Berikut narasi yang dibacakana narator:
"Masalahnya, di masa lalu, kabarnya pengelola LPDP dikuasai oleh kaum tarbiyah. Itu tuh, mereka yang apa-apa agama, apa-apa agama. Jadi banyak yang dikirim bukan siswa yang terbaik, tapi yang dianggap soleh dan beriman. Bias agamanya kentara banget. Ya, banyak yang jebloklah."
![[Cek Fakta] Benarkah LPDP Pernah Dikuasai Kaum Tarbiyah? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Senin21feb2.png)
Benarkah demikian?
Penelusuran:
Dari penelusuran kami, klaim bahwa pernah dikuasai kelompok tertentu, adalah salah. Faktanya, pihak LPDP telah memberikan klarifikasi.
"Terkait isu LPDP ‘pernah’ dikuasai dan hanya mengutamakan golongan tertentu seperti dalam video tersebut tentu TIDAK BENAR,” tulis @LPDP_RI seperti dimuat Medcom.id, 19 Februari 2022.
Selengkapnya dapat dibaca di sini: Ramai Video Bernarasi LPDP Dikuasai Kaum Tarbiyah, Begini Klarifikasi LPDP
![[Cek Fakta] Benarkah LPDP Pernah Dikuasai Kaum Tarbiyah? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Senin21feb3.png)
Kesimpulan:
Klaim bahwa pernah dikuasai kelompok tertentu, adalah salah. Faktanya, pihak LPDP telah memberikan klarifikasi.
Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
![[Cek Fakta] Benarkah LPDP Pernah Dikuasai Kaum Tarbiyah? Ini Faktanya](https://cdn.medcom.id/images/library/images/Hoaks%20Misleading%20Content(174).jpeg)
Referensi:
https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/zNPmZgOb-ramai-video-bernarasi-lpdp-dikuasai-kaum-tarbiyah-begini-klarifikasi-lpdp
*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News