BEAUTY
Kenapa Remaja Lebih Gampang Jerawatan? Ini Penjelasan Dokter Kulit
A. Firdaus
Jumat 12 Juni 2026 / 11:13
- Perubahan hormon dapat merangsang produksi minyak berlebih yang memicu munculnya komedo, kulit berminyak, hingga jerawat.
- Jerawat merupakan kondisi yang sangat umum pada remaja.
- Rutinitas yang sederhana namun konsisten.
Jakarta: Memasuki masa pubertas, banyak remaja mulai mengalami perubahan pada kondisi kulit. Perubahan hormon dapat merangsang produksi minyak berlebih yang memicu munculnya komedo, kulit berminyak, hingga jerawat.
Dokter kulit Dr. Stephanie Ho menjelaskan bahwa saat kulit bertransisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja, peningkatan produksi sebum dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan berbagai masalah kulit.
"Ketika sebum berlebih bercampur dengan sel kulit mati dan bakteri, peradangan dapat berkembang dan memicu jerawat," ujar Dr. Ho, dikutip dari Channel News Asia.
Menurutnya, jerawat merupakan kondisi yang sangat umum pada remaja. Sekitar 90 hingga 96 persen remaja mengalami jerawat dalam tingkat tertentu. Anak perempuan biasanya mulai mengalaminya lebih awal, sekitar usia 11–13 tahun, sedangkan pada anak laki-laki umumnya muncul pada usia 13–14 tahun.
Untuk membantu menjaga kesehatan kulit selama masa pubertas, Dr. Ho menyarankan rutinitas yang sederhana namun konsisten.
Gunakan pembersih wajah yang tidak membuat kulit terasa terlalu kering atau tertarik setelah dicuci.
Meski kulit berminyak, pelembap tetap penting untuk menjaga lapisan pelindung kulit.
Pilih tabir surya spektrum luas dengan SPF 50 atau lebih tinggi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Beberapa bahan aktif yang dinilai bermanfaat untuk kulit remaja berjerawat antara lain:
Niacinamide: membantu mengurangi peradangan dan produksi minyak berlebih.
Asam azelaik: membantu membersihkan pori-pori tersumbat, melawan bakteri, serta memudarkan bekas jerawat.
Benzoyl peroxide: membantu membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengurangi peradangan, meski dapat mengiritasi kulit sensitif.
Asam salisilat: membantu mengangkat sel kulit mati dan melarutkan minyak di dalam pori-pori.
Dr. Ho mengingatkan agar bahan-bahan tersebut diperkenalkan secara bertahap untuk melihat toleransi kulit. Jika jerawat tidak membaik atau justru memburuk, konsultasi dengan dokter kulit dianjurkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(FIR)
Dokter kulit Dr. Stephanie Ho menjelaskan bahwa saat kulit bertransisi dari masa kanak-kanak ke masa remaja, peningkatan produksi sebum dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan berbagai masalah kulit.
"Ketika sebum berlebih bercampur dengan sel kulit mati dan bakteri, peradangan dapat berkembang dan memicu jerawat," ujar Dr. Ho, dikutip dari Channel News Asia.
Menurutnya, jerawat merupakan kondisi yang sangat umum pada remaja. Sekitar 90 hingga 96 persen remaja mengalami jerawat dalam tingkat tertentu. Anak perempuan biasanya mulai mengalaminya lebih awal, sekitar usia 11–13 tahun, sedangkan pada anak laki-laki umumnya muncul pada usia 13–14 tahun.
Rutinitas dasar perawatan kulit remaja
Untuk membantu menjaga kesehatan kulit selama masa pubertas, Dr. Ho menyarankan rutinitas yang sederhana namun konsisten.
Pembersih wajah yang lembut
Gunakan pembersih wajah yang tidak membuat kulit terasa terlalu kering atau tertarik setelah dicuci.
Pelembap ringan
Meski kulit berminyak, pelembap tetap penting untuk menjaga lapisan pelindung kulit.
Tabir surya
Pilih tabir surya spektrum luas dengan SPF 50 atau lebih tinggi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Bahan yang dapat membantu mengatasi jerawat
Beberapa bahan aktif yang dinilai bermanfaat untuk kulit remaja berjerawat antara lain:
Niacinamide: membantu mengurangi peradangan dan produksi minyak berlebih.
Asam azelaik: membantu membersihkan pori-pori tersumbat, melawan bakteri, serta memudarkan bekas jerawat.
Benzoyl peroxide: membantu membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengurangi peradangan, meski dapat mengiritasi kulit sensitif.
Asam salisilat: membantu mengangkat sel kulit mati dan melarutkan minyak di dalam pori-pori.
Dr. Ho mengingatkan agar bahan-bahan tersebut diperkenalkan secara bertahap untuk melihat toleransi kulit. Jika jerawat tidak membaik atau justru memburuk, konsultasi dengan dokter kulit dianjurkan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FIR)