• Card 1 of 30
Ekonomi

BI Berharap Eksportir Manfaatkan Pelemahan Rupiah

05 September 2018 18:23

Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani) Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Manado: Bank Indonesia (BI) berharap pelemahan rupiah terhadap dolar saat ini bisa dimanfaatkan oleh pengekspor di Sulawesi Utara (Sulut) untuk meraup devisa lebih banyak lagi.

"Di sisi lain pelemahan rupiah ini akan berdampak positif bagi pengekspor di Sulut, karena nilai jual akan lebih besar," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Utara Soekowardojo di Manado, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 5 September 2018.

Dia mengatakan, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi melemah sebesar 25 poin menjadi Rp14.920 dibandingkan posisi sebelumnya Rp14.895 per USD.

Harus diakui, katanya, kegiatan ekspor adalah penyumbang devisa terbesar bagi Provinsi Sulut maupun negara secara keseluruhan, sehingga sangat diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik.

Ia menjelaskan, walaupun Sulut masih bergantung pada komoditas kelapa yang harganya turun, tetapi masih bisa meningkatkan nilai ekspor ketika nilai rupiah melemah.

Ia mengingatkan agar pemerintah Sulut dan kabupaten kota memperhatikan kebijakan mengenai komoditas kelapa. "Yang terpenting harga harus menguntungkan pabrikan dan tidak merugikan petani," jelasnya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut Ateng Hartono mengatakan nilai neraca perdagangan Provinsi Sulut yang diukur melalui penghitungan net ekspor (total ekspor dikurangi total impor) pada Juli 2018 mengalami surplus senilai USD57,39 juta.

"Nilai ini mengalami sedikit koreksi dari kondisi bulan sebelumnya yang tercatat senilai USD76,25 juta," kata Ateng.

Namun, bila dibandingkan dengan Juli 2017, katanya, net ekspor Sulawesi Utara mengalami peningkatan USD19,50 juta. Dia menjelaskan nilai ekspor nonmigas Sulut pada Juli 2018 tercatat sebesar USD71,33 juta, sementara impornya senilai USD13,94 juta.

Komoditas ekspor nonmigas terbesar pada Juli 2018 tetap diduduki oleh lemak dan minyak hewan/nabati, yakni senilai USD31,84 juta atau 44,64 persen dari total ekspor.