: Bank Indonesia (BI) berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ASPI, AFTECH, APUVINDO, dan LPPI menggelar soft launching Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) pada Senin, 23 Februari 2026.
: Bank Indonesia (BI) berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ASPI, AFTECH, APUVINDO, dan LPPI menggelar soft launching Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) pada Senin, 23 Februari 2026.

PIDI 2026 Dibuka, BI Perkuat Ekosistem Inovasi Digital Nasional

Arif Wicaksono • 25 Februari 2026 10:18
Ringkasnya gini..
  • Bank Indonesia (BI) berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ASPI, AFTECH, APUVINDO, dan LPPI menggelar soft launching Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) pada Senin, 23 Februari 2026.
  • Dari sekitar 800 proposal yang ditargetkan masuk, akan diseleksi menjadi 480 tim untuk mengikuti tahap practitioner atau sandboxing pada Juni hingga Juli 2026. Pada fase ini, peserta mendapat pendampingan mentor serta pembekalan kewirausahaan dan pengembangan startup.
Jakarta: Bank Indonesia (BI) berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ASPI, AFTECH, APUVINDO, dan LPPI menggelar soft launching Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) pada Senin, 23 Februari 2026.
 
Peluncuran yang dilakukan di Grha Bhasvara Icchana, Kantor Pusat BI tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem inovasi digital nasional untuk mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi berbasis nilai tambah.
 

Pendaftaran Dibuka hingga 27 Maret 2026

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan PIDI dirancang untuk mengakselerasi talenta digital agar mampu mengembangkan inovasi menjadi model bisnis yang layak dan siap diimplementasikan.
 
“Dalam dua sampai tiga bulan pertama peserta akan menjalani pelatihan, tidak hanya teknis digital tetapi juga bagaimana mengubah visi menjadi business proposal dan strategic business plan,” kata Perry.
 
PIDI 2026 Dibuka, BI Perkuat Ekosistem Inovasi Digital Nasional
 
Pada tahap awal yakni Essential Training akan berlangsung pada April hingga Mei 2026, selama kurang lebih delapan minggu. Peserta yang lulus akan memperoleh sertifikat.
 
Dari sekitar 800 proposal yang ditargetkan masuk, akan diseleksi menjadi 480 tim untuk mengikuti tahap practitioner atau sandboxing pada Juni hingga Juli 2026. Pada fase ini, peserta mendapat pendampingan mentor serta pembekalan kewirausahaan dan pengembangan startup.
 
“Dari 480 tim akan dipilih 80 proposal yang paling siap untuk dicarikan investor. Mereka masuk ke tahap capstone project dan dilakukan business matching,” ujar Perry.
 
PIDI 2026 Dibuka, BI Perkuat Ekosistem Inovasi Digital Nasional

 
Sebanyak 10 tim terbaik akan memperoleh penghargaan pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.
 

Kolaborasi Lintas Otoritas dan Industri

 
Asisten Gubernur Bank Indonesia Dicky Kartikoyono menambahkan PIDI merupakan hasil kolaborasi lintas otoritas, industri, akademisi, dan komunitas. Materi pelatihan melibatkan narasumber dari OJK, pelaku industri, akademisi, hingga praktisi global.
 
PIDI 2026 Dibuka, BI Perkuat Ekosistem Inovasi Digital Nasional
 
Ia menyebut setidaknya terdapat 30 lebih problem statement yang dihimpun dari sekitar 10 kementerian dan lembaga untuk dijadikan use case dalam hackathon dan pengembangan proyek.
 
“Ini pertemuan strategis antara talenta dengan industri. Talenta punya proposal dan kemampuan, industri memiliki kebutuhan pengembangan ekonomi keuangan digital,” kata Dicky.
 
Pendaftaran PIDI 2026 dibuka hingga 27 Maret 2026. BI menargetkan partisipasi sekitar 800 tim atau lebih dari 3.000 peserta.

 
Bagian dari BSPI 2030


PIDI 2026 Dibuka, BI Perkuat Ekosistem Inovasi Digital Nasional
 
Program ini merupakan bagian dari implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030, khususnya pada pilar inovasi. PIDI bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pemetaan kebutuhan dan market intelligence, innovation experimentation melalui hackathon, serta pengembangan talenta digital melalui program Digital Talenta Berdaya dan Berkarya (DIGDAYA).
 
Pada tahap awal 2026, fokus diarahkan pada pelaksanaan hackathon dan DIGDAYA untuk menghasilkan inovasi yang siap diadopsi industri maupun sektor publik, termasuk melalui fasilitasi inkubasi dan business matching dengan investor dan venture capital.
 
BI menargetkan program ini mendukung ketahanan dan inovasi keuangan, peningkatan produktivitas, ketahanan pangan dan penciptaan lapangan kerja, serta percepatan layanan publik dan ekonomi kreatif berbasis digital. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan