BEAUTY
Kisah Sunscreen: Dulu Dibenci Gara-gara Dempul, Sekarang Dicari Sampai Restock!
Yatin Suleha
Rabu 21 Oktober 2026 / 21:00
- Kalau mengingat-ingat sunscreen zaman sekolah dulu, rasanya kayak pernah trauma ya, Bestie?
- Vibes-nya bener-bener kayak ditempelin semen halus di wajah!
- Tapi coba deh liat rak skincare kamu sekarang. Sunscreen zaman now udah makin canggih dan slay parah!
Jakarta: Kalau mengingat-ingat sunscreen zaman sekolah dulu, rasanya kayak pernah trauma ya, Bestie? Dulu pas kecil atau pas pelajaran olahraga, kalau dipakein sunscreen pasti rasanya tebal, berat, lengket, dan bikin muka langsung dempul putih abu-abu mirip pahlawan super keliru kostum.
Vibes-nya bener-bener kayak ditempelin semen halus di wajah! Tapi coba deh liat rak skincare kamu sekarang. Sunscreen zaman now udah makin canggih dan slay parah!
Teksturnya makin beragam, lightweight, dan anti white cast. Penasaran gak sih gimana sunscreen bisa bertransformasi dari krim putih tebal ala seng oksida kuno sampai jadi gel, powder, dan spray yang cosmetic-friendly? Yuk, kita bedah perjalanannya!
Dulu, pahlawan utama penyaring sinar UV adalah bahan mineral pekat seperti Zinc Oxide dan Titanium Dioxide. Masalah utamanya, teknologi zaman dulu belum bisa menghaluskan partikel mineral ini.
Alhasil, partikelnya menumpuk tebal di atas kulit buat memantulkan sinar matahari. Hasil akhirnya? Muka terasa berat, pori-pori rasanya tersumbat, dan timbul efek white cast parah yang bikin muka terlihat belang kalau kena jepretan kamera. Pokoknya jauh banget dari kata makeup friendly!
Biar pengguna gak kapok, para ahli skincare mulai mengembangkan chemical sunscreen (seperti Avobenzone, Octisalate, dan lainnya).
Berbeda dengan physical sunscreen yang memantulkan sinar UV, tipe chemical ini menyerap sinar UV lalu mengubahnya jadi energi panas yang tidak berbahaya bagi kulit.
Pencapaian ini jadi game changer banget! Karena formulanya menyerap ke dalam kulit, sunscreen jenis ini gak meninggalkan lapisan putih di atas muka. Teksturnya pun bisa dibuat lebih cair ala lotion atau moisturizer harian.
Gak mau kalah, physical sunscreen juga ikut glow up! Lewat inovasi nanoteknologi, partikel Zinc Oxide dan Titanium Dioxide yang tadinya berukuran besar dan padat, kini dipecah jadi ukuran mikro yang super halus.
Hasilnya? Kita bisa dapet perlindungan maksimal ala physical sunscreen yang ramah buat kulit sensitif, tapi tanpa drama muka dempul atau belang-belang lagi!
Masuk ke era K-Beauty dan J-Beauty, tren kulit glowing dan dewy makin merajalela. Sunscreen pun dituntut untuk lebih nyaman dipakai bertumpuk dengan complexion makeup.
Lahir lah inovasi sunscreen berbasis air (water-based) dan gel yang punya sensasi dingin pas dioleskan, cepat meresap, dan gak ninggalin rasa lengket sama sekali.
Bahkan sekarang ada jenis hybrid sunscreen yang menggabungkan keunggulan physical dan chemical sekaligus!
Tantangan terbesar anak muda zaman sekarang itu biasanya pas mau re-apply sunscreen di atas makeup. Masa iya harus hapus makeup dulu, kan?
Tenang, industri skincare paham banget masalah ini! Makanya sekarang muncul berbagai format praktis:
- Sunscreen stick: Tinggal usap, praktis buat touch up tanpa kotor tangan.
- Sunscreen spray: Tinggal semprot-semprot fast & easy, pas banget buat kamu yang serba sibuk di luar ruangan.
- Sunscreen powder: Berfungsi ngunci minyak berlebih di wajah (oil control) sekaligus ngasih perlindungan ekstra dari sinar UV.
