FITNESS & HEALTH
Histeroskopi: Alat Penting untuk Mengungkap Rahasia Infertilitas Wanita
A. Firdaus
Sabtu 22 November 2025 / 13:06
Jakarta: Infertilitas atau masalah kesuburan pada wanita sering kali disebabkan oleh berbagai kondisi pada organ reproduksi yang sulit dideteksi melalui pemeriksaan rutin. Oleh karena itu, diperlukan teknik yang dapat memberikan pandangan langsung ke dalam rongga uterus.
Histeroskopi merupakan prosedur invasif minimal yang memungkinkan dokter untuk memeriksa, mendiagnosis, dan bahkan mengatasi abnormalitas rahim dalam satu sesi.
Menurut Dr. dr. Gita Pratama, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., M.Rep.Sc, seorang Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi di RS Pondok Indah IVF Centre, histeroskopi bukan hanya alat diagnosis, tetapi juga metode terapi yang efektif untuk mengatasi berbagai gangguan di dalam rongga rahim.
Histeroskopi, seperti yang dijelaskan dr. Gita adalah sebuah prosedur medis yang menggunakan alat kecil berupa kamera dan sumber cahaya untuk 'mengintip' ke dalam rongga rahim.
Alat ini dimasukkan melalui vagina tanpa perlu membuat sayatan di perut, sehingga pasien tidak perlu menjalani operasi besar. Gambar dari kamera tersebut ditampilkan di layar TV, memungkinkan dokter melihat kondisi di dalam rahim secara langsung.
"Ini seperti teropong untuk rahim. Kita bisa melihat apa yang terjadi di sana tanpa harus membuka tubuh pasien," kata dr. Gita dalam acara Media Discussion RS Pondok Indah Group - Peran Histeroskopi dalam Penanganan Infertilitas di Jakarta.
Prosedur ini terbagi menjadi dua jenis utama. Yang pertama adalah office hysteroscopy yang dilakukan di klinik tanpa bius total. Pasien mungkin diberi obat ringan untuk mengurangi rasa tidak nyaman, dan seluruh proses hanya memakan waktu 10-15 menit. Setelah itu, pasien bisa langsung pulang ke rumah.
Jenis kedua adalah operative hysteroscopy yang lebih kompleks dan memerlukan bius karena melibatkan pengangkatan jaringan atau perbaikan kondisi tertentu. Proses ini bisa berlangsung hingga satu jam, dan pasien harus dirawat lebih lama untuk pemulihan.
Kemudian, dr. Gita menekankan bahwa banyak masalah kesuburan wanita berasal dari rongga rahim, yang sering kali tidak terdeteksi melalui pemeriksaan luar biasa.
"Banyak pasien datang dengan keluhan tidak ada gejala yang jelas, tapi ternyata ada masalah di dalam," ujarnya.
Prosedur ini memungkinkan deteksi dini, seperti polip atau tumor kecil, sebelum mereka berkembang menjadi masalah besar. Selain itu, histeroskopi membantu mencegah komplikasi seperti keguguran berulang atau kesulitan hamil meski sudah menjalani program bayi tabung (IVF).
Indikasi untuk melakukan histeroskopi juga sangat spesifik. dr. Gita menyebutkan beberapa kondisi yang membuat dokter merekomendasikan prosedur ini.
Pertama, jika ada kecurigaan adanya polip atau tumor berdasarkan hasil USG (ultrasonografi). Meski USG berguna, akurasinya tidak 100%, sehingga histeroskopi diperlukan untuk konfirmasi.
Kedua, perdarahan rahim yang tidak normal, seperti flek-flek di luar siklus menstruasi biasa, perdarahan berlebihan, atau menstruasi yang berlangsung lebih dari seminggu.
Ketiga, keguguran berulang, di mana pasien sering hamil tapi gagal mempertahankan kehamilan hingga trimester pertama. Keempat, infertilitas yang tidak dapat dijelaskan, di mana semua pemeriksaan lain seperti hormon, saluran tuba, dan ovulasi sudah normal.
Terakhir, kegagalan IVF berulang, di mana embrio berkualitas baik tapi tetap gagal menempel di rahim.
