FITNESS & HEALTH

Treadmill di Gym Apakah Bisa untuk Cek Kesehatan Jantung? Ini Kata Dokter

Aulia Putriningtias
Senin 21 September 2026 / 10:05
Ringkasnya gini..
  • Tren olahraga gym dan berjalan kaki sedang naik daun belakangan ini. Salah satu tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan jantung.
  • Treadmill adalah salah satu alat untuk bisa berolahraga sekaligus memenuhi langkah harianmu.
  • Namun, pernahkah kamu terpikirkan apakah treadmill di gym juga bisa mengecek kesehatan jantung?
Jakarta: Tren olahraga gym dan berjalan kaki sedang naik daun belakangan ini. Salah satu tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan jantung.

Treadmill adalah salah satu alat untuk bisa berolahraga sekaligus memenuhi langkah harianmu. Namun, pernahkah kamu terpikirkan apakah treadmill di gym juga bisa mengecek kesehatan jantung? 

Menurut dr. Rizki selaku Spesialis Jantung dari Eka Hospital MT Haryono, treadmill memang digunakan ketika sedang mengecek kesehatan jantung pada layanan Medical Check-Up (MCU). Namun, penggunaan treadmill juga harus diawasi.
 
"Beda dengan yang di gym. Sebenarnya kan yang diperhatikan itu bukan saat jalannya, melainkan pengawasan saat di atas treadmill. Jadi, butuh pengawasan," kata dr. Rizki dalam temu media di Jakarta, Jumat, 18 September 2026.

Meskipun di rumah atau gym memiliki treadmill, tetapi penggunaannya berbeda. Jika kamu sedang memantau kesehatan jantung, dapat menggunakan smart watch atau jam tangan pintar digital yang membantu melihat detak jantungmu.

Hal ini karena sejatinya penyakit jantung koroner bisa saja datang tiba-tiba, meski ada beberapa faktorial. Penyakit jantung koroner akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia. 
 

Hadirkan inovasi Drug-Coated Balloon untuk penyakit jantung koroner


treadmill (2)
(Dr. Rizki, Spesialis Jantung dari Eka Hospital MT Haryono. Foto: Dok. Medcom.id/Aulia Putriningtias)

Selama beberapa dekade terakhir, dunia kedokteran kardiovaskular terus mengalami perkembangan pesat dalam prosedur intervensi koroner perkutan (PCI). Hal ini juga yang dikenal awam sebagai prosedur pasang ring dan balon jantung.

Inovasi ini bertujuan untuk membuka kembali aliran darah ke otot jantung dengan cara yang makin aman dan minimal invasif. Selain itu, juga memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik. 

Menurut dr. Rizki, Drug-Coated Balloon (DCB) atau balon berbalut obat adalah teknologi intervensi jantung berupa balon khusus yang bagian luarnya dilapisi oleh obat antirestenosis.

Saat balon dimasukkan ke lokasi penyempitan dan dikembangkan selama beberapa detik, obat pada permukaan balon akan ditransfer langsung ke dinding pembuluh darah. Setelah obat terserap, balon dikempiskan dan dikeluarkan kembali dari dalam tubuh tanpa meninggalkan benda asing atau implan permanen.

Meski tidak sepenuhnya menggantikan peran ring (DES), teknologi DCB menjadi pilihan medis yang sangat ideal untuk kondisi tertentu, seperti:
 

- Penyempitan berulang di dalam ring (In-Stent Restenosis)


Menangani sumbatan kembali pada pasien yang sudah pernah dipasang ring tanpa perlu menumpuk ring baru.
 

- Pembuluh darah berukuran kecil


Pembuluh darah cabang yang terlalu kecil untuk dipasangi stent logam.
 

- Pasien risiko perdarahan tinggi


Hal ini dikarenakan tidak meninggalkan implan, durasi konsumsi obat pengencer darah ganda (Dual Antiplatelet Therapy / DAPT) dapat disesuaikan lebih singkat dibanding pemasangan ring konvensional.
 

Tentunya ada beberapa keunggulan dari penanganan dengan DCB ini, antara lain:
 

1. Tanpa implan permanen


Struktur alami pembuluh darah tetap terjaga dan dapat merespons vasomotion (pelebaran dan penyempitan alami) secara normal.
 

2. Penyerapan obat cepat dan merata


Obat bekerja langsung pada target area untuk mencegah pembentukan jaringan parut.
 

3. Memudahkan prosedur medis di masa depan


Karena tidak ada jaringan logam yang tertinggal, pilihan terapi atau tindakan medis lain di kemudian hari tetap terbuka lebar.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH