FITNESS & HEALTH

Si Kecil Lahir Kepagian, Parents Jangan Skip 5 Risiko Ini

A. Firdaus
Selasa 11 Agustus 2026 / 09:18
Ringkasnya gini..
  • Bayi prematur ekstrem merupakan bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 28 minggu.
  • bayi prematur ekstrem umumnya membutuhkan perawatan intensif di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
  • Kelahiran prematur ekstrem memang membuat si kecil membutuhkan perhatian ekstra.
Jakarta: Setiap orang tua tentu berharap si kecil bisa tumbuh sehat setelah lahir. Namun, perjalanan tersebut bisa sedikit berbeda bagi bayi yang lahir jauh sebelum waktunya, terutama bayi prematur ekstrem.

Bayi prematur ekstrem merupakan bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 28 minggu. Pada usia tersebut, sejumlah organ penting seperti paru-paru, otak, sistem pencernaan, dan sistem kekebalan tubuh masih dalam proses perkembangan.

Karena itu, bayi prematur ekstrem umumnya membutuhkan perawatan intensif di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Perawatan ini bertujuan membantu fungsi organ tubuh sekaligus memantau kondisi bayi hingga cukup matang untuk menjalani kehidupan di luar rumah sakit.
Kabar baiknya, tidak semua bayi prematur ekstrem akan mengalami masalah kesehatan jangka panjang. Banyak di antaranya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Meski begitu, sebagian bayi tetap memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan tertentu. Risikonya pun bisa berbeda-beda, tergantung usia kehamilan saat lahir, berat badan lahir, kondisi medis, serta perawatan yang diterima sejak awal kehidupan.

Dilansir dari Parents, berikut beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian orang tua.
 

1. Cerebral palsy


Bayi yang lahir sangat prematur memiliki risiko mengalami cerebral palsy. Kondisi ini berkaitan dengan gangguan perkembangan otak yang dapat memengaruhi gerakan, keseimbangan, koordinasi, dan postur tubuh.

Tingkat keparahannya bisa berbeda pada setiap anak. Karena itu, pemantauan tumbuh kembang sejak dini penting dilakukan agar kebutuhan anak dapat segera diketahui.
 

2. Masalah paru-paru


Paru-paru bayi prematur ekstrem belum berkembang secara sempurna saat lahir. Tidak sedikit bayi yang membutuhkan bantuan oksigen atau alat bantu pernapasan selama menjalani perawatan di NICU.

Setelah tumbuh besar, sebagian anak juga dapat mengalami masalah pernapasan, termasuk asma atau displasia bronkopulmoner (BPD). Kondisi tersebut dapat membutuhkan pemantauan medis dalam jangka panjang.
 

3. Perkembangan dan kemampuan belajar


Kelahiran yang terlalu dini juga dapat memengaruhi perkembangan otak. Pada sebagian anak, kondisi ini bisa berkaitan dengan keterlambatan perkembangan, kesulitan belajar, gangguan konsentrasi, hingga masalah kognitif tertentu.

Bukan berarti semua bayi prematur ekstrem pasti mengalami kondisi tersebut. Namun, pemantauan tumbuh kembang dan kemampuan belajar dapat membantu orang tua mengetahui lebih cepat jika anak membutuhkan dukungan tambahan.
 

4. Masalah pencernaan dan makan


Urusan makan juga bisa menjadi tantangan bagi sebagian bayi yang lahir sangat prematur. Sistem pencernaannya masih berkembang sehingga anak dapat mengalami kesulitan menerima makanan, gangguan menyusu, atau refluks gastroesofageal (GERD).

Jika tidak dipantau, masalah makan dapat ikut memengaruhi asupan nutrisi dan tumbuh kembang anak. Karena itu, evaluasi oleh tenaga kesehatan bisa diperlukan jika anak mengalami kesulitan makan atau berat badannya sulit bertambah.
 

5. Gangguan penglihatan dan pendengaran


Bayi yang lahir sangat prematur juga berisiko mengalami gangguan penglihatan maupun pendengaran. Pada sebagian kecil kasus, gangguan tersebut dapat menetap.

Itulah sebabnya pemeriksaan mata dan pendengaran menjadi bagian penting dari pemantauan bayi prematur. Semakin dini gangguan ditemukan, semakin cepat pula intervensi yang sesuai dapat diberikan.
 

Pemantauan tumbuh kembang tetap penting


Kelahiran prematur ekstrem memang membuat si kecil membutuhkan perhatian ekstra. Namun, orang tua tidak perlu langsung berasumsi bahwa anak akan mengalami masalah kesehatan jangka panjang.

Setiap anak memiliki kondisi dan perjalanan tumbuh kembang yang berbeda. Yang terpenting, orang tua rutin memantau perkembangan anak dan mengikuti jadwal pemeriksaan yang dianjurkan dokter.

Dengan pemantauan yang konsisten, berbagai gangguan yang mungkin muncul dapat dikenali lebih awal. Dukungan yang tepat sejak dini juga dapat membantu anak berkembang dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih optimal.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(FIR)

MOST SEARCH