- Jerawat di wajah aja udah nyebelin, apalagi kalau muncul di punggung.
- Selain bikin perih, jerawat punggung atau bacne sering banget bikin kita merasa minder pas mau pakai baju favorit.
- Yuk, kita simak apa saja pemicu yang bikin jerawat punggung makin subur.
Jakarta: Jerawat di wajah aja udah nyebelin, apalagi kalau muncul di punggung. Selain bikin perih, jerawat punggung atau bacne sering banget bikin kita merasa minder pas mau pakai baju favorit.
Ternyata, ini kondisi yang sangat umum terjadi. Faktanya, setengah dari mereka yang punya jerawat di wajah kemungkinan besar juga punya jerawat di punggung, bahu, atau dada.
Kenapa bisa gitu? Soalnya, kulit punggung bagian atas punya kelenjar minyak yang melimpah. Kalau minyak ini bercampur dengan sel kulit mati, pori-pori jadi tersumbat dan jerawat pun muncul.
Biar lebih paham, yuk kita simak apa saja pemicu yang bikin jerawat punggung makin subur menurut dokter kulit David Li, pendiri Boston Derm Advocate.
Fluktuasi hormon menjadi penyebab utama jerawat punggung. "Perubahan hormon sering menyebabkan kelenjar minyak bekerja berlebihan, menghasilkan sebum berlebih yang dapat menyumbat pori-pori," jelas Li kepada Patient."
"Itulah mengapa jerawat punggung sering menyerang remaja dan dewasa muda yang sedang mengalami pubertas. Bahkan, jerawat punggung dapat berlanjut hingga dewasa."
Munculnya jerawat sangat umum terjadi selama kehamilan dan menstruasi - periode yang terkait dengan perubahan hormonal yang signifikan.
.jpg)
(Kalau jerawat punggung udah bikin enggak nyaman banget, jangan ragu buat tanya dokter kulit ya. Foto: Ilustrasi/Dok. Generate AI)
Punggung itu area yang gampang banget keringatan, apalagi pas lagi olahraga atau cuaca lagi lembap. Kalau enggak langsung dibersihkan, keringat itu bakal nyumbat pori-pori dan akhirnya memicu jerawat.
Apalagi kalau kamu habis beraktivitas di luar terus enggak langsung mandi, risiko jerawat di punggung makin gede.
Area punggung yang selalu tertutup baju bikin bakteri makin betah berkembang biak, nyumbat pori-pori, dan bikin jerawat makin meradang.
Penggunaan produk perawatan perawatan kulit yang tidak cocok, seperti losion atau pelembap juga bisa menyebabkan jerawat punggung.
Beberapa produk perawatan mengandung bahan yang dapat membuat menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat, seperti minyak kelapa, lanolin, asam oleat, dan isopropyl myristate.
Kesehatan mental bisa memicu munculnya jerawat. Ada bukti yang menghubungkan stres dan kecemasan dengan munculnya jerawat dan masalah kulit lainnya.
Hal ini karena stres dan kecemasan memicu respons "lawan atau lari" tubuh seseorang. Ini melepaskan hormon stres kortisol dan androgen, yang menyebabkan kelenjar minyak kamu melepaskan lebih banyak sebum.
Perlu diingat, jerawat punggung kadang muncul atau makin parah karena pengaruh obat-obatan tertentu, seperti kontrasepsi, steroid, obat epilepsi, atau penstabil mood.
Kalau kamu curiga jerawatmu efek samping obat, tetap lanjutin dosisnya ya dan segera konsultasi ke dokter. Jangan asal berhenti minum obat tanpa saran medis karena bisa bahaya.
Kalau jerawat punggung udah bikin enggak nyaman banget, jangan ragu buat tanya dokter kulit. Biasanya, dokter bakal kasih resep obat oles atau minum yang lebih ampuh.
Kamu juga bisa cari produk yang dijual bebas di apotek, seperti sabun, krim, atau gel yang mengandung benzoil peroksida.
