- Saat mencari parfum, dua istilah yang paling sering muncul adalah Eau de Parfum (EDP) dan Eau de Toilette (EDT).
- Kandungan minyak yang lebih tinggi membuat EDP mampu bertahan sekitar 6–8 jam, atau bahkan lebih lama pada beberapa jenis parfum.
- EDT atau Eau de Toilette adalah jenis parfum dengan konsentrasi minyak wangi yang lebih ringan, umumnya berada di kisaran 5% hingga 15%.
Jakarta: Saat mencari parfum, dua istilah yang paling sering muncul adalah Eau de Parfum (EDP) dan Eau de Toilette (EDT). Banyak orang mengira perbedaannya hanya terletak pada nama, padahal keduanya memiliki karakter yang cukup berbeda.
Mulai dari kadar minyak parfum, ketahanan aroma, hingga kesan wangi yang dihasilkan, semua memengaruhi pengalaman saat digunakan.
Memahami perbedaan antara EDP dan EDT bisa membantu menentukan jenis parfum, yang paling sesuai dengan kebutuhan. Ada yang lebih cocok dipakai untuk aktivitas seharian, ada juga yang ideal untuk acara formal atau penggunaan malam hari.
4 Hack Parfum Biar Gak Cuma Numpang Lewat Doang
EDP merupakan singkatan dari Eau de Parfum. Istilah ini berasal dari bahasa Prancis, di mana "Eau" berarti air dan "Parfum" berarti wewangian. EDP adalah larutan parfum yang mengandung campuran air, alkohol, dan minyak parfum dengan konsentrasi yang cukup tinggi, dibandingkan jenis parfum lainnya.
Karena kadar minyak wanginya lebih banyak, aroma EDP cenderung lebih pekat, kaya, dan bertahan lebih lama di kulit.
Sedangkan EDT atau Eau de Toilette, adalah jenis parfum dengan konsentrasi minyak wangi yang lebih ringan, umumnya berada di kisaran 5% hingga 15%. Karakter aromanya lebih segar dan ringan, sehingga cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Karena kandungan minyak parfum lebih sedikit dan kadar alkohol lebih tinggi, wanginya cenderung lebih cepat menguap dibandingkan EDP.
Perbedaan EDP dan EDT

(Karena kadar minyak wanginya lebih banyak, aroma EDP cenderung lebih pekat, kaya, dan bertahan lebih lama di kulit, Foto: Dok. Pexels.com)
Eau de Parfum (EDP), memiliki konsentrasi minyak parfum sekitar 15–20%, sehingga menghasilkan aroma yang lebih kuat dan tahan lama.
Sementara itu, Eau de Toilette (EDT) mengandung minyak parfum sekitar 5–15%, sehingga wanginya terasa lebih ringan dan menyegarkan.
Kandungan minyak yang lebih tinggi membuat EDP mampu bertahan sekitar 6–8 jam, atau bahkan lebih lama pada beberapa jenis parfum.
Sebaliknya, EDT biasanya bertahan sekitar 3–5 jam, meskipun beberapa produk bisa bertahan hingga 2–4 jam, tergantung kondisi kulit dan lingkungan.
EDP memiliki aroma yang lebih intens, dalam, dan berkarakter. Wanginya cenderung terasa mewah serta mudah tercium, meski hanya digunakan dalam jumlah sedikit.
Di sisi lain, EDT menawarkan aroma yang lebih ringan, bersih, dan segar. Kesan yang diberikan biasanya lebih santai dan tidak terlalu tajam, saat pertama kali disemprotkan.
EDP ideal digunakan untuk acara formal, pertemuan penting, kegiatan malam hari, atau saat berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama.
EDT lebih cocok untuk aktivitas kasual, bekerja, kuliah, olahraga ringan, maupun penggunaan di cuaca panas, karena memberikan sensasi segar yang nyaman.
Karena mengandung konsentrasi minyak parfum yang lebih tinggi, EDP umumnya dibanderol dengan harga yang lebih mahal.
Sementara itu, EDT cenderung lebih terjangkau, sehingga menjadi pilihan favorit untuk penggunaan sehari-hari.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Mulai dari kadar minyak parfum, ketahanan aroma, hingga kesan wangi yang dihasilkan, semua memengaruhi pengalaman saat digunakan.
Memahami perbedaan antara EDP dan EDT bisa membantu menentukan jenis parfum, yang paling sesuai dengan kebutuhan. Ada yang lebih cocok dipakai untuk aktivitas seharian, ada juga yang ideal untuk acara formal atau penggunaan malam hari.
Baca Juga :
4 Hack Parfum Biar Gak Cuma Numpang Lewat Doang
EDP merupakan singkatan dari Eau de Parfum. Istilah ini berasal dari bahasa Prancis, di mana "Eau" berarti air dan "Parfum" berarti wewangian. EDP adalah larutan parfum yang mengandung campuran air, alkohol, dan minyak parfum dengan konsentrasi yang cukup tinggi, dibandingkan jenis parfum lainnya.
Karena kadar minyak wanginya lebih banyak, aroma EDP cenderung lebih pekat, kaya, dan bertahan lebih lama di kulit.
Sedangkan EDT atau Eau de Toilette, adalah jenis parfum dengan konsentrasi minyak wangi yang lebih ringan, umumnya berada di kisaran 5% hingga 15%. Karakter aromanya lebih segar dan ringan, sehingga cocok digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
Karena kandungan minyak parfum lebih sedikit dan kadar alkohol lebih tinggi, wanginya cenderung lebih cepat menguap dibandingkan EDP.
Perbedaan EDP dan EDT
1. Konsentrasi minyak wangi

(Karena kadar minyak wanginya lebih banyak, aroma EDP cenderung lebih pekat, kaya, dan bertahan lebih lama di kulit, Foto: Dok. Pexels.com)
Eau de Parfum (EDP), memiliki konsentrasi minyak parfum sekitar 15–20%, sehingga menghasilkan aroma yang lebih kuat dan tahan lama.
Sementara itu, Eau de Toilette (EDT) mengandung minyak parfum sekitar 5–15%, sehingga wanginya terasa lebih ringan dan menyegarkan.
2. Ketahanan aroma
Kandungan minyak yang lebih tinggi membuat EDP mampu bertahan sekitar 6–8 jam, atau bahkan lebih lama pada beberapa jenis parfum.
Sebaliknya, EDT biasanya bertahan sekitar 3–5 jam, meskipun beberapa produk bisa bertahan hingga 2–4 jam, tergantung kondisi kulit dan lingkungan.
3. Karakter wangi
EDP memiliki aroma yang lebih intens, dalam, dan berkarakter. Wanginya cenderung terasa mewah serta mudah tercium, meski hanya digunakan dalam jumlah sedikit.
Di sisi lain, EDT menawarkan aroma yang lebih ringan, bersih, dan segar. Kesan yang diberikan biasanya lebih santai dan tidak terlalu tajam, saat pertama kali disemprotkan.
4. Penggunaan yang cocok
EDP ideal digunakan untuk acara formal, pertemuan penting, kegiatan malam hari, atau saat berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama.
EDT lebih cocok untuk aktivitas kasual, bekerja, kuliah, olahraga ringan, maupun penggunaan di cuaca panas, karena memberikan sensasi segar yang nyaman.
5. Harga
Karena mengandung konsentrasi minyak parfum yang lebih tinggi, EDP umumnya dibanderol dengan harga yang lebih mahal.
Sementara itu, EDT cenderung lebih terjangkau, sehingga menjadi pilihan favorit untuk penggunaan sehari-hari.
Secillia Nur Hafifah
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)