FAMILY

Nemenin Si Kecil 'Training' Berguling Selama 6 Bulan, Ternyata Gini Prosesnya!

Yatin Suleha
Minggu 25 Januari 2026 / 14:10
Jakarta: Bagi bayi berguling adalah tindakan yang terkoordinasi. Dibutuhkan kontrol kepala dan otot leher, lengan, inti, dan punggung yang kuat untuk melakukannya. Bayi mulai mempersiapkan diri untuk tonggak perkembangan ini sejak lahir.

Belajar berguling melibatkan penguatan otot secara bertahap melalui latihan seperti waktu tengkurap.

Bayi belajar melalui percobaan dan kesalahan, sering kali didorong oleh rasa ingin tahu terhadap mainan atau suara karena membantu mereka mengembangkan keseimbangan dan kekuatan yang diperlukan untuk gerakan selanjutnya.

 

Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah proses bayi saat belajar berguling dari baru lahir hingga 6 bulan.
 

Bayi baru lahir


Bayi mungkin belum memiliki kontrol atau kekuatan yang cukup pada kepala dan lehernya selama beberapa minggu pertama, hal ini normal atau jika bayi sudah bisa mengangkat kepalanya pada minggu-minggu pertama kehidupannya, itu pertanda baik.

Waktu tengkurap yang cukup, bahkan sejak bayi baru lahir, sangat penting untuk membantu mengembangkan otot-otot tersebut. Mulailah dengan sesi singkat beberapa kali sehari selama beberapa menit setiap kali.

“Bayi tidak menyukai waktu tengkurap pada awalnya dan bisa sedikit rewel. Saya pernah melihat tantrum yang paling lucu pada bayi-bayi kecil selama waktu tengkurap mereka,” kata Shawnté James, M.D., seorang dokter anak dan spesialis bayi baru lahir di Dewan Penasihat Medis BabyCenter. 

Dia merekomendasikan untuk memulai dengan hanya satu atau dua menit waktu tengkurap beberapa kali sehari pada awalnya, lalu meningkatkan waktunya seiring bayi merasa lebih nyaman.

Pada tahap ini, fokus adalah membangun fondasi dasar. Bayi mungkin menangis saat pertama kali dicoba, tetapi dengan latihan bertahap, mereka akan terbiasa. Orang tua dapat mendukung dengan memberikan pijatan ringan atau bernyanyi untuk membuatnya lebih menyenangkan.
 

1 hingga 2 bulan



(Bayi biasanya mulai bisa berguling sendiri (dari telentang ke tengkurap dan sebaliknya) antara usia 4 hingga 6 bulan. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Bayi mungkin kesulitan mengangkat kepala saat ditempatkan dalam posisi tengkurap dan akhirnya akan mengangkat kepala sebentar dan memutarnya ke kiri dan kanan. Dorong bayi untuk terus mencoba bahkan jika terlihat tidak nyaman dan mereka rewel.

Di usia ini, bayi mulai merespons lingkungan dengan lebih aktif. Mereka mungkin mengikuti cahaya atau suara dengan kepala yang membantu mengembangkan otot leher. Ini adalah langkah awal menuju keseimbangan yang lebih baik dan latihan tengkurap dapat ditingkatkan menjadi 5-10 menit per sesi.
 

3 hingga 4 bulan


“Saat bayi berusia 3 bulan, ia akan mengalami transformasi dramatis dari bayi yang sepenuhnya bergantung menjadi bayi yang aktif dan responsif,” kata American Academy of Pediatrics.

“Ia akan kehilangan banyak refleks bayi baru lahir sambil memperoleh kontrol sukarela yang lebih besar atas tubuhnya,” tambahnya.

Bayi kemungkinan akan berguling untuk pertama kalinya saat melakukan tummy time. Saat tiba-tiba berakhir dalam posisi telentang, mereka mungkin sama terkejutnya dengan orang tua.

Tahap ini menandai transisi dari gerakan pasif ke aktif. Berguling membantu bayi belajar mengubah posisi yang penting untuk duduk. Orang tua dapat mendorong ini dengan meletakkan mainan di samping bayi untuk mendorong mereka berguling.

 

5 hingga 6 bulan


Pada usia 5 bulan, bayi kemungkinan dapat mengangkat kepala, mendorong tubuh dengan lengan dan membungkuk punggung untuk mengangkat dada dari tanah. Mereka bahkan mungkin bergoyang di perut, menendang kaki, dan “berenang” dengan lengan.

Sementara beberapa bayi menjadikan berguling sebagai cara utama mereka bergerak di lantai untuk sementara waktu yang lain melewatinya sepenuhnya dan beralih ke duduk, merangkak, dan merayap.

Pada periode ini, bayi mulai menikmati gerakan bebas. Mereka mungkin berguling untuk menjangkau benda yang meningkatkan kemampuan motorik halus. Ini juga saat mereka belajar tentang ruang dan jarak.

 
Secillia Nur Hafifah


Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH