FAMILY

Kebiasaan Simpel Orang Tua yang Bikin Memori Bayi Kuat Sejak Dini

Yatin Suleha
Senin 27 Juli 2026 / 11:21
Ringkasnya gini..
  • Tahukah kamu kalau interaksi sederhana orang tua sehari-hari punya pengaruh raksasa buat pembentukan memori anak.
  • Hal-hal simpel seperti rajin ngajak ngobrol, nyanyi bareng, meluk hangat, sampai gercep merespons saat bayi nangis ternyata jadi kunci utama.
  • Walau bayi belum bisa mengingat kejadian secara detail layaknya orang dewasa, pengalaman emosional awal mereka bakal terekam erat.
Jakarta: Tahukah kamu kalau interaksi sederhana orang tua sehari-hari punya pengaruh raksasa buat pembentukan memori dan masa depan si kecil?

Hal-hal simpel seperti rajin ngajak ngobrol, nyanyi bareng, meluk hangat, sampai gercep merespons saat bayi nangis ternyata jadi kunci utama buat membangun rasa aman. Rasa aman inilah yang bakal jadi fondasi kuat untuk perkembangan emosional dan otaknya. 

Marilyn Cross Coleman, LCSW, PMH-C, seorang spesialis kesehatan mental perinatal sekaligus pendiri Shameless Mama Wellness, menjelaskan bahwa walau bayi belum bisa mengingat kejadian secara detail layaknya orang dewasa, pengalaman emosional awal mereka bakal terekam erat. 
 
Memori rasa aman yang dirasakan bayi saat dipeluk atau ditenangkan bakal terus tersimpan dan jadi modal utama mereka buat mempercayai orang lain di masa depan.
 

Rutinitas yang bikin bayi merasa nyaman



(Interaksi responsif orang tua bentuk memori dan kognitif bayi. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Bikin rutinitas harian yang konsisten, misalnya ritual sebelum tidur, ampuh banget buat bikin bayi merasa tenang dan terlindungi. 

Coleman juga mengingatkan pentingnya ortu buat langsung peka dan cepat merespons kebutuhan bayi. Lewat respon yang cepat, bayi bakal merasa kalau kehadiran dan kebutuhan mereka itu berharga.
 

Bayi belajar kelola emosi dari orang tua


Bayi itu peniru yang hebat! Mereka belajar mengelola perasaan dari cara orang tuanya menghadapi situasi. Kalau orang tua bisa tetap tenang saat lagi stress, si kecil pun bakal meniru cara tenang tersebut untuk mengendalikan emosinya.

Coleman mengajak para orang tua buat enggak ragu menciptakan banyak momen indah bareng si kecil. Jangan anggap remeh masa-masa bayi cuma karena mereka dipikir enggak bakal ingat.

 

"Penting untuk diingat bahwa bayi mungkin tidak mengingat detail pengalamannya, tetapi otak dan tubuh mereka punya ingatan mendalam tentang bagaimana mereka diperlakukan," jelas Coleman.

Hal senada juga disampaikan oleh Tristan S. Yates, PhD, peneliti dari Universitas Columbia. 

Ia menegaskan bahwa walau ingatan spesifik masa bayi bisa pudar saat dewasa, pengalaman awal itulah yang membangun pondasi tumbuh kembang mereka sepanjang hayat.


Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH