FITNESS & HEALTH
Deteksi Dini Jadi Kunci Penting dalam Penanganan Kanker Ginjal
Elang Riki Yanuar
Senin 29 Juni 2026 / 08:18
- Dokter menegaskan deteksi dini menjadi kunci penanganan kanker ginjal karena penyakit ini sering tanpa gejala pada tahap awal.
- Holywings Peduli menggelar pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker ginjal.
- Pemeriksaan rutin seperti tes urine, fungsi ginjal, dan tekanan darah dapat membantu mendeteksi risiko kanker ginjal lebih awal.
Jakarta: Deteksi dini menjadi langkah paling penting dalam meningkatkan peluang keberhasilan penanganan kanker ginjal. Sayangnya, banyak penderita baru mengetahui penyakit tersebut setelah memasuki stadium lanjut karena gejalanya kerap tidak muncul pada fase awal.
Pesan tersebut menjadi fokus utama dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan seminar edukasi kanker ginjal yang diselenggarakan Holywings Peduli dalam rangka memperingati Hari Kanker Ginjal Sedunia. Acara berlangsung di Helen's Night Mart & Captain Livehouse Gunawarman, Jakarta Selatan, pada Minggu, 28 Juni 2026, dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua, Tangerang, masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi mengenai faktor risiko kanker ginjal, hingga konsultasi langsung bersama tenaga medis. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan ginjal sejak dini.
Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan bahwa edukasi mengenai kanker ginjal perlu terus diperluas karena masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
"Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami faktor risiko kanker ginjal dan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh edukasi yang benar sekaligus memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang kami sediakan," ujar Andrew Susanto.
Dalam sesi seminar, dr. Fristly Nasri dari RS Siloam Kelapa Dua menjelaskan bahwa kanker ginjal termasuk penyakit yang sering berkembang tanpa tanda-tanda yang jelas. Kondisi tersebut membuat deteksi dini menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pengobatan.
"Deteksi dini menjadi kunci penting dalam penanganan kanker ginjal. Beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan antara lain obesitas, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, serta penyakit ginjal kronis. Masyarakat perlu menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan agar risiko penyakit dapat diketahui lebih awal," jelas dr. Fristly Nasri.
Ia menjelaskan bahwa hingga kini belum tersedia program skrining nasional khusus kanker ginjal seperti mamografi pada kanker payudara maupun kolonoskopi untuk kanker usus. Meski demikian, masyarakat tetap dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah awal mendeteksi gangguan pada ginjal.
"Belum ada program skrining rutin khusus kanker ginjal untuk seluruh populasi seperti mamografi pada kanker payudara atau kolonoskopi pada kanker usus. Namun, deteksi dini bisa dilakukan melalui Medical checkup rutin, yang biasanya meliputi Pemeriksaan urine, Pemeriksaan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin darah) dan Pengukuran tekanan darah," jelasnya.
Selain pemeriksaan dasar, dokter juga menjelaskan bahwa teknologi pencitraan memiliki peran penting dalam menemukan tumor ginjal sejak dini, terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko tinggi.
"Untuk mendeteksi tumor atau kanker ginjal secara lebih dini, pemeriksaan yang lebih sensitif adalah USG ginjal dan saluran kemih, CT scan abdomen, MRI (pada kondisi tertentu)," lanjutnya.
Dalam paparannya, dr. Fristly juga mengingatkan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker ginjal. Kebiasaan merokok, obesitas, hipertensi, penyakit ginjal kronis, dialisis jangka panjang, riwayat keluarga, faktor genetik tertentu seperti sindrom Von Hippel-Lindau, hingga paparan bahan kimia tertentu di lingkungan kerja menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Menurut berbagai laporan kesehatan dunia, angka kejadian kanker ginjal terus mengalami peningkatan setiap tahun. Di Indonesia, kasusnya memang belum menjadi yang terbanyak dibanding jenis kanker lain, tetapi tren peningkatannya terus terlihat seiring bertambahnya usia harapan hidup masyarakat dan meningkatnya prevalensi penyakit metabolik seperti obesitas serta hipertensi.
