FITNESS & HEALTH

Wamenkes Dante Dorong Layanan Fertilitas yang Humanis dan Modern

Yatin Suleha
Rabu 27 Mei 2026 / 07:05
Ringkasnya gini..
  • Perjalanan menuju kehamilan bagi pejuang garis dua dengan gangguan kesuburan itu bukan cuma soal ikhtiar medis biasa lho.
  • Ini adalah perjuangan hati buat terus merawat harapan yang ada.
  • Hal inilah yang ditekankan oleh Wamenkes Dante saat menghadiri acara re-launching Klinik Yasmin Reproductive Cluster di RSCM Kencana.
Jakarta: Perjalanan menuju kehamilan bagi pejuang garis dua dengan gangguan kesuburan itu bukan cuma soal ikhtiar medis biasa lho. Ini adalah perjuangan hati buat terus merawat harapan yang ada.

Hal inilah yang ditekankan oleh Wamenkes RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, saat menghadiri acara re-launching Klinik Yasmin Reproductive Cluster di RSCM Kencana, Jakarta, pada Selasa kemarin.

Menurutnya, layanan fertilitas memang sudah sepatutnya berjalan beriringan dengan empati yang tinggi.

Perjalanan menuju kehamilan bagi pasangan yang mengalami gangguan kesuburan bukanlah sekadar upaya medis, melainkan sebuah perjuangan merawat harapan. 
 
“Pernahkah kita membayangkan betapa beratnya perjalanan sepasang suami istri yang datang ke klinik fertilitas? Mereka datang bukan untuk berobat dari sakit fisik, tetapi memperjuangkan sebuah kehidupan yang belum hadir. Di sinilah layanan fertilitas berbeda; yang kita rawat bukan hanya tubuh, tetapi juga jiwa dan harapan,” ujar Wamenkes Dante saat menyampaikan sambutan.

Harapan yang diperjuangkan tersebut selaras dengan besarnya tantangan infertilitas saat ini. Secara global, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2025 mencatat sekitar 17,5% populasi dewasa atau 1 dari 6 orang di dunia mengalami infertilitas.

Di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, infertilitas dialami oleh 10-15% pasangan usia subur. Artinya, ada sekitar 4 hingga 6 juta dari total 39,8 juta pasangan usia subur di Tanah Air yang membutuhkan intervensi medis untuk bisa mendapatkan keturunan. 

Tantangan ini menjadi perhatian serius, terlebih Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate/TFR) di Indonesia berada di angka 2,14 anak per perempuan pada tahun 2023 berdasarkan data BKKBN.


(Data WHO 2025 mencatat sekitar 17,5% populasi dewasa atau 1 dari 6 orang di dunia mengalami infertilitas. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Wamenkes Dante menambahkan, angka fertilitas total ini perlu dijaga demi mempersiapkan generasi masa depan yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

"Kalau nanti generasi ini pertumbuhannya bagus, maka kita akan punya usia produktif yang bagus di tahun 2045 yang disebut sebagai masa Indonesia Emas. Ini harus dijaga kualitasnya," tambah Wamenkes Dante.

Respons masyarakat terhadap layanan Teknologi Reproduksi Berbantu (TRB) atau bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) sendiri terus meningkat pesat.

Jumlah pasien secara nasional naik signifikan dari 23 ribu pasien pada 2021 menjadi 36 ribu pasien pada 2024. Saat ini, Indonesia memiliki 59 rumah sakit di 15 provinsi yang telah mengantongi izin layanan IVF, di mana RSCM menjadi salah satu pelopornya melalui Klinik Yasmin.

Klinik Reproductive Cluster tersebut memiliki delapan layanan utama, meliputi infertilitas dan bayi tabung (Yasmin IVF), gangguan haid, endometriosis, sindrom ovarium polikistik (PCOS), keguguran berulang, ginekologi remaja, menopause, hingga preservasi fertilitas.

Sepanjang 2025, Klinik Yasmin mencatat 95 kehamilan dari 221 siklus program yang dijalankan. Layanan ini didukung oleh tenaga medis di bidang obstetri, ginekologi, serta andrologi, termasuk para guru besar dengan pengalaman klinis yang luas.
 
Pengembangan layanan juga dilakukan melalui pendampingan pasien oleh konselor perawat selama proses stimulasi, sistem satu pasien satu perawat, kolaborasi dengan layanan akupunktur, pengembangan layanan endometriosis dan PCOS, serta pembentukan pusat layanan keguguran berulang.

Melalui peluncuran kembali ini, RSCM Kencana diharapkan dapat menghadirkan layanan fertilitas yang lebih dekat, humanis, dan berbasis teknologi modern bagi masyarakat Indonesia, sehingga mampu membantu lebih banyak pasangan mendapatkan penanganan yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH