Indonesia berhasil membawa pulang medali emas pada eksibisi esport di Asian Games 2018.
Indonesia berhasil membawa pulang medali emas pada eksibisi esport di Asian Games 2018.

2019, Esport Indonesia Bisa Makin Matang

Teknologi games esport Kaleidoskop 2018
Ellavie Ichlasa Amalia, Lufthi Anggraeni, Cahyandaru Kuncorojati • 03 Januari 2019 14:21
Jakarta: Sekitar dua tahun belakangan. perkembangan esport di Indonesia boleh dibilang tumbuh sangat pesat.
 
Industri game di Indonesia yang di dalamnya termasuk adalah esport seperti langsung meroket dan menjadi perhatian di dunia. Indonesia digadang sebagai salah satu pasar game di terbesar di dunia. Di Asia Tenggara, hal ini tidak diragukan lagi.
 
Esport yang sebetulnya hadir dalam bentuk kompetisi game sebetulnya hadir sudah sejak lama. Tahun 2015 di Mal Taman Anggrek Jakarta digelar World Cyber Games (WCG) yang mempertandingkan game PC. Dua tahun belakangan,esport di Indonesia semakin besar didorong oleh game mobile.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berikut ini Medcom.id mengulas kembali beberapa fakta dan prediksi yang memperlihatkan kondisi esport Indonesia nantinya di 2019.
 

Pasar Game Terus Tumbuh, Didorong Game Mobile


Tahun lalu, pasar game mencapai USD137,8 miliar dengan pertumbuhan 13,3 persen jika dibandingkan dengan tahun lalu. Newzoo memperkirakan, ada 2,3 miliar gamer aktif pada tahun lalu. Sebanyak 1,1 miliar gamer atau 46 persen rela untuk menghabiskan uang untuk game.
 
Sebesar 51 persen dari total pasar game, sebesar USD70,3 miliar, merupakan pasar mobile game. Untuk pertama kalinya, mobile game memberikan kontribusi lebih dari total pendapatan di industri game.
 
2019, Esport Indonesia Bisa Makin Matang
Sumber: Newzoo
 
Industri game tidak hanya meliputi developer dan publisher game serta gamer. Sekarang, ada banyak orang yang menonton video terkait game di YouTube dan Twitch.
 
Saat ini, Tiongkok adalah negara dengan pendapatan game terbesar di dunia dengan angka USD37,9 miliar. Amerika Serikat dan Jepang masih menjadi pasar terbesar kedua dan ketiga.
 
Sementara itu, total pendapatan game di Asia Pasifik mencapai USD71,4 miliar pada 2018. Asia Pasifik dianggap sebagai pasar game dengan pertumbuhan paling cepat, berkat pasar India dan Indonesia.
 
Game mobile menjadi alasan naiknya pendapatan industri game di Asia Pasifik. Dengan infrastruktur telekomunikasi yang lebih baik dan game mobile yang semakin kompetitif, Asia Pasifik kini memberikan kontribusi sebesar 52 persen dari total pasar game dunia.
 
Di seluruh dunia, Newzoo memperkirakan bahwa Indonesia adalah pasar game terbesar ke-17 dengan total pendapatan USD1,084 miliar. Namun, menurut perhitungan Newzoo, pengguna internet di Indonesia hanya mencapai 82 juta orang.
 
Banyak orang yang skeptik bahwa para developer game bisa menciptakan game mobile yang cukup kompleks untuk menyaingi game PC atau konsol. Namun, pada tahun 2018, terbukti bahwa game-game mobile pun tidak kalah pamor dengan game PC tentang kompleksitasnya.
 
Dalam waktu 10 tahun, industri mobile game tumbuh paling cepat, seperti yang bisa Anda lihat pada grafik di bawah.
 
2019, Esport Indonesia Bisa Makin Matang
Sumber: Newzoo
 
Pada 2021, diperkirakan, mobile game akan menjadi industri dengan nilai lebih dari USD100 miliar. Menariknya, pertumbuhan game mobile tidak membunuh game PC. Meskipun tidak sebesar game mobile, game PC dan konsol juga tumbuh secara kontinu. Pada 2018, pendapatan game konsol mencapai 34,6 miliar sementara game PC mencapai USD32,9 miliar.
 
Selama ini tidak ada perdebatan apakah esport terbatas pada kompetisi game di PC maupun mobile. Di 2019 Medcom.id memprediksi bahwa game mobile masih akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan esport. Alasannya, smartphone yang semakin banyak dimiliki kini mulai turut menghadirkan spesifikasi yang menyasar gamer mobile, tidak lain didorong tren game mobile tadi.
 

Turnamen Esport Makin Menjamur


Turnamen esport semakin banyak dijumpai, dan digelar lokasi di pusat perbelanjaan. Banyak pelaku dari ekosistem esport atau industri game di Indonesia yang berani menggelar turnamen esport dengan hadiah besar.
 
