FAMILY

Anak Cegukan, Apa yang Tidak Boleh Dilakukan ke Anak?

Yatin Suleha
Senin 29 Juni 2026 / 16:05
Ringkasnya gini..
  • Anak tiba-tiba cegukan memang sering bikin kita panik, apalagi kalau durasinya lama atau sering muncul.
  • Biasanya, kita langsung coba berbagai cara—mulai dari tips turun-temurun sampai saran dari sekitar—buat ngilanginnya.
  • Tapi ingat, enggak semua cara itu aman atau efektif, ya.
Jakarta: Anak tiba-tiba cegukan memang sering bikin kita panik, apalagi kalau durasinya lama atau sering muncul. Biasanya, kita langsung coba berbagai cara—mulai dari tips turun-temurun sampai saran dari sekitar—buat ngilanginnya. 

Tapi ingat, enggak semua cara itu aman atau efektif, ya. Beberapa malah bisa bikin si kecil enggak nyaman, tersedak, atau malah bikin cegukannya makin lama. 
 
Jadi, penting banget nih tahu apa yang harus dihindari dan apa pemicunya, supaya kita bisa menangani cegukan dengan lebih tenang dan aman tanpa membahayakan si kecil.
 

Apa yang tidak boleh dicoba


Saat mengalami cegukan, wajar jika muncul keinginan untuk segera melakukan apa saja agar cepat berhenti. Namun, meskipun ada banyak cara tradisional yang sering dianggap ampuh, tidak semuanya aman untuk anak.

Dilansir dari Parents, metode ini justru bisa menimbulkan risiko baru sehingga lebih baik dihindari.
 

1. Menakuti seseorang



(Pemicu cegukan yang umum salah satunya adalah karena perubahan suhu ekstrem, misalnya langsung minum sangat dingin setelah makanan panas, yang dapat memicu kejang otot diafragma. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)

Adegan mengejutkan mungkin terlihat lucu di film, tetapi menakuti anak bukan solusi yang baik untuk menghentikan cegukan. Tindakan ini bisa membuat anak merasa takut, kaget berlebihan, bahkan menangis.

Selain itu, jika sedang ada makanan, minuman, atau obat di mulut, rasa kaget dapat memicu batuk mendadak dan meningkatkan risiko tersedak. Karena itu, cara ini TIDAK disarankan.
 

2. Mengunyah permen karet


Menelan udara berlebihan merupakan salah satu penyebab cegukan, sehingga kebiasaan yang membuat udara lebih banyak tertelan sebaiknya dihindari. 

Mengunyah permen karet memang terlihat sepele, tetapi aktivitas ini bisa membuat lebih banyak udara masuk ke saluran pencernaan.

Akibatnya, cegukan bukan hanya tidak berhenti, tetapi bisa muncul kembali atau berlangsung lebih lama.
   

3. Selai kacang


Ada anggapan bahwa makanan kental seperti selai kacang dapat membantu meredakan kejang otot tenggorokan. 

Namun, teksturnya yang tebal dan lengket justru berisiko jika tertelan terlalu banyak, terutama pada anak kecil. Makanan seperti ini bisa sulit ditelan dan meningkatkan kemungkinan tersedak.

Oleh karena itu, sebaiknya tidak memaksa anak menelan bahan makanan yang terlalu kental saat cegukan.


Secillia Nur Hafifah

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)

MOST SEARCH