FITNESS & HEALTH

Merangkul Tanpa Menuntut: NasDem Suarakan Ruang Aman Buat Kesehatan Mental Ibu

Yatin Suleha
Senin 19 Oktober 2026 / 17:56
Ringkasnya gini..
  • Tuntutan untuk selalu serba bisa sampai standar pengasuhan yang muluk-muluk sering kali membuat kesehatan mental seorang ibu dikesampingkan.
  • Berangkat dari keresahan tersebut, Partai NasDem menghadirkan Ruang Teduh Ibu.
  • Sebuah gerakan edukasi yang ingin mematahkan mitos supermom sekaligus menciptakan ruang aman bagi para ibu.
Jakarta: Tuntutan untuk selalu serba bisa, tekanan lingkungan, sampai standar pengasuhan yang muluk-muluk sering kali membuat kesehatan mental seorang ibu dikesampingkan.

Berangkat dari keresahan tersebut, Partai NasDem menghadirkan Ruang Teduh Ibu—sebuah gerakan edukasi yang ingin mematahkan mitos supermom sekaligus menciptakan ruang aman bagi para ibu.

Program ini digagas lewat kolaborasi DPP Bidang Perempuan dan Anak, DPP Garda Wanita (Garnita) Malahayati, serta Akademi Perempuan NasDem dalam rangka menyambut HUT ke-15 Partai NasDem.
 
Mengangkat tema “Ruang Teduh Ibu: Damai dan Kekuatan Dalam Diri”, talkshow ini bakal digelar pada Jumat (23/10) di Ballroom NasDem Tower, Jakarta.

Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem, Amelia Anggraini, menegaskan bahwa ibu tak harus jadi sosok yang sempurna untuk bisa menjalankan perannya dengan hebat. 

Seorang ibu juga berhak didengar, dimengerti, dan dirangkul agar kesehatan mentalnya tetap terjaga.

“Melalui gerakan Ruang Teduh Ibu, kami ingin mematahkan mitos supermom dan membangun kesadaran bahwa kesehatan mental ibu bukan sekadar persoalan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama,” kata Amelia, Senin (19/10).

 
Amelia Anggraini (2)
(Amelia Anggraini menegaskan ibu tak perlu sempurna demi berperan hebat. Foto: Dok. Istimewa)
 
Menurutnya, derasnya arus informasi di era digital turut memunculkan tekanan baru bagi ibu. Ekspektasi untuk mampu mengurus anak, keluarga, dan karier secara bersamaan, ditambah stigma mengenai metode persalinan maupun pilihan nutrisi anak, dapat memicu rasa bersalah hingga kelelahan mental (burnout).

Materi kegiatan mengutip data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang menyebutkan 57 persen ibu di Indonesia mengalami gejala baby blues, sementara 15–24 persen di antaranya berlanjut menjadi depresi pascamelahirkan.

Amelia menegaskan, kesehatan mental ibu merupakan bagian penting dari ketahanan keluarga dan tumbuh kembang anak.

“Ibu yang sehat secara mental adalah fondasi keluarga yang kuat dan generasi bangsa yang berkualitas,” ujarnya.

Melalui talkshow ini, Perempuan NasDem akan mendorong edukasi mengenai mitos dan fakta medis seputar kesehatan mental maternal, sekaligus memperkuat dukungan sosial agar ibu tidak merasa sendirian menghadapi berbagai tantangan pengasuhan.

Anggota Bidang Perempuan dan Anak DPP NasDem, Sherlita Nabilah, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen NasDem dalam pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, kesetaraan gender, serta peningkatan kualitas hidup keluarga Indonesia.
 
Ia mengajak masyarakat dan media turut menyebarluaskan pesan kepedulian terhadap kesehatan mental ibu demi mewujudkan keluarga yang lebih sehat dan sejahtera.

Melalui Ruang Teduh Ibu, NasDem berharap tercipta lingkungan yang lebih empatis, tempat para ibu dapat bercerita, memperoleh dukungan, dan menjalani perannya tanpa harus terbebani tuntutan untuk selalu sempurna.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH