yang disediakan antara lain sepeda, TWS, power bank, sembako, hingga voucher makan dengan nominal mulai Rp1 juta sampai Rp2 juta.
Selain senam dan permainan, kegiatan Holywings Peduli di Manado juga diisi dengan penyerahan bantuan untuk masyarakat Kelurahan Wenang Selatan. Bantuan tersebut mencakup 70 unit kursi, 14 unit tempat sampah berkapasitas 100 liter, dua unit mesin pemotong rumput, dua unit kipas angin berukuran 18 inci, serta empat unit terpal berukuran 4 x 6 meter.
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung aktivitas warga sekaligus membantu kebutuhan fasilitas lingkungan. Tempat sampah dan mesin pemotong rumput, misalnya, dapat digunakan untuk mendukung kebersihan dan perawatan lingkungan.
Di sisi lain, Yana mengingatkan bahwa orang dengan kondisi kesehatan tertentu perlu mendapatkan pertimbangan sebelum mengikuti aktivitas aerobik. Penyintas penyakit jantung atau stroke ringan, misalnya, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis untuk memastikan aktivitas tersebut aman.
Jika sudah dinyatakan aman untuk berolahraga, Poco-poco dapat dilakukan dengan intensitas ringan dan ditingkatkan secara bertahap. Pemanasan sebelum senam dan pendinginan setelahnya juga penting untuk membantu tubuh beradaptasi dengan aktivitas fisik.
Latihan sebaiknya segera dihentikan apabila muncul keluhan seperti nyeri dada, sesak berat, pusing, atau kelemahan yang terjadi secara mendadak. Penyesuaian gerakan dan intensitas menjadi bagian penting agar olahraga tetap memberikan manfaat tanpa mengabaikan kondisi tubuh.
(ELG)