FITNESS & HEALTH
Kesehatan Tulang Sering Diabaikan, Padahal Risiko Sudah Mengintai di Usia Muda
A. Firdaus
Sabtu 11 April 2026 / 18:12
- Rendahnya kesadaran masyarakat dinilai menjadi salah satu penyebab tingginya risiko gangguan tulang di usia produktif.
- Kesehatan tulang merupakan investasi jangka panjang.
- Konsumsi kalsium masyarakat Indonesia masih jauh dari kebutuhan harian.
Jakarta: Kesehatan tulang masih sering dianggap sebagai masalah yang hanya dialami oleh lansia. Padahal, menjaga kekuatan tulang justru harus dimulai sejak usia muda, terutama saat masa pembentukan tulang berada di puncaknya.
Hal ini menjadi perhatian PT Kalbe Farma Tbk yang terus mendorong edukasi pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak dini. Rendahnya kesadaran masyarakat dinilai menjadi salah satu penyebab tingginya risiko gangguan tulang di usia produktif.
Berdasarkan data Persatuan Osteoporosis Indonesia, lebih dari 41,7 persen masyarakat Indonesia mengalami osteopenia atau kepadatan tulang rendah. Kondisi ini merupakan tahap awal sebelum osteoporosis dan sering kali tidak disadari.
Medical & Pharmacovigilance Manager Kalbe, Lyon Clement, menjelaskan bahwa puncak kepadatan tulang terjadi pada usia 18 hingga 30 tahun. Setelah itu, kepadatan tulang akan menurun secara bertahap.
“Kesehatan tulang merupakan investasi jangka panjang. Jika tidak dijaga sejak usia muda, risiko osteoporosis di masa depan akan meningkat,” ujarnya.
Pembentukan dan kekuatan tulang sangat dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup. Asupan kalsium dan vitamin D menjadi faktor utama yang berperan dalam menjaga kepadatan tulang.
Sayangnya, konsumsi kalsium masyarakat Indonesia masih jauh dari kebutuhan harian yang dianjurkan, yaitu sekitar 800 hingga 1.000 mg per hari untuk orang dewasa.
Selain itu, gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik juga turut mempercepat penurunan massa tulang. Kebiasaan jarang bergerak, terlalu lama duduk, hingga kurang olahraga menjadi faktor risiko yang kerap diabaikan.
Kalbe menekankan bahwa edukasi sejak dini sangat penting untuk mencegah gangguan tulang di masa depan. Upaya sederhana seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan tinggi kalsium, serta mencukupi kebutuhan vitamin D dapat membantu menjaga kesehatan tulang.
Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, kesadaran untuk menjaga kesehatan tulang perlu terus ditingkatkan, terutama di kalangan usia produktif.
Dengan langkah yang tepat dan konsisten, risiko osteopenia hingga osteoporosis dapat dicegah sejak dini, sehingga kualitas hidup tetap terjaga di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Hal ini menjadi perhatian PT Kalbe Farma Tbk yang terus mendorong edukasi pentingnya menjaga kesehatan tulang sejak dini. Rendahnya kesadaran masyarakat dinilai menjadi salah satu penyebab tingginya risiko gangguan tulang di usia produktif.
Berdasarkan data Persatuan Osteoporosis Indonesia, lebih dari 41,7 persen masyarakat Indonesia mengalami osteopenia atau kepadatan tulang rendah. Kondisi ini merupakan tahap awal sebelum osteoporosis dan sering kali tidak disadari.
Medical & Pharmacovigilance Manager Kalbe, Lyon Clement, menjelaskan bahwa puncak kepadatan tulang terjadi pada usia 18 hingga 30 tahun. Setelah itu, kepadatan tulang akan menurun secara bertahap.
“Kesehatan tulang merupakan investasi jangka panjang. Jika tidak dijaga sejak usia muda, risiko osteoporosis di masa depan akan meningkat,” ujarnya.
Nutrisi dan Aktivitas Jadi Kunci
Pembentukan dan kekuatan tulang sangat dipengaruhi oleh pola makan dan gaya hidup. Asupan kalsium dan vitamin D menjadi faktor utama yang berperan dalam menjaga kepadatan tulang.
Sayangnya, konsumsi kalsium masyarakat Indonesia masih jauh dari kebutuhan harian yang dianjurkan, yaitu sekitar 800 hingga 1.000 mg per hari untuk orang dewasa.
Selain itu, gaya hidup sedentari atau minim aktivitas fisik juga turut mempercepat penurunan massa tulang. Kebiasaan jarang bergerak, terlalu lama duduk, hingga kurang olahraga menjadi faktor risiko yang kerap diabaikan.
Pentingnya Edukasi Sejak Dini
Kalbe menekankan bahwa edukasi sejak dini sangat penting untuk mencegah gangguan tulang di masa depan. Upaya sederhana seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan tinggi kalsium, serta mencukupi kebutuhan vitamin D dapat membantu menjaga kesehatan tulang.
Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, kesadaran untuk menjaga kesehatan tulang perlu terus ditingkatkan, terutama di kalangan usia produktif.
Dengan langkah yang tepat dan konsisten, risiko osteopenia hingga osteoporosis dapat dicegah sejak dini, sehingga kualitas hidup tetap terjaga di masa depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)