FAMILY
New Parent Starter Pack: Cara Handle Bayi yang Sering Cegukan dan Gumoh
Yatin Suleha
Rabu 01 April 2026 / 19:33
- Pada masa awal kehidupan, tubuh bayi baru lahir masih beradaptasi dengan berbagai hal di luar rahim.
- Sistem pencernaan yang masih berkembang membuat bayi sering mengalami kondisi, seperti sendawa, cegukan, atau muntah kecil setelah menyusu.
- Hal ini sebenarnya cukup umum terjadi dan sering dialami oleh banyak bayi, di minggu-minggu pertama setelah lahir.
Jakarta: Pada masa awal kehidupan, tubuh bayi baru lahir masih beradaptasi dengan berbagai hal di luar rahim. Sistem pencernaan yang masih berkembang membuat bayi sering mengalami kondisi, seperti sendawa, cegukan, atau muntah kecil setelah menyusu.
Hal ini sebenarnya cukup umum terjadi dan sering dialami oleh banyak bayi, di minggu-minggu pertama setelah lahir. Meski terlihat mengkhawatirkan bagi orang tua, sebagian besar kondisi tersebut termasuk normal selama bayi tetap aktif, mau menyusu dengan baik, dan pertumbuhannya berjalan normal.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah penyebab serta cara mengatasinya, agar dapat membantu proses merawat bayi menjadi lebih tenang, dan tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan.
.jpg)
(Salah satu cara bantu si kecil bersendawa yaitu menggendong bayi dengan kepala bersandar di bahu. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Sebagian bayi baru lahir membutuhkan bantuan untuk bersendawa setelah menyusu, sementara sebagian lainnya bisa bersendawa sendiri tanpa banyak bantuan.
Namun, jika bayi terlihat rewel, gelisah, atau tidak nyaman saat atau setelah menyusu, kondisi tersebut sering menjadi tanda bahwa ada udara yang terperangkap di dalam perut sehingga bayi perlu disendawakan.
Sendawa juga dapat dilakukan di beberapa waktu selama proses menyusu, misalnya:
• Saat bayi berpindah dari satu payudara ke payudara lainnya
• Setelah bayi minum sekitar 2 hingga 3 ons susu
• Setiap 10-15 menit selama menyusu
• Setelah bayi selesai menyusu
Setelah beberapa hari menjalani rutinitas menyusu, biasanya akan terlihat pola yang paling nyaman bagi bayi.
Untuk membantu bayi bersendawa, tidak perlu menepuk punggung terlalu keras. Gerakan lembut, seperti mengusap punggung dengan gerakan melingkar atau tepukan ringan, sudah cukup membantu mengeluarkan udara dari perut bayi.
Beberapa posisi yang bisa dicoba untuk membantu bayi bersendawa, antara lain:
• Menggendong bayi dengan kepala bersandar di bahu
• Mendudukkan bayi di pangkuan dengan satu tangan menopang dada dan dagunya
• Meletakkan bayi tengkurap di atas pangkuan sambil menopang tubuhnya dengan lembut
Cegukan juga merupakan hal yang sangat umum terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini, biasanya tidak menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan bagi bayi, sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
Selain cegukan, bayi juga sering mengalami gumoh atau muntah kecil setelah menyusu. Gumoh dapat terjadi dalam jumlah sedikit atau terkadang terlihat seperti cukup banyak. Selama bayi tetap sehat, aktif, dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit, kondisi ini masih termasuk normal.
Namun, jika muntah terjadi sangat sering, terlihat berlebihan, atau disertai tanda lain, seperti melengkungkan punggung dan menangis terus-menerus, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan refluks.
Refluks ringan biasanya akan membaik, seiring bertambahnya usia bayi dan kemampuan mengontrol posisi kepala yang semakin baik. Berbeda dengan penyakit refluks gastroesofageal (GERD), yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis.
Karena gumoh cukup sering terjadi pada bayi baru lahir, menyiapkan kain lap atau kain sendawa di dekat bayi dapat membantu menjaga pakaian dan lingkungan sekitar tetap bersih.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Hal ini sebenarnya cukup umum terjadi dan sering dialami oleh banyak bayi, di minggu-minggu pertama setelah lahir. Meski terlihat mengkhawatirkan bagi orang tua, sebagian besar kondisi tersebut termasuk normal selama bayi tetap aktif, mau menyusu dengan baik, dan pertumbuhannya berjalan normal.
Dilansir dari BabyCenter, berikut adalah penyebab serta cara mengatasinya, agar dapat membantu proses merawat bayi menjadi lebih tenang, dan tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan.
Sendawa, cegukan, dan muntah pada bayi baru lahir
.jpg)
(Salah satu cara bantu si kecil bersendawa yaitu menggendong bayi dengan kepala bersandar di bahu. Foto: Ilustrasi/Pexels.com)
Sebagian bayi baru lahir membutuhkan bantuan untuk bersendawa setelah menyusu, sementara sebagian lainnya bisa bersendawa sendiri tanpa banyak bantuan.
Namun, jika bayi terlihat rewel, gelisah, atau tidak nyaman saat atau setelah menyusu, kondisi tersebut sering menjadi tanda bahwa ada udara yang terperangkap di dalam perut sehingga bayi perlu disendawakan.
Sendawa juga dapat dilakukan di beberapa waktu selama proses menyusu, misalnya:
• Saat bayi berpindah dari satu payudara ke payudara lainnya
• Setelah bayi minum sekitar 2 hingga 3 ons susu
• Setiap 10-15 menit selama menyusu
• Setelah bayi selesai menyusu
Setelah beberapa hari menjalani rutinitas menyusu, biasanya akan terlihat pola yang paling nyaman bagi bayi.
Untuk membantu bayi bersendawa, tidak perlu menepuk punggung terlalu keras. Gerakan lembut, seperti mengusap punggung dengan gerakan melingkar atau tepukan ringan, sudah cukup membantu mengeluarkan udara dari perut bayi.
Beberapa posisi yang bisa dicoba untuk membantu bayi bersendawa, antara lain:
• Menggendong bayi dengan kepala bersandar di bahu
• Mendudukkan bayi di pangkuan dengan satu tangan menopang dada dan dagunya
• Meletakkan bayi tengkurap di atas pangkuan sambil menopang tubuhnya dengan lembut
Cegukan juga merupakan hal yang sangat umum terjadi pada bayi baru lahir. Kondisi ini, biasanya tidak menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan bagi bayi, sehingga tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
Selain cegukan, bayi juga sering mengalami gumoh atau muntah kecil setelah menyusu. Gumoh dapat terjadi dalam jumlah sedikit atau terkadang terlihat seperti cukup banyak. Selama bayi tetap sehat, aktif, dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit, kondisi ini masih termasuk normal.
Namun, jika muntah terjadi sangat sering, terlihat berlebihan, atau disertai tanda lain, seperti melengkungkan punggung dan menangis terus-menerus, kondisi tersebut bisa berkaitan dengan refluks.
Baca Juga :
7 Pemicu Cegukan yang Perlu Kamu Waspadai
Refluks ringan biasanya akan membaik, seiring bertambahnya usia bayi dan kemampuan mengontrol posisi kepala yang semakin baik. Berbeda dengan penyakit refluks gastroesofageal (GERD), yang memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis.
Karena gumoh cukup sering terjadi pada bayi baru lahir, menyiapkan kain lap atau kain sendawa di dekat bayi dapat membantu menjaga pakaian dan lingkungan sekitar tetap bersih.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)