Ramai video bernasari LPDP dikuasai kaum tertentu (LPDP)
Ramai video bernasari LPDP dikuasai kaum tertentu (LPDP)

Ramai Video Bernarasi LPDP Dikuasai Kaum Tarbiyah, Begini Klarifikasi LPDP

Muhammad Syahrul Ramadhan • 19 Februari 2022 11:34
Jakarta: Sebuah video tentang beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) ramai menjadi perbincangan di Twitter. Pemicunya, narasi dalam video tersebut menyebutkan dulunya Lembaga di bawah Kementerian Keuangan itu dikuasai kaum Tarbiyah.
 
Video berjudul “LPDP Buka Lagi Buat Tarbiyah” itu diunggah ulang oleh Direktur Jamaica Muslim Center Muhammad Shamsi Ali di akun Twitter miliknya @ShamsiAli2. Dalam cuitannya ia menanyakan klarifikasi soal video tersebut.
 
Ada yang bisa klarifikasi tentang LPDP ini? Setahu saya program ini terbuka tanpa ada sekat….video ini bisa misleading!,” tulis @ShamsiAli2 seperti dikutip Medcom.id, Sabtu, 19 Februari 2022.

 
Awalnya, perempuan dalam video tersebut menjelaskan tentang apa itu LPDP. Kemudian ia menerangkan LPDP mengelola dana dana abadi sebesar Rp70 triliun. Dan setiap tahunya Rp2–3 triliun dikeluarkan untuk membiayai beasiswa mahasiswa Indonesia untuk kuliah di Universitas top dunia.
 
"Masalahnya di masa lalu, kabarnya pengelola LPDB dikuasai kaum tarbiyah. Itu tuh mereka yang apa-apa agama, apa-apa agama, jadi banyak yang dikirim bukan siswa terbaik, tapi yang dianggap soleh dan beriman. Bias agamanya kentara banget. Ya banyak yang jeblok lah," ucap perempuan tersebut dalam narasinya.
 
Tangkap layar video
(Tangkap layar video twitter @ShamsiAli2)
 
"Sekarang pola itu diubah, Direktur LPDP saat ini, Dwi Larso menyatakan, penerima LPDB harus memperjuangkan toleransi beragama. Mudah-mudahan LPDB bisa melahirkan generasi muda Indonesia terbaik. LPDB untuk semua bukan untuk satu golongan saja," lanjutnya.
 
Video tersebut pun gaduh dan mendapat banyak respons dari netizen. Bahkan masuk di trending Indonesia.
 
Terkait video itu pihak LPDP memberikan klarifikasi melalui akun Twitter resmi @LPDP_RI. Mereka menegaskan bahwa narasi dalam video tersebut tidak benar.
 
Terkait isu LPDP ‘pernah’ dikuasai dan hanya mengutamakan golongan tertentu seperti dalam video tersebut tentu TIDAK BENAR,” tulis @LPDP_RI.
 
 
LPDP juga menjelaskan bahwa proses seleksi dilakukan berdasarkan kelengkapan syarat administrasi. Kemudian menggunakan sistem penilaian potensi akademik yang jelas terukur.
 
Dilanjutkan dengan wawancara yang melibatkan pewawancara pihak ketiga dari akademisi di luar LPDP,” jelasnya.
 
Mereka juga merespons terkait narasi yang menukil pernyataan Direktur LPDP Dwi Larso terkait toleransi. Pihak LPDP menyebut pernyataan tersebut disampaikan di forum umum.
 
Kami sampaikan bahwa pernyataan terkait menjunjung toleransi tersebut disampaikan di forum umum, dan bukan atas dasar kesimpulan bahwa LPDP pernah dikuasai pihak-pihak tertentu,” jelas mereka.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA