BEAUTY
Sunscreen Buat Remaja: Cuma Gimik FYP atau Beneran Wajib?
Yatin Suleha
Minggu 25 Oktober 2026 / 12:00
- Ngaku deh, siapa di sini yang sering banget males pakai Sunscreen karena alasan ribet.
- Bukan cuma soal estetik biar enggak belang, tapi investasi jangka panjang buat kesehatan kulitmu.
- Remaja boleh enggak sih pakai Sunscreen? Nah, ini dia jawabannya.
Jakarta: Ngaku deh, siapa di sini yang sering banget males pakai sunscreen karena alasan ribet, bikin lengket, atau mikirnya, "Duh, kan kulitku masih muda, ngapain pakai skincare anti-aging?" Eits, tahan dulu pemikiran itu!
Buat kamu para Gen Z yang hobi nongkrong di outdoor, jalan-jalan seharian, atau bahkan cuma mager di kamar tapi tembus sinar matahari dari jendela, pakai Sunscreen itu hukumnya wajib.
Bukan cuma soal estetik biar enggak belang, tapi investasi jangka panjang buat kesehatan kulitmu. Biar enggak salah paham, yuk kita bahas tuntas apakah remaja boleh pakai Sunscreen dan kenapa produk ini enggak boleh banget di-skip!
Penting banget, dong! Masalahnya, sinar UV dari matahari itu enggak pilih-pilih bulu—mau kulit remaja atau orang dewasa, semuanya disikat tanpa pandang bulu.
Bayangin kulitmu itu kayak kertas putih bersih. Kalau sering dijemur di bawah terik matahari tanpa perlindungan, lama-lama kertasnya jadi kusam, kering, muncul flek hitam, bahkan bisa memicu masalah kulit yang lebih serius di masa depan.
Makanya, kalau mau masa tua nanti kulitmu tetap glowing dan sehat, mulailah merawatnya dari sekarang. Istilah kerennya: prevent better than cure!
Ini nih salah satu mitos yang sering bikin anak remaja takut pakai Sunscreen. Jawabannya tentu saja mitos.
Kulit remaja justru berada di fase yang sangat aktif karena perubahan hormon. Paparan sinar matahari berlebih malah bikin kulit gampang merah, meradang, atau jerawatan makin meradang. Kuncinya ada di cara pemilihan produknya.
Cari yang ringan. Pilih jenis gel atau fluid yang punya tekstur seringan air, cepat meresap, dan no whitecast (enggak bikin muka kayak pakai topeng putih).
Perhatikan kandungannya. Buat kulit yang gampang jerawatan, cari Sunscreen yang non-comedogenic (enggak nyumbat pori-pori) dan bebas alkohol atau wewangian menyengat.
Biar ritual pakai Sunscreen enggak berasa beban, coba terapkan tips simple ini:
- Takarannya pas: Cukup pakai sebanyak dua ruas jari untuk seluruh wajah dan leher. Jangan pelit-pelit, ya!
- Jangan lupa re-apply: Sunscreen itu enggak sakti seharian, guys. Kalau kamu banyak beraktivitas di luar ruangan, wajib re-apply alias timpa lagi setiap 2–3 jam sekali.
- Jadikan kebiasaan: Anggap Sunscreen itu kayak HP—barang wajib yang enggak boleh ketinggalan di tas sebelum kamu keluar rumah.
Jadi, remaja boleh banget bahkan sangat dianjurkan pakai Sunscreen sejak dini. Jangan tunggu sampai kulitmu terlanjur kusam atau belang baru sibuk cari skincare pencerah.
Yuk, mulai sekarang jadi bagian dari Gen Z yang cerdas merawat kulit. Kulit sehat, dompet aman, hati pun senang. Stay glowing and protect your skin, Bestie!
(TIN)
Buat kamu para Gen Z yang hobi nongkrong di outdoor, jalan-jalan seharian, atau bahkan cuma mager di kamar tapi tembus sinar matahari dari jendela, pakai Sunscreen itu hukumnya wajib.
Bukan cuma soal estetik biar enggak belang, tapi investasi jangka panjang buat kesehatan kulitmu. Biar enggak salah paham, yuk kita bahas tuntas apakah remaja boleh pakai Sunscreen dan kenapa produk ini enggak boleh banget di-skip!
1. Kulit remaja kan masih mulus, emang penting?
Penting banget, dong! Masalahnya, sinar UV dari matahari itu enggak pilih-pilih bulu—mau kulit remaja atau orang dewasa, semuanya disikat tanpa pandang bulu.
Bayangin kulitmu itu kayak kertas putih bersih. Kalau sering dijemur di bawah terik matahari tanpa perlindungan, lama-lama kertasnya jadi kusam, kering, muncul flek hitam, bahkan bisa memicu masalah kulit yang lebih serius di masa depan.
Makanya, kalau mau masa tua nanti kulitmu tetap glowing dan sehat, mulailah merawatnya dari sekarang. Istilah kerennya: prevent better than cure!
2. Mitos atau fakta: Sunscreen bikin kulit iritasi buat remaja?
(Penggunaan sunscreen (tabir surya) sangat dianjurkan bagi remaja untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat sinar matahari seperti kulit terbakar (sunburn), kusam, serta risiko kanker kulit. Foto: Ilustrasi/Dok. Generate AI)
Ini nih salah satu mitos yang sering bikin anak remaja takut pakai Sunscreen. Jawabannya tentu saja mitos.
Kulit remaja justru berada di fase yang sangat aktif karena perubahan hormon. Paparan sinar matahari berlebih malah bikin kulit gampang merah, meradang, atau jerawatan makin meradang. Kuncinya ada di cara pemilihan produknya.
Cari yang ringan. Pilih jenis gel atau fluid yang punya tekstur seringan air, cepat meresap, dan no whitecast (enggak bikin muka kayak pakai topeng putih).
Perhatikan kandungannya. Buat kulit yang gampang jerawatan, cari Sunscreen yang non-comedogenic (enggak nyumbat pori-pori) dan bebas alkohol atau wewangian menyengat.
3. Tips pakai sunscreen anti-ribet buat anak Gen Z
Biar ritual pakai Sunscreen enggak berasa beban, coba terapkan tips simple ini:
- Takarannya pas: Cukup pakai sebanyak dua ruas jari untuk seluruh wajah dan leher. Jangan pelit-pelit, ya!
- Jangan lupa re-apply: Sunscreen itu enggak sakti seharian, guys. Kalau kamu banyak beraktivitas di luar ruangan, wajib re-apply alias timpa lagi setiap 2–3 jam sekali.
- Jadikan kebiasaan: Anggap Sunscreen itu kayak HP—barang wajib yang enggak boleh ketinggalan di tas sebelum kamu keluar rumah.
Tips cantik:
Jadi, remaja boleh banget bahkan sangat dianjurkan pakai Sunscreen sejak dini. Jangan tunggu sampai kulitmu terlanjur kusam atau belang baru sibuk cari skincare pencerah.
Yuk, mulai sekarang jadi bagian dari Gen Z yang cerdas merawat kulit. Kulit sehat, dompet aman, hati pun senang. Stay glowing and protect your skin, Bestie!
(TIN)