FAMILY
Cegukan Anak Bikin Panik? Tenang, Ini 5 Cara Simpel dan Aman Mengatasinya!
A. Firdaus
Rabu 25 Februari 2026 / 13:10
- Cegukan biasanya berubah menjadi hal yang cukup mengganggu.
- Jika cegukan terjadi terus-menerus hingga lebih dari 48 jam tanpa henti.
- Bayi bahkan sudah bisa mengalami cegukan.
Jakarta: Tahukah bahwa bayi bahkan sudah bisa mengalami cegukan, sejak masih berada di dalam kandungan? Cegukan memang sering terlihat lucu dan menggemaskan pada bayi, tetapi sampai sekarang para peneliti masih terus mempelajari alasan pastinya.
Sebuah penelitian dari University College London menunjukkan, kejang kecil pada diafragma kemungkinan berperan dalam membantu bayi belajar mengatur pola pernapasan sejak dini.
Namun, setelah anak bertambah besar, tidak lagi memakai popok, dan sudah aktif bergerak ke sana-kemari, cegukan biasanya berubah menjadi hal yang cukup mengganggu.
Kondisi ini sering muncul setelah anak makan terlalu cepat, minum tergesa-gesa, atau tanpa sadar menelan banyak udara saat makan maupun berbicara. Berikut adalah beberapa hal lain yang juga dapat memicu munculnya cegukan.
• Makan atau minum dengan sangat cepat, sehingga udara ikut tertelan dalam jumlah banyak.
• Mengonsumsi minuman bersoda, yang menghasilkan gas di dalam perut.
• Mengalami stres, rasa takut, atau tekanan emosional secara tiba-tiba.
• Terlalu bersemangat, tertawa keras, atau aktivitas mendadak yang membuat napas berubah cepat.
Jika cegukan terjadi terus-menerus hingga lebih dari 48 jam tanpa henti, sebaiknya kamu segera menghubungi tenaga medis. Sebab kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu.
Menurut dokter anak Howard Bennett, penulis buku The Fantastic Body, metode-metode ini memang belum semuanya diuji secara ilmiah secara ketat, tetapi umumnya aman dan sering membantu dalam praktik sehari-hari.
Diafragma merupakan otot penting, yang terletak di bagian dada dan berfungsi memisahkan rongga dada dari perut. Pada kondisi tertentu, otot ini dapat mengalami kejang secara tiba-tiba. Saat kejang terjadi, diafragma menekan pita suara sehingga muncul bunyi khas 'hik' yang dikenal sebagai cegukan.
Sebagian orang tua biasanya sudah mengenali pemicu cegukan pada anak, misalnya setelah makan terlalu cepat atau minum soda. Walaupun tidak berbahaya, cegukan tetap bisa terasa sangat mengganggu dan membuat anak tidak nyaman.
Dilansir dari Parents, berikut adalah lima cara praktis yang bisa membantu menghentikan cegukan dengan lebih cepat.
Minta anak menarik napas dalam-dalam, seolah-olah sedang bersiap meniup lilin ulang tahun, lalu menahan napas selama sekitar 15-30 detik sebelum menghembuskannya perlahan. Setelah itu beri jeda sebentar dan ulangi bila cegukan masih muncul. Metode ini bisa membuat sedikit pusing, pastikan anak melakukannya sambil duduk santai di sofa atau di lantai agar tetap aman.
Letakkan sekitar satu sendok teh gula di atas lidah anak, lalu minta menelannya perlahan. Cara ini terdengar unik, tetapi pernah dilaporkan dalam jurnal medis The New England Journal of Medicine pada tahun 1971, di mana sebagian besar peserta berhasil menghentikan cegukan dengan metode sederhana tersebut.
Ajak anak duduk dengan posisi nyaman, kemudian minta bernapas perlahan masuk dan keluar melalui kantong kertas selama sekitar 10-15 kali tarikan napas. Teknik ini membantu meningkatkan kadar karbon dioksida sementara. Sehingga otak terdorong mengatur ulang pola napas dan cegukan bisa mereda. Pastikan tetap diawasi dan tidak dilakukan terlalu lama.
Isi satu gelas air, lalu minta anak meminumnya dalam beberapa tegukan tanpa jeda panjang. Air yang menyentuh bagian belakang tenggorokan dipercaya dapat merangsang saraf tertentu, yang membantu menghentikan refleks cegukan.
