BEAUTY

SPF Tinggi = Bebas Re-Apply? Ayo, Siapa yang Kejebak Mitos Ini?!

Yatin Suleha
Kamis 22 Oktober 2026 / 12:00
Ringkasnya gini..
  • Siapa di sini yang kalau beli sunscreen selalu ngincerrr SPF paling tinggi?
  • Rasanya tuh kayak makin besar angkanya—misalnya SPF 50, SPF 80, sampai SPF 100—makin merasa "aman" dan bebas re-apply.
  • Biar kamu enggak makin gagal paham, yuk kita bongkar fakta di balik angka SPF ini.
Jakarta: Siapa di sini yang kalau beli sunscreen selalu ngincerrr SPF paling tinggi? Rasanya tuh kayak makin besar angkanya—misalnya SPF 50, SPF 80, sampai SPF 100—makin merasa "aman" dan bebas panas-panasan seharian tanpa perlu re-apply.

Eits, tunggu dulu! Niat hati pengin perlindungan maksimal, eh ternyata logika itu cuma mitos belaka lho. 

Jangan sampai kamu terjebak paham "sekali oles buat seharian" yang malah bikin kulit kusam, breakout, atau bahkan sunburn.

 

Biar kamu enggak makin gagal paham, yuk kita bongkar fakta di balik angka SPF ini.
 

1. Beda SPF 30 vs SPF 50 tuh sebenarnya tipis banget


Banyak yang mikir kalau SPF 50 itu perlindungannya dua kali lipat lebih kuat dibanding SPF 30. Padahal persentasenya enggak se-ekstrem itu, Bestie!

- SPF 15: Memblokir sekitar 93% sinar UVB

- SPF 30: Memblokir sekitar 97% sinar UVB

- SPF 50: Memblokir sekitar 98% sinar UVB

- SPF 100: Memblokir sekitar 99% sinar UVB

And, faktanya nig Teman Gaya, enggak ada sunscreen di dunia ini yang bisa menahan 100% sinar UV. Jadi, beda antara SPF 30 dan SPF 50 itu cuma sekitar 1%, bukan 2 kali lipatnya!
 

2. SPF cuma ngelindungin dari UVB, bukan UVA!



 
sunscreen 4
(SPF adalah singkatan dari Sun Protection Factor, yaitu ukuran tingkat kemampuan suatu produk tabir surya (sunscreen) dalam melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet B (UVB) yang menyebabkan kulit terbakar (sunburn). Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
 
Ingat rumusnya: UVB = Burn (bikin kulit terbakar/gosong), sedangkan UVA = Aging (bikin penuaan dini & kerutan).

Angka SPF itu cuma ngasih tahu seberapa kuat produk tersebut menahan sinar UVB. Biar kulit kamu juga terlindungi dari sinar UVA yang bikin flek hitam dan kerutan.

Kamu wajib cek tanda PA (Protect Grade of UVA) atau tulisan "Broad Spectrum".  Jadi, SPF tinggi tanpa PA++++ tetap aja bikin kulit gampang mengalami penuaan dini!
 

3. Kenapa tetap wajib re-apply tiap 2 jam?


Ini dia poin paling krusial! Mau seberapa tinggi pun angka SPF-mu, formulanya bakal luntur dan terurai seiring waktu karena beberapa hal:

- Terkena keringat dan minyak alami wajah

- Tergeser pas kita mengusap muka, wudu, atau pakai masker

- Terpapar sinar matahari secara langsung terus-menerus

Jadi, mengoleskan SPF 100 di pagi hari enggak bakalan bertahan sampai sore. Setelah 2 jam, efektivitasnya tetap menurun drastis dan wajib di-re-apply!
 

4. Aturan 2 jari itu hukumnya wajib!


Pakai sunscreen SPF tinggi tapi cuma setetes? Tetap aja perlindungannya enggak bakal maksimal. Angka SPF yang tertera di kemasan itu diuji laboratorium dengan takaran 2 miligram per sentimeter persegi kulit, alias setara dengan 2 ruas jari penuh untuk area wajah dan leher.

Kalau pakainya kedikit-dikit biar hemat, nilai perlindungan SPF 50 yang kamu pakai bisa drop jadi cuma setara SPF 10–15 aja. Rugi dong!
   

Jadi misalnya ada SPF 50 PA ++++ 


Ini berarti, menandakan ketahanan kulit dari sinar UVB. Angka 50 berarti produk ini menyaring sekitar 98% radiasi UVB dan membuat kulit bertahan 50 kali lebih lama dari risiko sunburn dibandingkan tanpa perlindungan. 

- PA++++ (Protection Grade of UVA): Menandakan tingkat perlindungan terhadap sinar UVA. Tanda empat plus (++++) adalah grade tertinggi dengan nilai Persistent Pigment Darkening (PPD) 16 atau lebih, memberikan proteksi sangat kuat agar kulit tidak cepat gelap, muncul flek hitam, atau kehilangan kolagen. 

Jadi, angka SPF tinggi bukan tiket bebas re-apply ya. Kunci kulit sehat terlindungi itu sederhana: pakai sunscreen broad-spectrum secukupnya (2 ruas jari) dan re-apply tiap 2 jam sekali! Jangan lupa ya!

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH