• Card 1 of 30
Ekonomi

BI Tingkatkan Intervensi Tahan Pelemahan Rupiah

Annisa ayu artanti    •    31 Agustus 2018 14:34

Gedung Bank Indonesia (MI/SUSANTO) Gedung Bank Indonesia (MI/SUSANTO)

Jakarta: Bank Indonesia (BI) berencana meningkatkan intervensi sejalan dengan nilai tukar rupiah yang terus terdepresiasi terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Kondisi tersebut seiring dengan nilai tukar rupiah yang sudah menembus level Rp14.700 per USD sehingga perlu ada intervensi guna menahan pelemahan lanjutan.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan bahwa BI sangat berkomitmen kuat untuk menjaga pergerakan ekonomi dan stabilitas nilai tukar rupiah terutama terhadap USD. Bahkan, Perry mengaku, BI siap 'jor-joran' melakukan intervensi agar rupiah tidak terseret lebih dalam ke zona negatif.

"Itu kita intensifkan atau kita tingkatkan intensitas kita untuk melakukan intervensi," kata Perry, di Kompleks Perkantoran Bank Indonesia (BI), Jakarta, Jumat, 31 Agustus 2018.



Salah satu intervensi yang dilakukan, Perry menambahkan, adalah meningkatkan volume intervensi valuta asing. Sejak kemarin dari pagi hingga sore, BI melakukan intervensi di pasar valuta asing. Tidak hanya itu, BI juga melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, bahkan menjelang pukul 11 siang tadi BI membeli SBN sebesar Rp3 triliun.

Lebih lanjut, masih kata Perry, langkah lain yang dilakukan adalah hari ini BI membuka lelang FX swap dengan target USD400 juta. BI juga telah membuka window swap hedging. "Dan itu kita lakukan dalam langkah-langkah stabilisasi (nilai tukar rupiah)," sebut dia.

Selain intervensi yang dilakukan, Perry kembali mengingatkan bahwa BI terus bekerja sama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjaga nilai tukar rupiah supaya sesuai dengan fondasi perekonomian Indonesia.

"Koordinasi secara erat dengan Kemenkeu dan OJK guna pastikan stabilitas sistem keuangan dan stabilitas nilai tukar agar tetap terjaga," tutup dia.