• Card 13 of 30
Nasional

Fahri Hamzah Tantang KPK Bongkar Skandal Century

Whisnu Mardiansyah    •    18 September 2018 21:11

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: MI/Mohamad Irfan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto: MI/Mohamad Irfan

Jakarta: Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menantang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berani mengungkap kasus mega skandal bailout Bank Century. Fahri berpendapat, artikel Asia Sentinel timbul lantaran KPK sengaja menahan-nahan kasus ini. 

"Kalau saya sih mempersoalkan kepastian hukum saja, ini kan gara-gara KPK senang bermain politik kan, melayani kelompok-kelompok pelindung skandal Bank Century di dalam KPK sendiri," kata Fahri di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 18 September 2018. 

Fahri menuding KPK tak punya nyali mengungkap kasus ini. Ada pihak-pihak yang punya konflik kepentingan dengan kasus mega skandal Bank Century. Namun, Fahri tak menyebutkan pihak mana yang dimaksud. 

"Saya kalau ngomong begini bukan karena tidak tahu yang di dalam, tinggal enggak ngomong saja bahwa si ini ngeblok ke sini, si ini ngeblok ke sini, si ini bikin genk ini dan si itu bikin genk itu," ungkapannya.  

Skandal Bank Century kembali menyeruak ke publik pasca media daring Asia Sentinel merilis laporan investigasi berjudul 'Indonesia's SBY Government: Vast Criminal Conspiracy'. Dalam laporannya, Asia Sentinel menyebut ada pencurian uang negara hingga US$12 miliar melalui perbankan internasional.

Laporan investigasi itu juga memaparkan ada 30 pejabat negara yang ikut dalam skema jahat tersebut, termasuk Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono. Asia Sentinel juga menyebut Bank Century sebagai 'Bank SBY' untuk menggambarkan adanya konspirasi seputar pendiran dan kebangkrutan Bank Century.

Baca: KPK tak Berhenti Usut Nama Besar di Kasus Century

KPK mengaku masih terus mengusut kasus dugaan korupsi Bank Century. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengaku, pihaknya telah melakukan gelar perkara atas perkara yang lebih dulu menjerat mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa Budi Mulya.

Kendati begitu, pihaknya tetap berhati-hati dalam menangani perkara Century. KPK memastikan bakal berjalan di koridor hukum dan tidak akan terpengaruh dengan hasil investigasi tersebut.

Dalam perkara ini, baru Budi Mulya yang dijebloskan ke bui. Ia dihukum majelis hakim Mahkamah Agung selama 15 tahun penjara.

Sementara, dalam dakwaan Jaksa KPK di tingkat pertama Budi Mulya selaku Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang IV Pengelolaan Moneter dan Devisa didakwa memperkaya diri sebesar Rp1 miliar dari pemberian FPJP Bank Century dan atas penetapan Bank Century sebagai bank gagal berdampak sistemik.

Baca: MAKI Kembali Gugat Praperadilan Kasus Century

Dia juga diduga menyalahgunakan wewenang secara bersama-sama dengan pejabat Bank Indonesia. ‎Dalam dugaan korupsi pemberian FPJP Century, Budi Mulya didakwa bersama-sama dengan Boediono selaku Gubernur BI, Miranda S Goeltom selaku Deputi Senior BI, Siti Fadjriah selaku Deputi Gubernur Bidang VI, Budi Rochadi selaku Deputi Gubernur Bidang VII, Robert Tantular, dan Harmanus H Muslim.

Budi Mulya juga didakwa bersama-sama dengan Muliaman D Hadad selaku Deputi Gubernur Bidang V, Hartadi A Sarwono selaku Deputi Gubernur Bidang III, Ardhayadi M selaku Deputi Gubernur Bidang VIII, dan Raden Pardede selaku Sekretaris KSSK.