FITNESS & HEALTH

Senam Somatik Bantu Perempuan Hadapi Perimenopause, Ini Manfaatnya

Elang Riki Yanuar
Sabtu 24 Oktober 2026 / 20:30
Ringkasnya gini..
  • Senam somatik menjadi pilihan olahraga ringan bagi perempuan perimenopause untuk menjaga fleksibilitas, mengurangi ketegangan otot, dan membantu relaksasi.
  • Holywings Peduli menggelar senam somatik di Makassar untuk meningkatkan kesadaran perempuan tentang kesehatan dan perubahan tubuh menjelang menopause.
  • Senam somatik mengutamakan kesadaran gerak, postur, dan pernapasan sebagai upaya menjaga mobilitas tubuh serta membantu mengelola stres selama perimenopause.
Jakarta: Senam somatik dapat menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik bagi perempuan yang memasuki masa perimenopause untuk menjaga mobilitas tubuh, mengurangi ketegangan otot, dan membantu relaksasi. Latihan dengan gerakan perlahan dan terkontrol ini mengajak perempuan lebih memahami perubahan tubuh yang terjadi menjelang menopause.

Manfaat tersebut menjadi bagian dari edukasi kesehatan perempuan yang diangkat Holywings Peduli melalui kegiatan Senam Somatik di Helens Play Mart Makassar, Sabtu (24/10). Kegiatan yang diikuti warga Kelurahan Masale ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama masa transisi menuju menopause.

Instruktur senam somatik, Andy Batari Yulianin, menjelaskan bahwa latihan ini tidak berfokus pada banyaknya gerakan atau jumlah kalori yang terbakar. Senam somatik lebih menekankan kesadaran terhadap gerakan tubuh, postur, pernapasan, dan ketegangan otot.

"Senam Somatik adalah latihan yang menggabungkan gerakan tubuh secara perlahan, terkontrol, dan penuh kesadaran. Fokusnya bukan pada seberapa banyak gerakan yang dilakukan, melainkan bagaimana kita merasakan dan mengendalikan tubuh, termasuk memperhatikan postur, pernapasan, serta ketegangan otot," ujar Andy.

Bagi perempuan yang memasuki masa perimenopause, pendekatan ini dapat menjadi alternatif latihan yang relatif ringan dan bisa disesuaikan dengan kemampuan fisik. Pada fase tersebut, perubahan hormon mulai terjadi dan dapat memengaruhi kenyamanan tubuh, kualitas tidur, suasana hati, hingga kondisi otot dan persendian.

Perimenopause merupakan masa transisi sebelum menopause, ketika produksi hormon estrogen mulai berfluktuasi. Gejala yang muncul dapat berbeda pada setiap perempuan, mulai dari perubahan siklus menstruasi, sensasi panas mendadak atau hot flashes, gangguan tidur, hingga perubahan suasana hati.
 

Menurut Andy, gerakan senam somatik yang dilakukan secara konsisten dapat membantu meningkatkan kesadaran tubuh, koordinasi gerakan, dan fleksibilitas. Latihan ini juga dapat membantu peserta mengenali kebiasaan postur yang kurang baik serta menggerakkan tubuh dengan lebih nyaman.

"Jika dilakukan secara rutin, senam Somatik dapat membantu meningkatkan kesadaran tubuh, memperbaiki koordinasi gerakan, menjaga fleksibilitas, serta mengurangi ketegangan otot," jelasnya.

Selain manfaat fisik, gerakan perlahan yang dipadukan dengan pengaturan napas dapat memberikan efek relaksasi dan membantu seseorang mengelola stres. Hal ini dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan selama perimenopause, meskipun senam somatik bukan pengobatan khusus untuk mengatasi gejala menopause.

Andy menjelaskan, latihan ini umumnya termasuk aktivitas fisik berintensitas ringan. Pemula dapat memulainya selama 15 hingga 30 menit per sesi, sebanyak dua sampai empat kali seminggu, kemudian menyesuaikan durasi dan frekuensi berdasarkan kenyamanan serta kemampuan tubuh.

"Senam Somatik umumnya termasuk latihan berintensitas ringan, meskipun tingkat intensitasnya dapat bervariasi tergantung pada jenis gerakan dan metode yang digunakan," kata Andy.

Ia juga mengingatkan bahwa jumlah kalori yang terbakar selama latihan bergantung pada durasi, intensitas gerakan, berat badan, dan kondisi fisik peserta. Karena intensitasnya relatif ringan, pembakaran kalori senam somatik umumnya lebih rendah dibandingkan olahraga kardio seperti berlari atau bersepeda.

"Namun, manfaat utamanya bukan sekadar membakar kalori, melainkan meningkatkan kesadaran tubuh, mobilitas, dan relaksasi," tambahnya.

Untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh, perempuan perimenopause tetap dianjurkan mengombinasikan senam somatik dengan aktivitas aerobik dan latihan kekuatan. Aktivitas tersebut penting untuk membantu mempertahankan massa otot serta mendukung kesehatan tulang, terutama seiring bertambahnya usia dan perubahan hormon.

Secara umum, orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit per minggu, disertai latihan penguatan otot setidaknya dua hari dalam seminggu. Jenis dan intensitas olahraga sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing, terutama bagi mereka yang memiliki keluhan sendi atau penyakit tertentu.

Senam somatik juga tidak terbatas bagi perempuan. Andy mengatakan latihan ini dapat dilakukan pria maupun perempuan karena melibatkan koordinasi sistem saraf dan otot melalui gerakan yang disadari. Bagian tubuh yang terlibat antara lain leher, bahu, punggung, perut, panggul, pinggul, hingga tungkai.

Kegiatan yang digelar Holywings Peduli tersebut turut dikaitkan dengan peringatan Hari Menopause Sedunia atau World Menopause Day yang diperingati setiap 18 Oktober. Momentum ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai menopause, perubahan yang menyertainya, serta pentingnya dukungan dan akses terhadap informasi kesehatan yang tepat.

Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan edukasi kesehatan perempuan perlu diperluas agar masyarakat semakin memahami perubahan tubuh di setiap tahap kehidupan.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk semakin peduli terhadap kesehatan, termasuk kesehatan perempuan yang terkadang belum mendapatkan perhatian yang cukup. Momentum Hari Menopause Sedunia menjadi pengingat bahwa perempuan perlu mendapatkan informasi, dukungan, dan ruang untuk memahami perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif menjaga kesehatan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten," ujar Andrew Susanto.

Selain mengadakan aktivitas fisik bersama, Holywings Peduli memberikan bantuan berupa perlengkapan penunjang pelayanan masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan fasilitas kesehatan dan kegiatan pelayanan di lingkungan Kelurahan Masale.

"Kami percaya bahwa kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana, seperti mengajak masyarakat bergerak, memberikan edukasi, dan membangun lingkungan yang mendukung gaya hidup sehat. Holywings Peduli ingin terus menghadirkan kegiatan yang bermanfaat dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat," tambahnya.






 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)

MOST SEARCH