FITNESS & HEALTH

Kematian akan Stroke Masih Tinggi, Pentingnya Inovasi dan Kolaborasi Medis

Aulia Putriningtias
Senin 21 September 2026 / 14:28
Ringkasnya gini..
  • Kemenkes menjabarkan data bahwa stroke menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.
  • Angka tersebut mencatat sekitar 337.000 kematian tercatat setiap tahunnya.
  • Dalam layanan stroke, kecepatan, ketepatan diagnosis, dan koordinasi multidisiplin.
Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) menjabarkan data bahwa stroke menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Angka tersebut mencatat sekitar 337.000 kematian tercatat setiap tahunnya. Dalam layanan stroke, kecepatan, ketepatan diagnosis, dan koordinasi multidisiplin. 

Selain itu, juga penerapan protokol klinis yang terstandar menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas penanganan. Untuk itu, pentingnya inovasi dan kolaborasi medis yang tepat dan berkelanjutan.
 
Selama tiga dekade, Siloam Hospitals Lippo Village telah memajukan layanan neuroscience di Indonesia. Hal ini melalui pengembangan keahlian klinis, layanan subspesialisasi, pendidikan, penelitian, serta inovasi teknologi medis.

Layanan Neurologi dan Bedah Saraf di rumah sakit ini mencakup neurointervensi, rehabilitasi saraf, neuro-onkologi, gangguan perilaku, neurodegeneratif, neurorestorasi, Memory & Aging Clinic, Pain Management, Deep Brain Simulation (DBS), terapi stroke akut melalui penghancuran dan pengangkatan sumbatan pembuluh darah otak hingga awake brain surgery. 

Awake brain surgery adalah prosedur bedah saraf kompleks berpresisi tinggi yang telah dilakukan selama hampir dua dekade. 

Prosedur ini melibatkan pendekatan multidisiplin, dengan pasien tetap sadar pada tahap tertentu operasi untuk memungkinkan pemantauan fungsi saraf secara langsung.

"Kami percaya bahwa kemajuan di bidang ini ditentukan tidak hanya oleh teknologi, tetapi juga oleh kompetensi tenaga kesehatan dan kemampuan menghadirkan inovasi yang berdampak bagi pasien," kata Caroline Riady, CEO Siloam International Hospitals, pada acara The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026 bertema "Beyond Boundaries: Unlocking a New Era of Neuroscience" di Jakarta, Sabtu, 19 September 2026.

Memasuki era baru pelayanan saraf dan bedah saraf, mulai dari integrasi lintas disiplin, teknologi, dan pendekatan klinis menjadi kunci kemajuan layanan. 

stroke (2)
(Ki-Ka): Menurut Prof. Dr. dr. Yusak Mangara Tua Siahaan, Sp.N, Subs. NNK (K), FIPP, CIPS - dr. Grace Ferlita, MM. - Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS (K), M.Kes, IFAANS. Foto: Dok. Medcom.id/Aulia Putriningtias)

Perkembangan advanced imaging, neuromodulasi, artificial intelligence, precision medicine, dan teknologi bedah meningkatkan kemampuan diagnosis dan tata laksana berbagai kondisi saraf.

Menurut Prof. Dr. dr. Yusak Mangara Tua Siahaan, Sp.N, Subs. NNK (K), FIPP, CIPS, Chairman The 2nd Siloam Neuroscience Summit 2026, masa depan neuroscience membutuhkan kolaborasi lintas disiplin dan pertukaran pengetahuan yang semakin terbuka.

"Beyond Boundaries" menggambarkan semangat untuk melampaui batas-batas yang ada menghubungkan berbagai keahlian, teknologi, dan perspektif untuk menghadirkan pendekatan yang lebih terintegrasi dalam layanan neuroscience di Indonesia," jelasnya.

Berbagai kemajuan di bidang neuroscience membuka peluang untuk menghadirkan layanan yang semakin tepat, aman, dan efektif bagi pasien. Prof. Dr. dr. Julius July, Sp.BS (K), M.Kes, IFAANS, menekankan pentingnya memastikan bahwa kemajuan ilmu dan teknologi pada akhirya memberikan manfaat nyata bagi pasien.

 

"Kemajuan neuroscience bukan hanya tentang seberapa jauh teknologi berkembang, tetapi bagaimana perkembangan tersebut dapat diterjemahkan menjadi pelayanan yang lebih tepat, aman, dan memberikan hasil yang lebih baik bagi pasien," ungkap Prof. Julius.

Dalam 30 tahun terakhir, Prof. Julius melihat bagaimana perkembangan ilmu, teknik bedah, teknologi, dan kolaborasi multidisiplin mengubah penanganan berbagai kasus neurologis. Tantangan berikutnya adalah bagaimana para ahli terus mendorong batas tersebut dan membawa manfaatnya lebih luas bagi pasien di Indonesia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(TIN)

MOST SEARCH