Cara yang paling pasti berhasil sebenarnya adalah menunggu sampai cegukan hilang dengan sendirinya. Memang terasa menjengkelkan, apalagi bagi anak yang tidak suka sensasi cegukan. Namun, jika berbagai cara sudah dicoba dan belum berhasil, bersabar sejenak biasanya tetap menjadi solusi paling ampuh.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Sebuah penelitian dari University College London menunjukkan, kejang kecil pada diafragma kemungkinan berperan dalam membantu bayi belajar mengatur pola pernapasan sejak dini.
Namun, setelah anak bertambah besar, tidak lagi memakai popok, dan sudah aktif bergerak ke sana-kemari, cegukan biasanya berubah menjadi hal yang cukup mengganggu.
Baca Juga :
7 Pemicu Cegukan yang Perlu Kamu Waspadai
Kondisi ini sering muncul setelah anak makan terlalu cepat, minum tergesa-gesa, atau tanpa sadar menelan banyak udara saat makan maupun berbicara. Berikut adalah beberapa hal lain yang juga dapat memicu munculnya cegukan.
• Makan atau minum dengan sangat cepat, sehingga udara ikut tertelan dalam jumlah banyak.
• Mengonsumsi minuman bersoda, yang menghasilkan gas di dalam perut.
• Mengalami stres, rasa takut, atau tekanan emosional secara tiba-tiba.
• Terlalu bersemangat, tertawa keras, atau aktivitas mendadak yang membuat napas berubah cepat.
Jika cegukan terjadi terus-menerus hingga lebih dari 48 jam tanpa henti, sebaiknya kamu segera menghubungi tenaga medis. Sebab kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu.
Menurut dokter anak Howard Bennett, penulis buku The Fantastic Body, metode-metode ini memang belum semuanya diuji secara ilmiah secara ketat, tetapi umumnya aman dan sering membantu dalam praktik sehari-hari.
Trik yang bisa dicoba
Diafragma merupakan otot penting, yang terletak di bagian dada dan berfungsi memisahkan rongga dada dari perut. Pada kondisi tertentu, otot ini dapat mengalami kejang secara tiba-tiba. Saat kejang terjadi, diafragma menekan pita suara sehingga muncul bunyi khas 'hik' yang dikenal sebagai cegukan.
Sebagian orang tua biasanya sudah mengenali pemicu cegukan pada anak, misalnya setelah makan terlalu cepat atau minum soda. Walaupun tidak berbahaya, cegukan tetap bisa terasa sangat mengganggu dan membuat anak tidak nyaman.
Dilansir dari Parents, berikut adalah lima cara praktis yang bisa membantu menghentikan cegukan dengan lebih cepat.
1. Tahan napas beberapa detik
Minta anak menarik napas dalam-dalam, seolah-olah sedang bersiap meniup lilin ulang tahun, lalu menahan napas selama sekitar 15-30 detik sebelum menghembuskannya perlahan. Setelah itu beri jeda sebentar dan ulangi bila cegukan masih muncul. Metode ini bisa membuat sedikit pusing, pastikan anak melakukannya sambil duduk santai di sofa atau di lantai agar tetap aman.
2. Menelan sedikit gula
Letakkan sekitar satu sendok teh gula di atas lidah anak, lalu minta menelannya perlahan. Cara ini terdengar unik, tetapi pernah dilaporkan dalam jurnal medis The New England Journal of Medicine pada tahun 1971, di mana sebagian besar peserta berhasil menghentikan cegukan dengan metode sederhana tersebut.
3. Bernapas menggunakan kantong kertas
Ajak anak duduk dengan posisi nyaman, kemudian minta bernapas perlahan masuk dan keluar melalui kantong kertas selama sekitar 10-15 kali tarikan napas. Teknik ini membantu meningkatkan kadar karbon dioksida sementara. Sehingga otak terdorong mengatur ulang pola napas dan cegukan bisa mereda. Pastikan tetap diawasi dan tidak dilakukan terlalu lama.
4. Minum air dengan beberapa tegukan cepat
Isi satu gelas air, lalu minta anak meminumnya dalam beberapa tegukan tanpa jeda panjang. Air yang menyentuh bagian belakang tenggorokan dipercaya dapat merangsang saraf tertentu, yang membantu menghentikan refleks cegukan.
5. Tunggu sampai berhenti sendiri
Cara yang paling pasti berhasil sebenarnya adalah menunggu sampai cegukan hilang dengan sendirinya. Memang terasa menjengkelkan, apalagi bagi anak yang tidak suka sensasi cegukan. Namun, jika berbagai cara sudah dicoba dan belum berhasil, bersabar sejenak biasanya tetap menjadi solusi paling ampuh.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)