Bukan Cuma Bikin Fit, Rajin Olahraga Ternyata Bisa Bantu Mood dan Tidur
- Rajin olahraga dikaitkan dengan gejala depresi yang lebih rendah.
- Olahraga rutin juga berkaitan dengan rasa lebih segar setelah tidur.
- Konsistensi olahraga lebih penting daripada jenis olahraga yang dipilih.
Jakarta: Rajin olahraga ternyata nggak cuma soal bikin badan lebih fit. Kebiasaan ini juga punya kaitan dengan kondisi mental dan kualitas istirahat. Hal tersebut dibahas Blake Griffin Edwards, LMFT, seorang licensed marriage and family therapist di Washington State, dalam artikel Psychology Today berjudul “Consistent Exercise Builds Better Mood, Deeper Sleep”.
Dalam artikel tersebut, Edwards membahas dua penelitian yang melihat hubungan antara kebiasaan olahraga, gejala depresi, dan rasa segar setelah tidur. Menariknya, kedua penelitian ini menunjukkan sisi yang berbeda dari kebiasaan olahraga yang konsisten.

Olahraga rutin berkaitan dengan mood dan kualitas tidur. Generated AI
Konsisten olahraga berkaitan dengan mood
Penelitian pertama berjudul “Body and Mind Intertwined: Physical Activity Intensity, Sleep Quality, and Depressive Symptoms — Cross-sectional Associations and Exploratory Path Analysis” dan diterbitkan di Journal of Clinical Medicine.
Studi ini melibatkan 349 peserta, yang mayoritas merupakan dewasa muda. Peneliti melihat hubungan antara aktivitas fisik, kualitas tidur, dan gejala depresi.
Hasilnya, peserta yang melakukan latihan dengan intensitas dan volume lebih tinggi cenderung memiliki gejala depresi yang lebih rendah. Mereka yang sudah berolahraga selama tiga sampai lima tahun juga menunjukkan skor depresi lebih rendah dibandingkan peserta yang baru berolahraga kurang dari satu tahun.
Menariknya, jenis olahraga nggak menunjukkan perbedaan berarti. Jadi, lari, latihan beban, bersepeda, maupun olahraga kelompok bisa menjadi pilihan. Nggak harus ikut olahraga yang lagi tren, yang penting aktivitasnya bisa dilakukan secara konsisten.
Olahraga rutin juga berkaitan dengan tidur
Penelitian kedua berjudul “Initiation, Maintenance, and Discontinuation of Habitual Exercise and Perceived Sleep Restfulness: A Population-Based Cohort Study” dan diterbitkan di Medicine & Science in Sports & Exercise.
Penelitian ini menganalisis data 702.007 orang dewasa di Jepang berdasarkan pemeriksaan kesehatan selama dua tahun.
Hasilnya, orang yang mulai berolahraga secara rutin lebih mungkin melaporkan peningkatan sleep restfulness, yaitu perasaan lebih segar atau cukup beristirahat setelah tidur. Mereka yang mempertahankan kebiasaan olahraga juga cenderung tetap merasakan manfaat tersebut.
Sebaliknya, peserta yang berhenti berolahraga cenderung mengalami penurunan rasa segar setelah tidur.
Bukan berarti olahraga jadi solusi semua masalah
Nah, ada satu hal yang perlu digarisbawahi. Kedua penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan, bukan membuktikan bahwa olahraga secara langsung menyebabkan mood atau tidur menjadi lebih baik.
Pada penelitian pertama, kualitas tidur juga nggak terlihat sebagai penghubung utama antara aktivitas fisik dan lebih rendahnya gejala depresi. Jadi, hubungan olahraga dengan kondisi mental dan tidur kemungkinan melibatkan jalur yang berbeda.
Kesimpulannya, nggak perlu langsung ngegas olahraga berat. Pilih aktivitas yang realistis dan nyaman dilakukan secara rutin. Dari dua penelitian tersebut, konsistensi justru menjadi salah satu hal yang paling menarik untuk diperhatikan.
Desi Indasari
(FIR)