Selain menghadirkan layanan kesehatan, Holywings Peduli juga menyerahkan bantuan berupa tenda portabel, speaker, meja lipat portabel, dan kipas angin untuk mendukung kegiatan sosial masyarakat di lingkungan sekitar. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesehatan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Andrew Susanto berharap kegiatan semacam ini dapat terus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan ginjal dan menjadikan pemeriksaan kesehatan rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
"Kami ingin kegiatan kesehatan tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang dapat dinikmati seluruh peserta. Karena itu kami menghadirkan berbagai permainan berhadiah sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang telah berpartisipasi," ujar Andrew Susanto.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)
Pesan tersebut menjadi fokus utama dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan seminar edukasi kanker ginjal yang diselenggarakan Holywings Peduli dalam rangka memperingati Hari Kanker Ginjal Sedunia. Acara berlangsung di Helen's Night Mart & Captain Livehouse Gunawarman, Jakarta Selatan, pada Minggu, 28 Juni 2026, dan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Melalui kolaborasi dengan Rumah Sakit Siloam Kelapa Dua, Tangerang, masyarakat memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis, edukasi mengenai faktor risiko kanker ginjal, hingga konsultasi langsung bersama tenaga medis. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan ginjal sejak dini.
Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli, Andrew Susanto, mengatakan bahwa edukasi mengenai kanker ginjal perlu terus diperluas karena masih banyak masyarakat yang belum memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
"Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih memahami faktor risiko kanker ginjal dan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat dapat memperoleh edukasi yang benar sekaligus memanfaatkan layanan kesehatan gratis yang kami sediakan," ujar Andrew Susanto.
Dalam sesi seminar, dr. Fristly Nasri dari RS Siloam Kelapa Dua menjelaskan bahwa kanker ginjal termasuk penyakit yang sering berkembang tanpa tanda-tanda yang jelas. Kondisi tersebut membuat deteksi dini menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pengobatan.
"Deteksi dini menjadi kunci penting dalam penanganan kanker ginjal. Beberapa faktor risiko yang perlu diperhatikan antara lain obesitas, tekanan darah tinggi, riwayat keluarga, serta penyakit ginjal kronis. Masyarakat perlu menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan agar risiko penyakit dapat diketahui lebih awal," jelas dr. Fristly Nasri.
Ia menjelaskan bahwa hingga kini belum tersedia program skrining nasional khusus kanker ginjal seperti mamografi pada kanker payudara maupun kolonoskopi untuk kanker usus. Meski demikian, masyarakat tetap dapat melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai langkah awal mendeteksi gangguan pada ginjal.
"Belum ada program skrining rutin khusus kanker ginjal untuk seluruh populasi seperti mamografi pada kanker payudara atau kolonoskopi pada kanker usus. Namun, deteksi dini bisa dilakukan melalui Medical checkup rutin, yang biasanya meliputi Pemeriksaan urine, Pemeriksaan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin darah) dan Pengukuran tekanan darah," jelasnya.
Selain pemeriksaan dasar, dokter juga menjelaskan bahwa teknologi pencitraan memiliki peran penting dalam menemukan tumor ginjal sejak dini, terutama bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko tinggi.
"Untuk mendeteksi tumor atau kanker ginjal secara lebih dini, pemeriksaan yang lebih sensitif adalah USG ginjal dan saluran kemih, CT scan abdomen, MRI (pada kondisi tertentu)," lanjutnya.
Dalam paparannya, dr. Fristly juga mengingatkan sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker ginjal. Kebiasaan merokok, obesitas, hipertensi, penyakit ginjal kronis, dialisis jangka panjang, riwayat keluarga, faktor genetik tertentu seperti sindrom Von Hippel-Lindau, hingga paparan bahan kimia tertentu di lingkungan kerja menjadi faktor yang perlu diwaspadai.
Menurut berbagai laporan kesehatan dunia, angka kejadian kanker ginjal terus mengalami peningkatan setiap tahun. Di Indonesia, kasusnya memang belum menjadi yang terbanyak dibanding jenis kanker lain, tetapi tren peningkatannya terus terlihat seiring bertambahnya usia harapan hidup masyarakat dan meningkatnya prevalensi penyakit metabolik seperti obesitas serta hipertensi.
Selain menghadirkan layanan kesehatan, Holywings Peduli juga menyerahkan bantuan berupa tenda portabel, speaker, meja lipat portabel, dan kipas angin untuk mendukung kegiatan sosial masyarakat di lingkungan sekitar. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kesehatan sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Andrew Susanto berharap kegiatan semacam ini dapat terus mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan ginjal dan menjadikan pemeriksaan kesehatan rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
"Kami ingin kegiatan kesehatan tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang dapat dinikmati seluruh peserta. Karena itu kami menghadirkan berbagai permainan berhadiah sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang telah berpartisipasi," ujar Andrew Susanto.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)