Melalui histeroskopi, berbagai kelainan rongga rahim dapat diidentifikasi dan ditangani. Salah satu yang paling umum adalah polip endometrium, yaitu tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Histeroskopi merupakan prosedur invasif minimal yang memungkinkan dokter untuk memeriksa, mendiagnosis, dan bahkan mengatasi abnormalitas rahim dalam satu sesi.
Menurut Dr. dr. Gita Pratama, Sp. O.G, Subsp. F.E.R., M.Rep.Sc, seorang Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi di RS Pondok Indah IVF Centre, histeroskopi bukan hanya alat diagnosis, tetapi juga metode terapi yang efektif untuk mengatasi berbagai gangguan di dalam rongga rahim.
Histeroskopi, seperti yang dijelaskan dr. Gita adalah sebuah prosedur medis yang menggunakan alat kecil berupa kamera dan sumber cahaya untuk 'mengintip' ke dalam rongga rahim.
Alat ini dimasukkan melalui vagina tanpa perlu membuat sayatan di perut, sehingga pasien tidak perlu menjalani operasi besar. Gambar dari kamera tersebut ditampilkan di layar TV, memungkinkan dokter melihat kondisi di dalam rahim secara langsung.
"Ini seperti teropong untuk rahim. Kita bisa melihat apa yang terjadi di sana tanpa harus membuka tubuh pasien," kata dr. Gita dalam acara Media Discussion RS Pondok Indah Group - Peran Histeroskopi dalam Penanganan Infertilitas di Jakarta.
Prosedur ini terbagi menjadi dua jenis utama. Yang pertama adalah office hysteroscopy yang dilakukan di klinik tanpa bius total. Pasien mungkin diberi obat ringan untuk mengurangi rasa tidak nyaman, dan seluruh proses hanya memakan waktu 10-15 menit. Setelah itu, pasien bisa langsung pulang ke rumah.
Jenis kedua adalah operative hysteroscopy yang lebih kompleks dan memerlukan bius karena melibatkan pengangkatan jaringan atau perbaikan kondisi tertentu. Proses ini bisa berlangsung hingga satu jam, dan pasien harus dirawat lebih lama untuk pemulihan.
Mengapa histeroskopi begitu penting dalam dunia infertilitas?
Kemudian, dr. Gita menekankan bahwa banyak masalah kesuburan wanita berasal dari rongga rahim, yang sering kali tidak terdeteksi melalui pemeriksaan luar biasa.
"Banyak pasien datang dengan keluhan tidak ada gejala yang jelas, tapi ternyata ada masalah di dalam," ujarnya.
Prosedur ini memungkinkan deteksi dini, seperti polip atau tumor kecil, sebelum mereka berkembang menjadi masalah besar. Selain itu, histeroskopi membantu mencegah komplikasi seperti keguguran berulang atau kesulitan hamil meski sudah menjalani program bayi tabung (IVF).
Kondisi yang harus dilakukan histeroskopi
Indikasi untuk melakukan histeroskopi juga sangat spesifik. dr. Gita menyebutkan beberapa kondisi yang membuat dokter merekomendasikan prosedur ini.
Pertama, jika ada kecurigaan adanya polip atau tumor berdasarkan hasil USG (ultrasonografi). Meski USG berguna, akurasinya tidak 100%, sehingga histeroskopi diperlukan untuk konfirmasi.
Kedua, perdarahan rahim yang tidak normal, seperti flek-flek di luar siklus menstruasi biasa, perdarahan berlebihan, atau menstruasi yang berlangsung lebih dari seminggu.
Ketiga, keguguran berulang, di mana pasien sering hamil tapi gagal mempertahankan kehamilan hingga trimester pertama. Keempat, infertilitas yang tidak dapat dijelaskan, di mana semua pemeriksaan lain seperti hormon, saluran tuba, dan ovulasi sudah normal.
Terakhir, kegagalan IVF berulang, di mana embrio berkualitas baik tapi tetap gagal menempel di rahim.
Melalui histeroskopi, berbagai kelainan rongga rahim dapat diidentifikasi dan ditangani. Salah satu yang paling umum adalah polip endometrium, yaitu tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)