FAMILY

Bukan Rebahan atau Gadget, Anak Ternyata Butuh 180 Menit Aktif Bergerak Setiap Hari

A. Firdaus
Sabtu 06 Juni 2026 / 11:56
Ringkasnya gini..
  • Untuk usia 9-15 tahun, anak-anak mulai membutuhkan teman sebaya mereka.
  • Peran orang tua pun juga sangat penting dalam mendampingi anak-anak saat mereka bermain.
  • Durasi bukan hal yang perlu dikhawatirkan oleh orang tua.
Jakarta: Psikolog klinis dan keluarga, Pritta Tyas M. Psi menjelaskan bahwa seorang anak memiliki tahapan bermain secara spesifik sesuai usia.

"​Sebenarnya bermain itu ada tahapannya, jadi kalau anak sampai usia delapan tahun, riset dia itu bilang: 'sehari anak-anak harus paling enggak 180 menit bergerak'. Bagus lagi kalau bergerak dalam artian olah raga," kata Pritta dalam acara LEGO Playground di Grand Indonesia, Jakarta, Jumat, 5 Juni 2026.

Pembagian aktivitas bermain sesuai usia ini ditujukan untuk tidak sekadar menjadi hiburan. Tujuannya adalah untuk membentuk stimulasi tumbuh kembang yang terukur pada anak.
Untuk usia hingga 8 tahun, fokus utama adalah kebutuhan bergerak fisik. Anak-anak disarankan untuk melakukan aktivitas bergerak atau olahraga setidaknya 180 menit dalam sehari.

Untuk usia 9-15 tahun, anak-anak mulai membutuhkan teman sebaya mereka sebagai bagian dari perkembangan sosialnya. Tujuannya adalah untuk melatih kemampuan sosial dan kerja sama.

Peran orang tua pun juga sangat penting dalam mendampingi anak-anak saat mereka bermain. Namun, dengan catatan bukan membatasi untuk menimbulkan resiliensi dari anak.

Pun, durasi bukan hal yang perlu dikhawatirkan oleh orang tua. Namun, fokus bermain terhadap anak meski terbatas, tanpa hadirnya gadget atau memiliki fokus lain, ada momen yang perlu ditanamkan.

"Walaupun hanya 15 hingga 20 menit, usahakan orang tua benar-benar fokus terhadap anak, tanpa terganggu oleh ponsel atau pekerjaan lain," jelas Pritta.

Sejalan dengan pentingnya bermain kepada anak, LEGO Play Well Report 2026 menunjukkan bahwa 98 peesen keluarga berharap memiliki waktu bermain bersama lebih sering. 

Di saat yang sama, orang tua juga melihat bermain sebagai cara untuk membantu anak memahami dunia di sekitarnya. Sslain itu, dapat membuka ruang percakapan yang lebih terbuka dan bermakna.

Dengan semangat tersebut, LEGO Playground "Main dan Jadi Hebat hadir untuk menginspiras keluarga dan menjadikan bermain sebagai bagian dari keseharian. 

Kampanye ini menunjukkan bahwa momen bermain yang bermakna dapat dimulai dari hal sederhana. Mulai dari rasa ingin tahu, imajinasi, dan waktu yang dinikmati bersama.

"Kami ingin mendorong anak-anak memiliki lebih banyak kesempatan untuk bermain, sekaligus membantu orang tua merasa yakin bahwa mendukung anak bermain adalah bagian penting dari tumbuh kembang mereka," ujar Cedric Roose, General Manager for India and Asia Emerging Markets, The LEGO Group.

Untuk mendukung bermain anak, LEGO Playground hadir di Grand Indonesia hingga 19 Juli 2026 mendatang. Anak-anak bisa diajak bermain seperti:


1. Brick Carousel

Anak dapat menjelajahi berbagai cara kreatif untuk merakit desain hewan yang unik. Hasilnya dapat ditampilkan di carousel yang tersedia.


2. Brick Mix

Anak dapat menemukan solusi kreatif untuk memecahkan tantangan dari kubus berputar.


3. Hop & Build

Anak bisa bermain engklek dengan temanmu! Kumpulkan dan rakit LEGO bricks menjadi sebuah set bersama. 


4. Brick Seek

Anak dapat temukan LEGO Baby Panda di antara berbagai kejutan dalam misteri box.


5. Tower of Play

Anak bisa menjadi Play Champion dalam bentuk LEGO Minifigure versi anak dengan memilih bagian dan aksesori minifigure yang menggambarkan perjalanan si kecil.

Kemudian, dapat dipajang kreasinya pada Tower of Play sebagai perayaan kreativitas dan rasa percaya diri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(FIR)

MOST SEARCH