Lahir pada 29 Agustus 1973, Eugene mengawali kariernya sebagai sutradara video musik untuk sejumlah musisi papan atas Indonesia, seperti Agnez Mo, Slank, Tompi, Ipang, Superglad, Ada Band, Govinda, hingga Cokelat.
Tidak berhenti di industri musik, bakat Eugene melebar ke layar lebar. Ia mengawali debut filmnya melalui proyek independen berorientasi sosial. Meski sempat menghadapi kendala pendanaan hingga proses pembuatannya memakan waktu dua tahun, keteguhannya berhasil melahirkan sejumlah karya film yang membekas di hati penonton.
Berikut empat film ikonik karya Eugene Panji yang patut dikenang:
1. Cita-Citaku Setinggi Tanah (2012)
Film debut Eugene Panji ini mengisahkan Agus, seorang anak dari keluarga sederhana di Muntilan, Jawa Tengah. Berbeda dari teman-temannya yang memiliki cita-cita mulia dan muluk saat diberi tugas sekolah, Agus hanya memiliki satu keinginan sederhana: makan di restoran Padang. Film ini menyoroti perjuangan gigih Agus mengumpulkan uang demi mewujudkan impian sederhananya tersebut.
2. Naura & Genk Juara the Movie (2017)
Bergenre musikal anak, film ini menceritakan petualangan Naura (Adyla Rafa Naura Ayu), Okky, dan Bimo yang mewakili sekolah mereka dalam kompetisi sains di perkemahan Situ Gunung. Kegiatan perkemahan berubah menjadi tantangan ketika mereka bersama Kipli memergoki komplotan penjahat perdagangan hewan liar. Mengandalkan kecerdasan dan kekompakan, mereka berupaya menggagalkan aksi kejahatan tersebut sekaligus memperjuangkan gelar juara.
3. 22 Menit (2018)
Diangkat dari kisah nyata peristiwa aksi terorisme bom Thamrin pada 2016, film aksi ini berfokus pada Ardi (Ario Bayu), anggota pasukan antiteror kepolisian, dan Firman (Ade Firman Hakim), seorang polisi lalu lintas. Di tengah situasi yang mencekam, jajaran kepolisian harus bertindak cepat mengamankan lokasi, melumpuhkan pelaku, dan menyelamatkan warga sipil yang terjebak.
4. Bangsatnya Cinta Pertama (2023)
Mengangkat tema dinamika hubungan dan persahabatan, film ini menceritakan Fraya (Adinda Thomas), Tya (Rania Putrisari), dan Dara (Annette Edoarda). Kisah berlanjut saat Fraya dan Tya menyusul Dara yang berkuliah di Belanda. Di sana, Fraya pertama kali merasakan jatuh cinta kepada Elmar (Elang El Gibran), teman kampus Dara. Namun, situasi menjadi rumit karena Tya telah lebih dahulu menyukai Elmar. Fraya pun terpaksa menyembunyikan perasaannya demi menjaga keutuhan persahabatan mereka.Baca Juga :
Kit Harington Jadi Gilderoy Lockhart di Serial Harry Potter Season 2
(Nur Aldiansyah Amirulloh)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda