FAMILY

Kapan waktu yang Tepat untuk Membacakan Buku Cerita pada Anak?

Raka Lestari
Sabtu 03 Oktober 2020 / 15:08
Jakarta: Membacakan cerita pada anak memiliki manfaat yang banyak. Selain dapat memupuk kebiasaan membaca, dengan membacakan buku cerita pada anak juga dapat meningkatkan ikatan hubungan antara anak dan orang tua. Akan tetapi, banyak orang tua yang mungkin kebingungan untuk memilih waktu yang tepat untuk membacakan buku pada anak.

“Waktu untuk mendongeng atau membacakan buku pada anak sebetulnya tidak ada waktu dan tempat secara khusus. Dimanapun bisa saja asalkan anak siap menerima cerita yang ingin disampaikan oleh orang tua,” ujar Awam Prakoso, pendongeng nasional sekaligus pendiri Kampung Dongeng Indonesia.

Menurut Kak Awam, panggilan akrabnya, yang terpenting adalah ketika orang tua ingin membacakan buku atau mendongeng untuk anak tidak dalam keadaan terpaksa. “Jika anak sedang main, jangan dipaksa karena bermain juga berguna untuk mengembangkan potensi mereka,” ujar Kak Awam dalam webinar “Manfaat Storytelling untuk Perkembangan Anak” di Jakarta, Rabu, 30 September 2020.

“Agar anak mau mendengarkan cerita, orang tua bisa mengajak anak untuk memilih cerita yang mereka inginkan dan memang waktu yang paling baik adalah pada saat menjelang anak mau tidur. Hal itu karena pada saat mau tidur, anak tidak melakukan aktivitas lain,” saran Kak Awam.

Menurutnya, waktu lain yang bisa dipilih adalah pada saat anak sedang makan. “Ibu menyuapi anak, lalu ayah bercerita. Atau pada saat di kendaraan juga bisa bercerita,” tutur Kak Awam. Selain itu, ketika sedang membacakan buku untuk anak, pada umumnya tidak membutuhkan properti tambahan. “Kecuali memang pada bukunya membutuhkan properti agar cerita semakin syahdu,”ujarnya.
 


Bagi orang tua yang ingin mendongeng untuk anak, berikut ini adalah tips yang diberikan oleh Kak Awam:

1. Persiapan sebelum mendongeng:

- Membuat atau memilih cerita sesuai tema, usia anak, dan pahami ceritanya.
- Menyiapkan media peraga bla diperlukan
- Berlatih secukupnya
- Menyiapkan tempat bercerita, bila dilakukan oleh guru.
 
2. Membuka pertunjukan dongeng bisa dengan tebak-tebakan, diselingi lagu-lagu ringan, dan permainan kreativias.

3. Saat mendongeng, jangan terburu-buru dan harus tetap menyenangkan. Boleh menggunakan improvisasi, dan libatkan anak dalam bagian-bagian tertentu.

4. Mendongeng ditutup dengan tanya jawab tokoh alur dan alur cerita, atau menggambar tokoh atau salah satu seting dalam cerita.
(YDH)

MOST SEARCH