Ada juga pilihan lain kayak gel retinoid atau stiker jerawat dengan kandungan asam salisilat yang praktis banget buat dipakai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Ternyata, ini kondisi yang sangat umum terjadi. Faktanya, setengah dari mereka yang punya jerawat di wajah kemungkinan besar juga punya jerawat di punggung, bahu, atau dada.
Kenapa bisa gitu? Soalnya, kulit punggung bagian atas punya kelenjar minyak yang melimpah. Kalau minyak ini bercampur dengan sel kulit mati, pori-pori jadi tersumbat dan jerawat pun muncul.
Biar lebih paham, yuk kita simak apa saja pemicu yang bikin jerawat punggung makin subur menurut dokter kulit David Li, pendiri Boston Derm Advocate.
Hormon
Fluktuasi hormon menjadi penyebab utama jerawat punggung. "Perubahan hormon sering menyebabkan kelenjar minyak bekerja berlebihan, menghasilkan sebum berlebih yang dapat menyumbat pori-pori," jelas Li kepada Patient."
"Itulah mengapa jerawat punggung sering menyerang remaja dan dewasa muda yang sedang mengalami pubertas. Bahkan, jerawat punggung dapat berlanjut hingga dewasa."
Munculnya jerawat sangat umum terjadi selama kehamilan dan menstruasi - periode yang terkait dengan perubahan hormonal yang signifikan.
Kurang menjaga kebersihan tubuh
.jpg)
(Kalau jerawat punggung udah bikin enggak nyaman banget, jangan ragu buat tanya dokter kulit ya. Foto: Ilustrasi/Dok. Generate AI)
Punggung itu area yang gampang banget keringatan, apalagi pas lagi olahraga atau cuaca lagi lembap. Kalau enggak langsung dibersihkan, keringat itu bakal nyumbat pori-pori dan akhirnya memicu jerawat.
Apalagi kalau kamu habis beraktivitas di luar terus enggak langsung mandi, risiko jerawat di punggung makin gede.
Area punggung yang selalu tertutup baju bikin bakteri makin betah berkembang biak, nyumbat pori-pori, dan bikin jerawat makin meradang.
Produk perawatan kulit yang tidak cocok
Penggunaan produk perawatan perawatan kulit yang tidak cocok, seperti losion atau pelembap juga bisa menyebabkan jerawat punggung.
Beberapa produk perawatan mengandung bahan yang dapat membuat menyumbat pori-pori dan memicu timbulnya jerawat, seperti minyak kelapa, lanolin, asam oleat, dan isopropyl myristate.
Stres dan kecemasan
Kesehatan mental bisa memicu munculnya jerawat. Ada bukti yang menghubungkan stres dan kecemasan dengan munculnya jerawat dan masalah kulit lainnya.
Hal ini karena stres dan kecemasan memicu respons "lawan atau lari" tubuh seseorang. Ini melepaskan hormon stres kortisol dan androgen, yang menyebabkan kelenjar minyak kamu melepaskan lebih banyak sebum.
Obat-obatan
Perlu diingat, jerawat punggung kadang muncul atau makin parah karena pengaruh obat-obatan tertentu, seperti kontrasepsi, steroid, obat epilepsi, atau penstabil mood.
Kalau kamu curiga jerawatmu efek samping obat, tetap lanjutin dosisnya ya dan segera konsultasi ke dokter. Jangan asal berhenti minum obat tanpa saran medis karena bisa bahaya.
Kalau jerawat punggung udah bikin enggak nyaman banget, jangan ragu buat tanya dokter kulit. Biasanya, dokter bakal kasih resep obat oles atau minum yang lebih ampuh.
Kamu juga bisa cari produk yang dijual bebas di apotek, seperti sabun, krim, atau gel yang mengandung benzoil peroksida.
Ada juga pilihan lain kayak gel retinoid atau stiker jerawat dengan kandungan asam salisilat yang praktis banget buat dipakai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)