Vendor laptop, PC, dan komponen seperti prosesor dan kartu grafis yang memiliki segmen gaming pada jajaran produknya juga jadi pemicu tren esport dua tahun belakangan di Indonesia. Misalnya saja Acer, perusahaan PC dan laptop dengan segmen gaming dari Taiwan.
 
Acer dua tahun belakangan telah menggelar dua turnamen esport skala Asia-Pasifik lewat kompetisi Acer Predator League. Presiden Acer APAC Andrew Hou mengatakan bahwa mereka akan kembali mengadakan APAC Predator League pada 2019.
 
2019, Esport Indonesia Bisa Makin Matang
 
Pada awal tahun lalu, Andrew mengatakan bahwa Acer belum berminat membuat turnamen untuk game mobile.
 
“Game mobile ini tergolong yang kasual, dan hardcore gamer yakni permainan yang menggunakan PC. Predator saat ini menjadi brand andalan Acer di industri gaming, dan saat ini kami masih mau fokus di segmen yang berkontribusi pada bisnis kami,” kata Andrew.
 
Lenovo juga salah satu merek yang telah menggelar kompetisi Legion of Champions dengan cakupan Asia Pasifik. Kompetisi tersebut berhasil menyeleksi pemain game profesional atau atlet esport untuk perwakilan Indonesia. ASUS juga tidak ketinggalan dengan merekrut tim esport lokal sebagai brand ambassador.
 
Momen kepopuleran esport secara tidak langsung menjadi kapal bagi para vendor untuk menjual beragam produk mereka. Hal ini juga sama saat tren game mobile mulai dilihat secara serius juga sebagai bagian dari esport.
 
Akhir tahun 2017, tren game mobile dilirik sebagai lahan subur. Beberapa vendor smartphone mulai berusaha menjajakan produk yang diklaim menyediakan kemampuan yang layak untuk memainkan game.
 
ASUS sejauh ini serius menggarap segmen smartphone gaming mainstream, misalnya lewat seri ASUS ZenFone Max Pro M1 dan terbaru Max Pro M2. Mereka bahkan berani membawa smartphone gaming tercanggihnya, ASUS ROG Phone ke Indonesia.
 
2019, Esport Indonesia Bisa Makin Matang
 
Menggandeng beberapa game mobile populer, para vendor smartphone juga mulai berani menggarap turnamen esport. Tidak berhenti sampai di sini, operator telekomunikasi yang layanannya melekat di dalam smartphone juga melihat game mobile sebagai lahan subur untuk menawarkan layanan yang berkaitan dengan konten game.
 
Operator telekomunikasi di Indonesia juga menggelar turnamen esport fokus ke game mobile, tanpa lupa menghadirkan kompetisi berbasis PC. Misalnya Dunia Games League yang diadakan oleh Telkomsel membuka turnamen untuk Mobile Legends: Bang Bang dan Free Fire Garena.
 
Telkomsel menyebut Dunia Games League hanya salah satu rangkaian dari turnamen esport Indonesia Games Championship 2019 yang menjadi ajang tahun ketiga mereka.
 
Kabar fenomenal lainnya adalah kompetisi turnamen esport skala internasional seperti ESL (Electronic Sports League) sebuah organisasi esport asal Eropa bahkan hadir ke Indonesia yang menariknya juga menyediakan kompetisi game mobile.
 
2019, Esport Indonesia Bisa Makin Matang
 
Tidak ketinggalan developer dan publisher game sendiri menjadi pelaku yang turut meramaikan turnamen esport di Indonesia. Garena Indonesia sebagai publisher Arena of Valor turut menggelar turnamen esport skala nasional yang diganjar tiket untuk bertanding di skala internasional.
 
Tencent yang merupakan pemegang lisensi game PUBG Mobile ikut turun tangan langsung ke Indonesia untuk menggelar turnamen PUBG Mobile Indonesia National Championship (PINC), yang juga berhadiah kesempatan melaju ke turnamen skala internasional.
 
Game ini tengah mendapat kepopuleran baru setelah MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) mendominasi game mobile.
 
“Perbedaan dari PUBG Mobile, selain sudah populer, genre yang diusungnya juga mampu menyajikan hiburan dan kompetisi yang lebih intens. Sulit untuk memprediksi pemenang di awal game battle royale karena kondisi terus berubah sepanjang permainan," kata Esport Manager Tencent Games Indonesia, Andrew Tobias.
 
2019, Esport Indonesia Bisa Makin Matang
 
Bagaimana di 2019 nanti? Turnamen esport di Indonesia tidak akan berbeda dengan kompetisi olahraga tradisional yang memiliki basis penggemar sangat besar. Alasannya, di Asian Games 2018 yang digelar di Indonesia sudah memasukkan turnamen esport dalam cabang olahraga, meskipun sebatas eksibisi.
 
