FITNESS & HEALTH

Senam Anging Mammiri Bantu Jaga Kesehatan Tulang, Ini Penjelasannya

Elang Riki Yanuar
Senin 26 Oktober 2026 / 17:00
Ringkasnya gini..
  • Senam rutin dapat membantu menjaga kesehatan tulang, melatih keseimbangan, dan mengurangi risiko jatuh, terutama pada lansia.
  • Instruktur Hani menjelaskan senam Anging Mammiri dapat mendukung kebugaran dan kesehatan tulang jika dilakukan rutin serta dikombinasikan dengan latihan kekuatan.
  • Holywings Peduli menggelar Senam Anging Mammiri di Makassar untuk mengajak warga hidup sehat sekaligus melestarikan budaya lokal Sulawesi Selatan.
Jakarta: Senam dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kesehatan tulang, terutama jika dilakukan secara rutin dan dikombinasikan dengan aktivitas fisik yang sesuai. Gerakan yang melatih keseimbangan, kekuatan otot, dan kemampuan tubuh menopang beban berperan penting dalam mendukung kesehatan tulang serta mengurangi risiko jatuh.

Instruktur senam Anging Mammiri, Hani, menjelaskan bahwa aktivitas senam dapat memberikan manfaat bagi kebugaran tubuh, termasuk mendukung kesehatan tulang dan otot. Namun, manfaatnya bergantung pada jenis gerakan, intensitas latihan, serta kondisi fisik setiap orang.

"Senam Anging Mammiri merupakan aktivitas senam yang menggunakan iringan musik, dengan nama yang terinspirasi dari lagu daerah Sulawesi Selatan yang populer, yaitu Anging Mammiri. Senam ini menggabungkan gerakan yang dinamis dan menyenangkan sehingga masyarakat dapat berolahraga sambil menikmati nuansa musik khas daerah," jelas Hani.

Menurut Hani, gerakan dalam senam Anging Mammiri melibatkan sejumlah bagian tubuh, mulai dari leher, bahu, lengan, pinggang, pinggul, hingga kaki. Rangkaian gerakan tersebut membantu melatih kelenturan, koordinasi, keseimbangan, serta daya tahan tubuh.

Jika dilakukan secara teratur dan disesuaikan dengan kemampuan peserta, senam dapat menjadi pilihan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran. Meski demikian, tidak semua jenis senam memberikan dampak yang sama terhadap kepadatan tulang.

Hani menerangkan bahwa aktivitas yang melibatkan beban tubuh, seperti berjalan, melangkah, dan gerakan aerobik tertentu, dapat memberikan rangsangan mekanis pada tulang. Rangsangan tersebut membantu mempertahankan kepadatan tulang sehingga aktivitas fisik menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan tulang.
"Senam dapat membantu menjaga kesehatan tulang, tetapi efektivitasnya bergantung pada jenis gerakan dan intensitas latihan. Gerakan yang melibatkan aktivitas menahan beban tubuh, seperti berjalan, melangkah, atau gerakan aerobik tertentu, dapat memberikan rangsangan mekanis pada tulang yang membantu mempertahankan kepadatan tulang," paparnya.

Selain mendukung kesehatan tulang, latihan yang melibatkan keseimbangan dan kekuatan otot juga dapat membantu mengurangi risiko jatuh, khususnya pada kelompok lanjut usia. Hal ini penting karena jatuh menjadi salah satu faktor risiko terjadinya patah tulang, terutama pada orang yang mengalami osteoporosis.

Namun, senam dengan gerakan ringan atau tanpa beban belum tentu cukup untuk meningkatkan kepadatan tulang secara signifikan. Karena itu, Hani menyarankan agar aktivitas senam dilengkapi dengan latihan kekuatan dan aktivitas menahan beban yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Bagi orang yang telah mengalami osteoporosis, pemilihan gerakan perlu mendapat perhatian khusus. Gerakan membungkuk atau memutar tulang belakang secara ekstrem sebaiknya dihindari apabila tidak direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Konsultasi dengan dokter atau fisioterapis dapat membantu menentukan jenis latihan yang lebih aman.

Dari sisi durasi, orang dewasa dianjurkan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu. Target tersebut dapat dicapai melalui olahraga sekitar 30 menit sehari selama lima hari dalam seminggu, termasuk dengan menjadikan senam sebagai salah satu pilihan aktivitas.

Meski demikian, durasi dan frekuensi olahraga perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan tingkat kebugaran. Pemula maupun kelompok lanjut usia dapat memulai latihan dengan durasi lebih pendek, kemudian meningkatkannya secara bertahap sesuai kemampuan.

Hani juga menjelaskan bahwa jumlah kalori yang terbakar saat melakukan senam Anging Mammiri tidak sama pada setiap orang. Berat badan, durasi latihan, intensitas gerakan, dan kondisi fisik menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi pembakaran kalori.

Sebagai gambaran, seseorang dengan berat badan sekitar 60 kilogram dapat membakar sekitar 120 hingga 200 kalori dalam 30 menit senam berintensitas sedang hingga cukup tinggi. Angka tersebut merupakan perkiraan umum, bukan hasil pengukuran khusus untuk senam Anging Mammiri.

"Yang terpenting bukan semata-mata jumlah kalori yang terbakar, melainkan konsistensi berolahraga agar tubuh tetap aktif, otot terjaga, keseimbangan terlatih, dan kesehatan tulang mendapatkan dukungan yang optimal," ungkap Hani.

Pentingnya aktivitas fisik untuk menjaga kesehatan tulang juga menjadi bagian dari kegiatan Senam Anging Mammiri yang diselenggarakan Holywings Peduli di Elite Makassar, Minggu, 25 Oktober 2026.

Kegiatan ini berlangsung berdekatan dengan peringatan Hari Osteoporosis Sedunia pada 20 Oktober. Momentum tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan tulang sejak dini melalui olahraga rutin, pemenuhan kebutuhan kalsium dan vitamin D, serta konsumsi makanan bergizi seimbang.

Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus mempererat hubungan sosial.

“Bagi Holywings Peduli, kegiatan sosial bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga bagaimana kami bisa hadir dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Melalui Senam Anging Mammiri, kami ingin mengajak warga untuk lebih aktif bergerak, menjaga kesehatan, sekaligus melestarikan budaya lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Makassar,” ujar Andrew Susanto.

Ia menambahkan, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi langkah awal untuk membangun pola hidup sehat. Selain menggelar senam bersama, Holywings Peduli juga menyalurkan bantuan berupa dua unit tenda portabel, 80 kursi, speaker portabel Megablast dengan dua mikrofon nirkabel, serta TOA genggam yang dilengkapi sirene.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan tulang melalui aktivitas fisik yang sesuai dengan kemampuan. Senam dapat menjadi salah satu pilihan untuk menjaga kebugaran, tetapi manfaatnya akan lebih optimal jika disertai latihan kekuatan, aktivitas menahan beban, asupan gizi seimbang, dan kebiasaan hidup sehat.







 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)

MOST SEARCH