Nah, terbukti kan kalau perjalanan sunscreen itu panjang banget demi manjain kulit kita? Sekarang udah gak ada alasan lagi buat males re-apply, Bestie! Kalau kamu sendiri, paling favorit sama tekstur sunscreen yang mana nih?
(TIN)
Vibes-nya bener-bener kayak ditempelin semen halus di wajah! Tapi coba deh liat rak skincare kamu sekarang. Sunscreen zaman now udah makin canggih dan slay parah!
Teksturnya makin beragam, lightweight, dan anti white cast. Penasaran gak sih gimana sunscreen bisa bertransformasi dari krim putih tebal ala seng oksida kuno sampai jadi gel, powder, dan spray yang cosmetic-friendly? Yuk, kita bedah perjalanannya!
1. Era seng oksida tebal: Selamat datang di dunia white cast
Dulu, pahlawan utama penyaring sinar UV adalah bahan mineral pekat seperti Zinc Oxide dan Titanium Dioxide. Masalah utamanya, teknologi zaman dulu belum bisa menghaluskan partikel mineral ini.
Alhasil, partikelnya menumpuk tebal di atas kulit buat memantulkan sinar matahari. Hasil akhirnya? Muka terasa berat, pori-pori rasanya tersumbat, dan timbul efek white cast parah yang bikin muka terlihat belang kalau kena jepretan kamera. Pokoknya jauh banget dari kata makeup friendly!
2. Revolusi chemical sunscreen: Bintang utama tekstur ringan
(Ahli mengembangkan chemical sunscreen bertekstur ringan yang menyerap UV tanpa white cast. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Biar pengguna gak kapok, para ahli skincare mulai mengembangkan chemical sunscreen (seperti Avobenzone, Octisalate, dan lainnya).
Berbeda dengan physical sunscreen yang memantulkan sinar UV, tipe chemical ini menyerap sinar UV lalu mengubahnya jadi energi panas yang tidak berbahaya bagi kulit.
Pencapaian ini jadi game changer banget! Karena formulanya menyerap ke dalam kulit, sunscreen jenis ini gak meninggalkan lapisan putih di atas muka. Teksturnya pun bisa dibuat lebih cair ala lotion atau moisturizer harian.
3. Inovasi nano technology: Physical sunscreen naik kelas
Gak mau kalah, physical sunscreen juga ikut glow up! Lewat inovasi nanoteknologi, partikel Zinc Oxide dan Titanium Dioxide yang tadinya berukuran besar dan padat, kini dipecah jadi ukuran mikro yang super halus.
Hasilnya? Kita bisa dapet perlindungan maksimal ala physical sunscreen yang ramah buat kulit sensitif, tapi tanpa drama muka dempul atau belang-belang lagi!
4. Era modern: Formulasi gel, watery, & hybrid
Masuk ke era K-Beauty dan J-Beauty, tren kulit glowing dan dewy makin merajalela. Sunscreen pun dituntut untuk lebih nyaman dipakai bertumpuk dengan complexion makeup.
Lahir lah inovasi sunscreen berbasis air (water-based) dan gel yang punya sensasi dingin pas dioleskan, cepat meresap, dan gak ninggalin rasa lengket sama sekali.
Bahkan sekarang ada jenis hybrid sunscreen yang menggabungkan keunggulan physical dan chemical sekaligus!
5. Re-apply anywhere: Dari stick, powder, sampai spray
Tantangan terbesar anak muda zaman sekarang itu biasanya pas mau re-apply sunscreen di atas makeup. Masa iya harus hapus makeup dulu, kan?
Tenang, industri skincare paham banget masalah ini! Makanya sekarang muncul berbagai format praktis:
- Sunscreen stick: Tinggal usap, praktis buat touch up tanpa kotor tangan.
- Sunscreen spray: Tinggal semprot-semprot fast & easy, pas banget buat kamu yang serba sibuk di luar ruangan.
- Sunscreen powder: Berfungsi ngunci minyak berlebih di wajah (oil control) sekaligus ngasih perlindungan ekstra dari sinar UV.
Nah, terbukti kan kalau perjalanan sunscreen itu panjang banget demi manjain kulit kita? Sekarang udah gak ada alasan lagi buat males re-apply, Bestie! Kalau kamu sendiri, paling favorit sama tekstur sunscreen yang mana nih?
(TIN)