Kepastian pengusulan tersebut dibenarkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Ia mengonfirmasi Thomas Djiwandono menjadi salah satu kandidat yang diusulkan pemerintah untuk mengisi jabatan Deputi Gubernur Bank Indonesia.
Pengusulan ini dilakukan menyusul kekosongan posisi setelah Juda Agung memutuskan untuk mengundurkan diri. "Ada beberapa nama yang dikirimkan, salah satunya memang betul ada nama yang kita usulkan adalah Pak Wamenkeu atas nama Pak Tommy Djiwandono," kata Prasetyo dikutip dari laman Metrotvnews.com, Selasa, 20 Januari 2026.
Presiden Prabowo Subianto telah menindaklanjuti kekosongan jabatan tersebut dengan mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sesuai dengan regulasi yang berlaku. Langkah ini mengikuti ketentuan yang mewajibkan pengisian jabatan Deputi Gubernur BI melalui persetujuan legislatif.
Selanjutnya, DPR akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap para kandidat yang diusulkan sebelum menetapkan Deputi Gubernur BI yang terpilih. Siapa sebenarnya Thomas Djiwandono? Yuk kita kenalan dengan wakil menteri keuangan ini.
Latar Belakang dan Pendidikan Thomas Djiwandono
Melansir laman Gerindra, Thomas M. Djiwandono yang biasa dipanggil Tommy, lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia merupakan anak pertama dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati. Tommy dilahirkan dalam keluarga terpandang dengan latar belakang kuat di bidang ekonomi dan politik.Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, merupakan mantan Gubernur Bank Indonesia yang kini menjadi pengajar di Nanyang Technological University, Singapura. Sementara itu, ibunya, Bianti, adalah kakak kandung Prabowo Subianto, pendiri Partai Gerindra sekaligus Presiden Republik Indonesia saat ini.
Selain itu, Thomas juga merupakan cicit R.M Margono Djojohadikusumo, tokoh yang dikenal sebagai pendiri Bank BNI 46. Dari pernikahannya, Tommy telah dikaruniai tiga orang anak.
Jejak Pendidikan Thomas Djiwandono
Dalam hal pendidikan, Thomas termasuk dari keluarga berpendidikan tinggi dan berada. Berikut jejak pendidikan yang ditempuhnya:- SMP Kanisius, Menteng, Jakarta (pendidikan menengah)
- Haverford College, Pennsylvania, Amerika Serikat - Studi Sejarah
- Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, Amerika Serikat - Master of International Relations and International Economics
Perjalanan Karier Thomas Djiwandono
Karier Thomas dimulai sebagai wartawan magang di Majalah Tempo pada tahun 1993, kemudian pada tahun 1994 ia bekerja di Indonesia Business Weekly. Pengalaman internasionalnya semakin terasah ketika ia bekerja sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong, yang memberikannya pemahaman mendalam tentang pasar keuangan global.Pada tahun 2006, perjalanan kariernya mengalami peningkatan signifikan ketika pamannya, Hashim Djojohadikusumo, memintanya untuk membantu di Arsari Group. Tommy kemudian menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis. Posisi ini menunjukkan kepercayaan keluarga terhadap kemampuannya dalam mengelola bisnis skala besar.
Keterlibatan dalam politik
Selain di dunia bisnis, Thomas juga aktif terlibat dalam dunia politik melalui Partai Gerindra. Ia pernah mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif di Provinsi Kalimantan Barat. Kini, Tommy dipercaya menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra, memegang kendali keuangan partai bentukan pamannya, Prabowo Subianto.Peran Tommy sangat vital terutama selama Pemilihan Presiden 2014 yang mengusung pasangan Prabowo-Hatta. Ia menjadi tulang punggung Koalisi Merah-Putih dalam memenuhi kebutuhan logistik kampanye. Tommy dikenal sangat serius dan teliti mencatat setiap aktivitas keuangan partai dengan sangat rapi dan transparan.
Berkat kinerja Tommy yang sangat baik dalam mengelola keuangan partai, Gerindra berhasil meraih penghargaan sebagai partai politik dengan laporan keuangan paling transparan. Partai Gerindra bahkan mendapatkan pengakuan dari Transparency International Indonesia dan Indonesia Corruption Watch atas tata kelola keuangan yang baik.
Latar belakang pendidikan dan pengalaman Thomas yang kuat di bidang ekonomi, keuangan, serta hubungan internasional menjadikannya kandidat kredibel untuk posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Pengalamannya mengelola keuangan baik di sektor swasta maupun politik memberikan nilai tambah dalam menjalankan tugas di lembaga moneter tertinggi Indonesia.
Dengan pengusulan ini, Tommy berpotensi beralih dari jabatannya sebagai Wakil Menteri Keuangan menuju posisi strategis di Bank Indonesia. Keputusan akhir akan ditentukan setelah proses uji kelayakan dan kepatutan oleh DPR selesai dilaksanakan. Publik kini menanti hasil dari proses tersebut untuk melihat apakah Tommy akan resmi menjabat sebagai Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung. (Bramcov Stivens Situmeang)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News