FITNESS & HEALTH
Suka Cari Validasi? Kenali Tanda Red Flag Nyata NPD
A. Firdaus
Kamis 25 Juni 2026 / 18:00
- NPD bukan sekadar sifat narsis biasa, tapi merupakan gangguan kepribadian.
- NPD (Narcissistic Personality Disorder) adalah gangguan mental, yang ditandai dengan pola perilaku mementingkan diri sendiri secara berlebihan
- Salah satu ciri paling menonjol, yaitu rendahnya kemampuan memahami perasaan dan kebutuhan orang lain.
Jakarta: Belakangan ini istilah NPD (Narcissistic Personality Disorder), semakin sering muncul di media sosial dan digunakan untuk menggambarkan seseorang, yang dianggap terlalu percaya diri atau suka menjadi pusat perhatian.
Padahal, NPD bukan sekadar sifat narsis biasa. Kondisi ini merupakan gangguan kepribadian, yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan orang lain dalam jangka panjang.
Meski sering terlihat sangat percaya diri dan merasa unggul, di balik sikap tersebut biasanya terdapat harga diri, yang rapuh serta kebutuhan besar untuk mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar.
NPD (Narcissistic Personality Disorder) adalah gangguan mental, yang ditandai dengan pola perilaku mementingkan diri sendiri secara berlebihan, kebutuhan tinggi akan pujian dan validasi, serta rendahnya kemampuan untuk berempati terhadap orang lain. Kondisi ini dapat memengaruhi hubungan sosial, kehidupan pribadi, hingga lingkungan kerja.
Ciri-ciri kepribadian NPD
Pujian dan perhatian dari orang lain menjadi kebutuhan yang sangat penting. Mereka sering merasa tidak puas, jika tidak mendapatkan apresiasi atau pengakuan atas apa yang dilakukan.
Salah satu ciri paling menonjol, yaitu rendahnya kemampuan memahami perasaan dan kebutuhan orang lain. Akibatnya, mereka sering terlihat kurang peduli terhadap dampak perilakunya terhadap orang di sekitar.

(Pujian dan perhatian dari orang lain menjadi kebutuhan yang sangat penting, Foto: Dok. Pexels.com)
Orang dengan NPD, biasanya memiliki rasa entitlement yang tinggi. Mereka berharap diperlakukan secara istimewa dan merasa aturan, yang berlaku untuk orang lain tidak selalu berlaku bagi dirinya.
Dalam beberapa situasi, mereka dapat menggunakan hubungan atau kedekatan dengan orang lain, demi mencapai kepentingan pribadi. Fokus utama, sering kali tertuju pada keuntungan yang bisa diperoleh.
Meski tampak kuat dan percaya diri, kritik kecil sekalipun bisa memicu reaksi yang besar. Mereka dapat menjadi marah, defensif, tersinggung, atau bahkan merasa sangat terpuruk, ketika menerima masukan yang tidak sesuai harapan.
Perilaku sombong, meremehkan orang lain, atau merasa paling benar sering terlihat dalam interaksi sehari-hari. Sikap ini muncul karena keyakinan, bahwa dirinya lebih unggul dibandingkan orang lain.
Perasaan iri terhadap pencapaian orang lain, juga cukup umum terjadi. Di sisi lain, mereka sering meyakini bahwa orang lain, sebenarnya iri terhadap kesuksesan atau kelebihan yang dimilikinya.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)
Padahal, NPD bukan sekadar sifat narsis biasa. Kondisi ini merupakan gangguan kepribadian, yang memengaruhi cara seseorang berpikir, merasakan, dan berinteraksi dengan orang lain dalam jangka panjang.
Meski sering terlihat sangat percaya diri dan merasa unggul, di balik sikap tersebut biasanya terdapat harga diri, yang rapuh serta kebutuhan besar untuk mendapatkan pengakuan dari lingkungan sekitar.
Apa Itu NPD?
NPD (Narcissistic Personality Disorder) adalah gangguan mental, yang ditandai dengan pola perilaku mementingkan diri sendiri secara berlebihan, kebutuhan tinggi akan pujian dan validasi, serta rendahnya kemampuan untuk berempati terhadap orang lain. Kondisi ini dapat memengaruhi hubungan sosial, kehidupan pribadi, hingga lingkungan kerja.
Ciri-ciri kepribadian NPD
1. Merasa diri paling hebat
Orang dengan NPD, cenderung memandang dirinya sebagai sosok yang istimewa. Mereka sering membesar-besarkan kemampuan, prestasi, atau pengalaman hidupnya dan merasa berada di atas kebanyakan orang.
2. Selalu mencari pengakuan
Pujian dan perhatian dari orang lain menjadi kebutuhan yang sangat penting. Mereka sering merasa tidak puas, jika tidak mendapatkan apresiasi atau pengakuan atas apa yang dilakukan.
3. Sulit berempati
Salah satu ciri paling menonjol, yaitu rendahnya kemampuan memahami perasaan dan kebutuhan orang lain. Akibatnya, mereka sering terlihat kurang peduli terhadap dampak perilakunya terhadap orang di sekitar.
4. Merasa berhak mendapat perlakuan khusus

(Pujian dan perhatian dari orang lain menjadi kebutuhan yang sangat penting, Foto: Dok. Pexels.com)
Orang dengan NPD, biasanya memiliki rasa entitlement yang tinggi. Mereka berharap diperlakukan secara istimewa dan merasa aturan, yang berlaku untuk orang lain tidak selalu berlaku bagi dirinya.
5. Cenderung memanfaatkan orang lain
Dalam beberapa situasi, mereka dapat menggunakan hubungan atau kedekatan dengan orang lain, demi mencapai kepentingan pribadi. Fokus utama, sering kali tertuju pada keuntungan yang bisa diperoleh.
6. Sangat sensitif terhadap kritik
Meski tampak kuat dan percaya diri, kritik kecil sekalipun bisa memicu reaksi yang besar. Mereka dapat menjadi marah, defensif, tersinggung, atau bahkan merasa sangat terpuruk, ketika menerima masukan yang tidak sesuai harapan.
7. Menunjukkan sikap arogan
Perilaku sombong, meremehkan orang lain, atau merasa paling benar sering terlihat dalam interaksi sehari-hari. Sikap ini muncul karena keyakinan, bahwa dirinya lebih unggul dibandingkan orang lain.
8. Mudah merasa iri
Perasaan iri terhadap pencapaian orang lain, juga cukup umum terjadi. Di sisi lain, mereka sering meyakini bahwa orang lain, sebenarnya iri terhadap kesuksesan atau kelebihan yang dimilikinya.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)