Indonesia berhasil memperoleh medali emas dalam Clash Royale oleh atlet esport Ridel Sumandarakan alias BenZer Ridel. Puncaknya, esport resmi menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan pada SEA Games 2019 yang akan digelar di akhir 2019 di Filipina sebagai tuan rumah.
 
Ketua Umum Asosiasi Esport Indonesia (IESPA) Eddy Lim menuturkan sudah bertemu dengan Menpora Imam Nahrawi membahas persiapan Indonesia untuk turnamen esport di SEA Games 2019 nanti. Dia menyatakan bahwa Indonesia menargetkan setidaknya membawa pulang dua medali emas.
 
2019, Esport Indonesia Bisa Makin Matang
 

Hadiah Besar dan Regenerasi Atlet Esport


Saat ditanya siapa yang diuntungkan dari kepopuleran esport di Indonesia tentu jawabannya adalah ekosistem dari esport itu sendiri. Selain vendor dan developergame, biasanya perhatian ditujukan kepada pemain profesional.
 
Dikutip dari laporan layanan live streaming game Nimo TV, hadiah dari turnamen esport kini lebih besar dari hadiah turnamen olahraga tradisional seperti NBA Championship dan FIFA Confederation Cup.
 
Misalnya, turnamen DOTA 2 The International mampu menawarkan hadiah totoal senilai USD25 juta di 2018, setara Rp364 miliar. Sementara NBA Championship hanya menawarkan hadiah USD13 juta (Rp189 miliar) dan FIFA Confederation Cup di angka USD20 juta (Rp291 miliar).
 
Hal ini tidak terlepas dari semakin banyak pihak yang percaya bahwa esport dan industri game menjadi industri baru yang tumbuh semakin besar.
 
Turnamen esport di Indonesia ke depannya juga akan menjadi komoditi hiburan yang sangat populer meskipun harus membeli tiket untuk menyaksikannya langsung. Selama ini, turnamen esport dapat disaksikan gratis secara streaming maupun di pusat perbelanjaan.
 
Berkaca ke turnamen GESC: Indonesia DOTA 2 Minor yang digelar bulan Maret tahun lalu di ICE BSD, Tangerang, yang dipatok harga tiket mulai dari Rp240 ribu sampai Rp1 juta. Pengunjung ternyata rela membeli harga tiket untuk menyaksikan turnamen yang juga menghadirkan tim-tim internasional.
 
2019, Esport Indonesia Bisa Makin Matang
 
“Misalnya Metallica, baru dua kali datang ke Indonesia. Meskipun harga tiketnya mahal dan mungkin lokasinya jauh bagi penggemar dari luar kota, tapi toh banyak juga yang bela-belain datang. Rasanya juga berbeda saat bisa melihat langsung karena kesempatan band favorit atau tim esport internasional tersebut datang lagi ke Indonesia, mungkin sangat jarang,” beber Gerry, salah satu pengunjung.
 
Namun ada catatan yang perlu diingat, Ketua Umum IESPA Eddy Lim menuturkan bahwa sejak saat ini pihak stakeholder ekosistem esport di Indonesia harus mulai fokus juga mempersiapkan regenerasi atlet.
 
“Kita juga punya fokus selain mencari perwakilan epsort Indonesia. Nanti kita juga harus menyiapkan regenerasi. Jadi nanti dari Menpora bersama IESPA bakal menggelar beberapa series event menuju SEA Games 2019 tujuannya juga untuk mencari menyiapkan regenerasi, salah satunya dengan mencari bakat baru di kalangan universitas,” jelas Eddy
 
Artinya akan semakin banyak turnamen esport yang digelar. Bukan hanya menjanjikan hadiah besar, tetapi juga kesempatan untuk berkarir lebih serius sebagai pemain game profesional atau atlet esport.
 
2019, Esport Indonesia Bisa Makin Matang
 
Beruntung hal ini sudah semakin terlihat jelas. Semakin banyak turnamen esport yang menyasar ke kalangan pelajar. Misalnya Dunia Games League yang digelar Telkomsel menyediakan jenis turnamen kelas amatir yang melibatkan pelajar dan mahasiswa perguruan tinggi.
 
Contoh lainnya turnamen esport amatir untuk siswa bernama High School League yang digelar JD.ID. Mereka mengadakan turnamen untuk DOTA 2 dan Mobile Legends. Dari total lebih dari 300 tim yang ikut serta dalam turnamen itu, sebanyak 173 tim SMA/SMK mengikuti turnamen DOTA 2 sementara 230 tim mengikuti pertandingan Mobile Legends: Bang Bang.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif