FITNESS & HEALTH

Dinas Pendidikan Banten Soroti Tantangan Pergaulan Remaja di Era Digital

Yatin Suleha
Selasa 20 Oktober 2026 / 18:43
Ringkasnya gini..
  • Perkembangan teknologi membuat pelajar semakin mudah mengakses berbagai informasi, termasuk konten berisiko.
  • Pendidikan karakter dan edukasi di sekolah dinilai penting untuk membekali pelajar menghadapi tantangan pergaulan.
  • Seminar bahaya seks bebas menjadi salah satu upaya membangun kesadaran siswa tentang pentingnya menjaga diri dan masa depan.

Jakarta: Perkembangan teknologi digital membawa tantangan tersendiri bagi pergaulan remaja, termasuk di kalangan pelajar SMA dan SMK. Kemudahan mengakses berbagai informasi membuat edukasi mengenai seks bebas dan pergaulan berisiko semakin penting diberikan sejak dini.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten menilai sekolah memiliki peran penting dalam membekali siswa dengan pendidikan karakter agar mampu menghadapi perubahan zaman dan mengambil keputusan yang tepat dalam pergaulan.

Hal tersebut disampaikan Dwi Hendri Prajitno, S.Pd., M.Pd., dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten dalam seminar bahaya seks bebas dan pergaulan bebas di SMK Budi Luhur yang menghadirkan dokter spesialis kebidanan dan kandungan sekaligus seksolog dr. H. Boyke Dian Nugraha, Sp.OG, MARS.

 

Teknologi jadi tantangan pergaulan remaja

Dwi menyoroti perkembangan teknologi yang memungkinkan pelajar mengakses beragam informasi dengan lebih mudah. Kondisi ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan untuk memastikan siswa memiliki pemahaman yang tepat dalam menyaring informasi dan menghadapi pengaruh lingkungan.

Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan melalui pendidikan di sekolah, termasuk dengan memperkuat kurikulum dan pembentukan karakter siswa.

“Pihak dinas pendidikan harus juga membentengi dari sisi kurikulum pendidikannya. Sekolah harus tetap memberi edukasi kepada siswa-siswinya menjadi siswa-siswi yang berkarakter positif dan siap menjadi siswa-siswi yang nanti ke depan punya karakter dan masa depan yang bagus,” ujar Dwi.

Pendidikan karakter dinilai penting agar pelajar nggak hanya memahami materi akademik, tetapi juga memiliki bekal untuk menghadapi berbagai tantangan sosial. Dengan begitu, siswa diharapkan mampu mengenali perilaku berisiko dan memahami pentingnya menjaga diri dalam pergaulan.

 


 

Edukasi di sekolah dinilai penting

Dwi juga mengapresiasi pembelajaran yang diberikan SMK Budi Luhur sebagai salah satu upaya mempersiapkan siswa menghadapi tantangan perkembangan teknologi sekaligus persoalan pergaulan remaja.

Menurutnya, edukasi mengenai bahaya seks bebas dan pergaulan berisiko dapat membantu siswa memahami dampaknya serta langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan dan masa depan mereka.

Ia menilai kegiatan edukasi semacam ini menjadi salah satu bentuk pembekalan bagi pelajar agar lebih siap menghadapi tantangan di luar lingkungan sekolah.

“Dengan begini maka anak menjadi tahu apa bahayanya dan kiat-kiat apa yang harus dilakukan agar sehat, aman, dan masa depannya tetap cerah,” kata Dwi.

Melalui edukasi yang tepat, sekolah diharapkan dapat menjadi ruang bagi pelajar untuk memperoleh pemahaman mengenai kesehatan diri dan pergaulan yang sehat. Kolaborasi antara sekolah dan pihak terkait juga penting agar pembinaan karakter nggak berhenti di ruang kelas, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Desi I.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH