FAMILY

Si Kecil Mau Lulus Popok? Intip Triknya Yuk

Yatin Suleha
Minggu 26 April 2026 / 14:33
Ringkasnya gini..
  • Momen lepas popok itu emang salah satu fase tumbuh kembang anak yang penuh drama sekaligus cerita.
  • Ada yang prosesnya mulus-mulus aja, tapi gak sedikit juga yang bikin bingung sampai harus berkali-kali trial and error.
  • Pasti sering muncul pertanyaan, "Anakku sebenarnya sudah siap belum sih?" atau "Metodenya sudah benar belum ya?"
Jakarta: Momen lepas popok itu emang salah satu fase tumbuh kembang anak yang penuh drama sekaligus cerita. Ada yang prosesnya mulus-mulus aja, tapi gak sedikit juga yang bikin bingung sampai harus berkali-kali trial and error.

Pasti sering muncul pertanyaan, "Anakku sebenarnya sudah siap belum sih?" atau "Metodenya sudah benar belum ya?" Ingat ya, kesiapan setiap anak itu beda-beda. Jadi enggak perlu dipaksa cuma karena lihat anak orang lain sudah lebih dulu berhasil.

Dengan mengenali tanda-tanda kesiapan serta memilih pendekatan yang tepat, proses toilet training bisa jadi lebih santai, minim tekanan, dan tentunya lebih efektif.

 

Apakah anak sudah siap untuk toilet training?


Agar bisa lepas dari popok, anak perlu berada dalam kondisi siap secara fisik dan emosional. Tidak ada patokan usia yang benar-benar pasti, tetapi banyak anak mulai belajar toilet training di usia 2-3 tahun, dan sebagian besar sudah terbiasa menggunakan toilet sekitar usia 4 tahun.

Kesiapan ini biasanya terlihat dari beberapa tanda yang muncul secara konsisten. Dilansir dari Parents, berikut indikator yang bisa diperhatikan.

1. Dapat tetap kering setidaknya selama dua jam. Ini menunjukkan kemampuan tubuh mulai mengontrol kandung kemih.

2. Memberi tahu atau menunjukkan popok kotor. Anak mulai sadar ketika popoknya sudah tidak nyaman dan perlu diganti.


(Enggak ada metode yang sifatnya one size fits all. Tiap anak punya respon sendiri, jadi kita harus pintar-pintar cari cara yang paling pas buat mereka. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)

3. Mampu mengikuti instruksi sederhana. Hal ini penting karena toilet training melibatkan beberapa langkah yang perlu diikuti.

4. Tidak nyaman dengan popok basah atau kotor. Rasa tidak suka ini bisa menjadi motivasi untuk beralih ke toilet.

5. Mulai menunjukkan sikap mandiri. Misalnya ingin melakukan sesuatu sendiri atau merasa sudah “besar”.

6. Tertarik menggunakan celana dalam. Ketertarikan ini bisa jadi tanda kesiapan untuk meninggalkan popok.

7. Mulai mengenali sensasi ingin buang air. Walau belum konsisten, ini adalah langkah penting dalam proses belajar.

8. Menunjukkan sinyal ingin ke toilet. Seperti berhenti bermain, meringis, atau gerakan tertentu.

9. Mampu berjalan ke toilet dan melepas pakaian. Keterampilan ini mendukung kemandirian saat proses berlangsung.

10. Menunjukkan minat menggunakan toilet. Rasa penasaran atau ingin mencoba adalah tanda positif.
   

Memilih metode toilet training yang tepat


Tidak ada satu cara yang pasti berhasil untuk semua anak. Setiap anak memiliki karakter dan respons yang berbeda, sehingga pendekatan yang efektif pun bisa bervariasi.

Beberapa metode yang bisa dicoba antara lain menggunakan celana latihan, memberikan hadiah sederhana, memanfaatkan lagu atau video, serta memberi pujian sebagai bentuk penguatan positif. 

Ada juga pendekatan dengan mengajak anak ke toilet secara rutin setiap jam, atau membiarkan anak tanpa popok selama beberapa hari untuk membiasakan diri.


Secillia Nur Hafifah

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH