FAMILY
Fix Gak Pake Drama, Ini Trik Jitu Biar Jam Tidur Balita Tetap Aman
Yatin Suleha
Selasa 09 Juni 2026 / 10:05
- Masuk usia jelang 1 tahun, jangan kaget ya kalau pola tidur si kecil mulai berubah.
- Anak yang biasanya gampang banget diajak tidur siang atau langsung pules di malam hari, tiba-tiba bisa berubah jadi super aktif.
- Oleh karena itu, membangun suasana tidur yang nyaman dan konsisten menjadi hal penting.
Jakarta: Masuk usia jelang 1 tahun, jangan kaget ya kalau pola tidur si kecil mulai berubah. Anak yang biasanya gampang banget diajak tidur siang atau langsung pules di malam hari, tiba-tiba bisa berubah jadi super aktif, rewel, bahkan hobi GTM (Gerakan Tutup Mata) alias menolak tidur.
Di fase ini, rasa penasaran dan keinginan mereka buat mandiri lagi berkembang pesat banget. Alhasil, buat mereka, tidur itu kayak beban yang ganggu waktu main seru mereka!
Tidak sedikit orang tua yang mulai menghadapi drama menjelang tidur, mulai dari anak yang terus ingin bermain, menangis saat diajak tidur, hingga terbangun berkali-kali di malam hari. Meski melelahkan, kondisi ini sebenarnya cukup normal, dalam proses tumbuh kembang balita.
Oleh karena itu, membangun suasana tidur yang nyaman dan konsisten menjadi hal penting. Rutinitas sederhana yang dilakukan setiap hari, dapat membantu anak memahami, kapan waktunya beristirahat dan membuat tubuhnya lebih siap untuk tidur dengan tenang.
.jpg)
(Rutinitas malam yang konsisten membantu balita tahu kapan waktunya tidur, sehingga mereka lebih siap untuk beristirahat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Tidur siang sering menjadi momen berharga bagi orang tua, untuk beristirahat atau mengisi energi setelah seharian mengurus anak. Namun, saat usia balita semakin bertambah, anak mungkin mulai menolak tidur siang, atau menjadi lebih sulit ditenangkan saat malam tiba.
Dilansir dari BabyCenter, perkembangan rasa mandiri juga membuat balita, mulai ingin menentukan keinginannya sendiri, termasuk saat waktu tidur datang.
Oleh karena itu, rutinitas tidur yang konsisten sangat membantu, menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak.
Rutinitas sebelum tidur bisa dilakukan dengan aktivitas sederhana, seperti mandi air hangat, membaca cerita, mematikan lampu secara perlahan, atau mendengarkan lagu yang menenangkan.
Rutinitas malam yang konsisten membantu balita tahu kapan waktunya tidur, sehingga mereka lebih siap untuk beristirahat. Selain bikin anak rileks, ini adalah momen bonding yang manis sebelum tidur.
Orang tua bisa saling bekerja sama—misalnya bergantian antara memandikan anak atau membacakan cerita. Sesekali melibatkan pengasuh atau anggota keluarga lain juga bagus, lho. Ini melatih balita untuk paham bahwa waktu tidur itu tentang suasananya, bukan tentang siapa yang menemani mereka.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Di fase ini, rasa penasaran dan keinginan mereka buat mandiri lagi berkembang pesat banget. Alhasil, buat mereka, tidur itu kayak beban yang ganggu waktu main seru mereka!
Tidak sedikit orang tua yang mulai menghadapi drama menjelang tidur, mulai dari anak yang terus ingin bermain, menangis saat diajak tidur, hingga terbangun berkali-kali di malam hari. Meski melelahkan, kondisi ini sebenarnya cukup normal, dalam proses tumbuh kembang balita.
Oleh karena itu, membangun suasana tidur yang nyaman dan konsisten menjadi hal penting. Rutinitas sederhana yang dilakukan setiap hari, dapat membantu anak memahami, kapan waktunya beristirahat dan membuat tubuhnya lebih siap untuk tidur dengan tenang.
Rutinitas sebelum tidur
.jpg)
(Rutinitas malam yang konsisten membantu balita tahu kapan waktunya tidur, sehingga mereka lebih siap untuk beristirahat. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Tidur siang sering menjadi momen berharga bagi orang tua, untuk beristirahat atau mengisi energi setelah seharian mengurus anak. Namun, saat usia balita semakin bertambah, anak mungkin mulai menolak tidur siang, atau menjadi lebih sulit ditenangkan saat malam tiba.
Dilansir dari BabyCenter, perkembangan rasa mandiri juga membuat balita, mulai ingin menentukan keinginannya sendiri, termasuk saat waktu tidur datang.
Oleh karena itu, rutinitas tidur yang konsisten sangat membantu, menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak.
Rutinitas sebelum tidur bisa dilakukan dengan aktivitas sederhana, seperti mandi air hangat, membaca cerita, mematikan lampu secara perlahan, atau mendengarkan lagu yang menenangkan.
Rutinitas malam yang konsisten membantu balita tahu kapan waktunya tidur, sehingga mereka lebih siap untuk beristirahat. Selain bikin anak rileks, ini adalah momen bonding yang manis sebelum tidur.
Orang tua bisa saling bekerja sama—misalnya bergantian antara memandikan anak atau membacakan cerita. Sesekali melibatkan pengasuh atau anggota keluarga lain juga bagus, lho. Ini melatih balita untuk paham bahwa waktu tidur itu tentang suasananya, bukan tentang siapa yang menemani mereka.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)