Bambang Suryo (dua dari kiri) saat membeberkan nama-nama yang terlibat <i>match fixing</i> di diskusi #PSSIHarusBaik-Medcom.id/Amaluddin
Bambang Suryo (dua dari kiri) saat membeberkan nama-nama yang terlibat match fixing di diskusi #PSSIHarusBaik-Medcom.id/Amaluddin

Lagi, Bambang Suryo Sebut Sejumlah Nama Mafia Sepak Bola

Bola bola liga indonesia kasus suap
Amaluddin • 17 Desember 2018 22:19
Surabaya: Penggiat sepak bola Tanah Air, Bambang Suryo, terus membongkar adanya mafia dalam pengaturan skor (match fixing) pada kompetisi Liga 2 sepak bola Indonesia tahun 2018. Bukti bahwa sepak bola Tanah Air dikendalikan mafia.

"Saya memang untuk Liga 2 bisa memastikan ada mafia yang mengendalikan sepak bola Indonesia. Dan orang-orang aslinya juga saya tahu semua," ujar Bambang dalam diskusi sepak bola nasional bertema #PSSIHarusBaik, di Graha Pena Surabaya, Jawa Timur, Senin 17 Desember 2018.

Kata Bambang di acara diskusi yang juga dihadiri mantan pemain Timnas Rocky Putiray itu, dirinya hanya tahu mafia pada kompetisi Liga 2 Indonesia tahun 2018. Sementara di Liga 1, Bambang mengaku belum memiliki bukti. 
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Baca juga: Proses Match Fixing Versi Bambang Suryo
Rocky Putiray (dua dari kiri) saat berbicara di acara diskusi #PSSIHarusBaik-Medcom.id.Amal Insani

Bambang menyebut nama Vigit Waluyo, orang yang paling berpengaruh dalam pengendalian pertandingan sepak bola Indonesia. Bambang bisa memastikan nama tersebut, karena dirinya mengaku pernah menjadi anak buah Vigit. Tambah, dirinya juga terlibat dalam match fixing.

"Saya tahu, karena saya pernah terlibat langsung dalam pengaturan skor. Kebetulan saya pernah jadi bawahan Vigit," ujarnya.

Menurut Bambang, mafia mulai masuk ke dunia sepak bola Indonesia pada 2011. Tepatnya saat kompetisi Tanah Air terbagi menjadi dua, yaitu ISL dan IPL. 

Baca juga: Kisah Bambang Suryo Keluar dari Dunia Match Fixing

"Saya salah satu pelakunya dalam pengaturan skor. Kemudian ada lagi Gunawan. Sementara di Tangerang ada JB pelakunya. Tapi mulai 2015 saya sudah tidak ikut bermain," kata Bambang.

Kata Bambang, mafia yang mengendalikan pertandingan sepak bola di Indonesia bukan bandar langsung. Mereka adalah runner, atau kepanjangan tangan dari para bandar yang berada di Tiongkok, India, Malaysia, dan Singapura.

Beberapa runner yang disebutkan Bambang, yang turut mengendalikan pertandingan sepak bola Tanah Air, di antaranya bernama Jimy, yang sekarang berganti nama menjadi Alian. Kemudian ada juga SAM, mantan kapten kesebelasan Malaysia pada ajang Olimpiade, yang juga berganti nama menjadi Joni.

Baca juga: Ungkap Match Fixing, Bambang Suryo Dapat Ancaman Dimutilasi

"Mereka memiliki koneksi langsung dengan Vigit Waluyo. Di mana Vigit ini punya anak buah berinisial AN dan BANG," katanya.

Bambang juga mempertanyakan pernyataan anggota Exco PSSI Refrizal dan Gusti Randa yang pernah mengungkapkan adanya runner yang menawarkan uang sebesar Rp1,5 triliun kepada Ketua PSSI Edy Rahmayadi. Menurutnya, seorang runner bisa mendapat akses ke federasi karena ada yang menjembatani.

"Saya tahu siapa orang yang bermain di PSSI. Yang jelas saya tidak akan memberikan bola liar ini, karena akan berdampak jelek ke saya. Komisi wasit pun saya tahu siapa yang bermain. Kok bisa seorang runner masuk ranah federasi," kata Bambang.

Video: Bambang Suryo Dapat Ancaman Usai Bongkar Praktik Pengaturan Skor
 


(RIZ)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi