FITNESS & HEALTH

Senam Zapin untuk Lansia, Gerakan Sederhana yang Bantu Jaga Kekuatan dan Keseimbangan

Elang Riki Yanuar
Senin 24 Agustus 2026 / 09:14
Ringkasnya gini..
  • Senam Zapin dapat membantu lansia melatih kekuatan otot tungkai, koordinasi, dan keseimbangan tubuh melalui gerakan yang ritmis.
  • Instruktur Gian Natasya menyebut Senam Zapin cocok untuk lansia karena gerakannya bisa dimodifikasi sesuai kemampuan dan toleransi tubuh.
  • Holywings Peduli menggelar Senam Zapin di Batam untuk mengajak masyarakat hidup aktif sekaligus mengenalkan kembali budaya Melayu.
Jakarta: Senam Zapin bukan sekadar aktivitas untuk menggerakkan tubuh. Bagi lansia, senam yang mengadaptasi gerakan tari tradisional Melayu ini dapat menjadi pilihan untuk menjaga kebugaran, melatih keseimbangan, sekaligus menikmati aktivitas bersama.

Gerakan Senam Zapin banyak mengandalkan langkah kaki yang ritmis dan teratur. Pola tersebut kemudian dipadukan dengan gerakan tangan serta iringan musik Melayu yang membuat olahraga terasa lebih menyenangkan.

Instruktur senam Gian Natasya menjelaskan bahwa karakter gerakan Zapin dapat membantu melatih otot tungkai, terutama bagian paha dan betis. Gerakan yang dilakukan secara terkontrol juga melibatkan koordinasi antara kaki, tubuh, dan irama.

"Gerakan langkah yang dilakukan berulang dan terkontrol dapat melatih otot tungkai, terutama paha dan betis, sekaligus melatih koordinasi antara kaki, tubuh, dan irama,” kata Gian.

Manfaat lain yang relevan bagi lansia adalah latihan keseimbangan. Gerakan berpindah arah, mengatur pijakan, dan mempertahankan posisi tubuh dapat memberikan stimulus terhadap kemampuan koordinasi dan keseimbangan.

“Gerakan berpindah arah, mengatur pijakan, dan mempertahankan posisi tubuh juga memberikan stimulus terhadap keseimbangan dan koordinasi. Ini menjadi salah satu nilai positif dari senam yang berbasis langkah seperti Zapin,” jelasnya.

Meski begitu, Gian mengingatkan bahwa Senam Zapin tidak dapat menggantikan seluruh jenis latihan yang dibutuhkan lansia. Jika ingin meningkatkan kekuatan otot secara lebih optimal, senam dapat dilengkapi dengan latihan kekuatan sederhana.
“Namun, perlu dibedakan antara melatih dan menguatkan secara optimal. Kalau tujuan utamanya meningkatkan kekuatan otot, terutama pada lansia, senam Zapin sebaiknya dilengkapi latihan kekuatan sederhana seperti sit-to-stand, latihan tungkai, atau latihan dengan beban ringan,” tuturnya.

Dalam satu sesi, Senam Zapin dapat dilakukan selama sekitar 30 hingga 60 menit. Durasi dan intensitasnya tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan setiap peserta agar olahraga tidak justru membebani tubuh.

Senam Zapin juga dapat membantu lansia tetap aktif dalam suasana berkelompok. Interaksi dengan peserta lain dapat memberikan pengalaman sosial yang menyenangkan sekaligus membantu menjaga motivasi untuk rutin berolahraga.

Menurut Gian, gerakan Senam Zapin juga bisa dimodifikasi untuk menyesuaikan kondisi peserta. Lansia tidak harus mengikuti seluruh gerakan dengan intensitas yang sama.

“Cocok untuk lansia bukan berarti semua lansia harus melakukan gerakan dengan intensitas yang sama. Gerakan perlu dimodifikasi berdasarkan kemampuan masing-masing. Kementerian Kesehatan juga menekankan agar latihan lansia dilakukan sesuai toleransi dan tidak dipaksakan,” kata Gian.

Selain aspek kesehatan, Senam Zapin memiliki unsur budaya yang membuatnya berbeda dari senam pada umumnya. Nama Zapin sendiri merujuk pada seni tari tradisional Melayu yang memiliki pengaruh budaya Arab dan dikenal dengan karakter langkah kaki yang mengikuti irama.

Dengan menggabungkan olahraga dan budaya, kegiatan seperti ini dapat menjadi alternatif untuk memperkenalkan tradisi lokal sekaligus mendorong masyarakat agar lebih aktif bergerak.

Konsep tersebut diterapkan dalam kegiatan Senam Zapin yang digelar Holywings Peduli di Tembak Langit Batam, Minggu (23/8). Lebih dari 150 warga Kelurahan Tanjung Uma dan Kelurahan Sungai Jodoh, Kota Batam, mengikuti kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.00 WIB.

Kegiatan tersebut tidak hanya berisi senam. Holywings Peduli juga menghadirkan berbagai permainan, hadiah, serta bantuan fasilitas lingkungan sebagai bagian dari kegiatan sosial yang menyasar masyarakat Batam.

Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami percaya bahwa menjaga kesehatan masyarakat tidak selalu harus dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan. Aktivitas fisik yang menyenangkan seperti Senam Zapin mampu mengajak masyarakat hidup lebih aktif sekaligus melestarikan budaya lokal. Karena itu kami juga menghadirkan berbagai permainan, hadiah, dan bantuan fasilitas lingkungan agar manfaat kegiatan ini dapat dirasakan lebih luas. Semoga kolaborasi seperti ini terus mempererat hubungan antara Holywings Peduli dengan masyarakat Batam,” ujar Andrew Susanto.

Melalui kegiatan tersebut, Holywings Peduli berupaya menggabungkan gaya hidup sehat, pelestarian budaya, hiburan, dan kepedulian sosial dalam satu kegiatan. Senam Zapin pun menjadi salah satu cara untuk mengajak masyarakat, termasuk lansia, tetap aktif dengan aktivitas yang menyenangkan dan dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing.









 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)

MOST SEARCH