SBY Lakukan Investigasi Menuntaskan Kasus Asian Sentinel
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam program PrimeTalk Metro TV, Jakarta, Jumat, 9 November 2018.
Jakarta: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terganggu dengan pemberitaan Asian Sentinel. Media Asing itu menuduh SBY telah mengambil keuntungan sebanyak Rp177 triliun dari kasus Bank Century.

SBY merasa terusik. Pasalnya, seluruh pemberitaan itu telah merusak nama baik dan kehormatannya.

Presiden keenam RI ini melakukan investigasi sendiri kasus tersebut. Dia mencari tahu motif pemberitaan media asal Hongkong itu.


"Kami berniat untuk membersihkan (masalah ini). Kami melakukan investigasi secara serius. Kami melakukan ke sumbernya langsung," ungkap SBY dalam program PrimeTalk Metro TV, Jakarta, Jumat, 9 November 2018.

Tak lama setelah investigasi dilakukan, Asian Sentinel meminta maaf kepada SBY. Tim redaksi Asian Sentinel menurunkan berita yang menyudutkan SBY.

"Kami lakukan komunikasi secara langsung dengan penulisnya. Akhirnya, kebenaran dan keadilan datang. Mereka meminta maaf secara resmi dan mencabut beritanya. Itu saya hargai," tutur dia.

Baca: SBY: Berita Asian Sentinel Fitnah

SBY menyayangkan berita yang tidak jelas kebenarannya itu menjadi berita utama berbagai media massa di Tanah Air. Bahkan, masih ada masyarakat yang mempercayainya.

"Saya katakan ini 1000 persen bohong," tegas dia.

Asian Sentinel meminta maaf kepada SBY melalui laman resminya. Mereka mengakui pemberitaan terhadap SBY tidak adil.

"Asia Sentinel ingin menarik kembali sebuah cerita yang terbit pada 10 September 2018 di situs web tentang mantan pemerintah Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia. Dalam artikel yang ditulis sendiri oleh Pemimpin Redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen," tulis Asia Sentinel, Rabu, 19 September 2018.






(AZF)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id