Perkara Bank Century Versi SBY
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam program PrimeTalk Metro TV, Jakarta.
Jakarta: Kasus Bank Century mencuat kembali setelah 10 tahun berlalu. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelaskan duduk perkara kasus tersebut.

Kasus Bank Century bermula pada 2008. SBY mengatakan, saat itu Indonesia tengah terkena dampak krisis ekonomi global.

"Para pengelola ekonomi khawatir kalau ada krisis perbankan karena ada satu bank bermasalah, yaitu Bank Century," kata SBY dalam Program PrimeTalk Metro TV, Jakarta, Jumat, 9 November 2018.


Gubernur Bank Indonesia, Boediono, dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, saat itu mengeluarkan dana talangan agar tidak terjadi krisis. SBY khawatir bila kebijakan itu tak diambil Indonesia akan mengalami systemic banking crisis seperti pada1998.

"Langkah yang diambil tepat, tidak terjadi krisis perbankan dan ekonomi selamat. Tapi, setahun kemudian itu dipermasalahkan, disalahkan seolah-olah tidak tepat," ungkap dia.

Baca: KPK Masih Telaah Berkas Korupsi Bank Century

Tak lama, DPR RI membentuk panitia khusus untuk mengungkap skandal Bank Century. Namun, SBY mengklaim tidak ada hasil penyimpangan yang mendasar.

"Hasil pansus tidak ada penyimpangan yang fundamental. Lalu masalah ini juga sudah ada proses lanjutan dari BPK dan KPK, yang terbukti bersalah sudah diberikan sanksi dan yang tidak ya tidak," terang dia.

Seharusnya, lanjut SBY, kasus Century sudah selesai. Namun, kasus ini diungkit kembali oleh media asing bernama Asian Sentinel.

"Ini seperti petir di siang bolong," ungkap dia.

Dalam pemberitaannya, Asian Sentinel menuding SBY terlibat dalam korupsi Bank Century senilai Rp177 triliun. Bahkan, media tersebut menuduh SBY sebagai aktor yang menyusun konspirasi penyelesaian kasus Bank Century.  Namun, Asian Sentinel meminta maaf dan mencabut artikel tersebut.  





(AZF)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id