Kompetisi esport ESL. (BandT)
Kompetisi esport ESL. (BandT)

Hadiah Esport Kalahkan NBA dan FIFA Cup

Teknologi games esport
Cahyandaru Kuncorojati • 30 Desember 2018 10:15
Jakarta: Esport tidak bisa dipandang sebelah mata. Pertumbuhannya yang pesat diganjar hadiah yang bahkan lebih besar dari kompetisi olahraga seperti NBA Championship dan FIFA Confederations Cup.

Berdasarkan paparan Nimo TV, kompetisi esport terpopuler The International mampu menawarkan hadiah totoal senilai USD25 juta di 2018, senilai Rp364 miliar.

Sementara NBA Championship hanya menawarkan hadiah USD13 juta (Rp189 miliar) dan FIFA Confederation Cup di angka USD20 juta (Rp291 miliar). Hal ini tidak terlepas dari pertumbuhan esport yang diprediksi semakin besar ke depannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Masuknya kompetisi esport sebagai cabang kompetisi di pertandingan olahraga internasional juga memperkuat pertumbuhan esport. Mulai dari sekadar turnamen eksibisi di Asian Games 2018 dan dipastikan menjadi salah satu cabang di SEA Games 2019 serta Asian Games 2022. Mengambil data riset dari Statista, pendapatan di sektor esport telah berkembang hingga mencapai empat kali lipat dibandingkan sejak tahun 2012. Pada tahun 2017 pendapatan sektor ini mampu mencapai USD493 juta atau senilai Rp6,3 triliun.

Semakin banyak penggemar esport, layanan seperti live streaming khusus di segmen game dan esport juga turut populer karena mampu menyajikan akses untuk menyaksikan kompetisi kelas dunia.

"Kami melihat minat penonton Nimo TV untuk menyaksikan live streaming turnamen setingkat Asia Tenggara dan nasional membuktikan betapa pesatnya pertumbuhan industri esport di Indonesia," ungkap Head of Marketing Nimo TV Indonesia, Kevin Raharja.

"Di Indonesia, kami melihat pertumbuhan pasar live streaming akan semakin meningkat memasuki tahun 2019. Selain karena pertumbuhan pesat komunitas esport di beberapa daerah di Indonesia seperti di Kalimantan dan Sulawesi. Banyaknya penyelenggaraan turnamen esport sepanjang tahun 2018 juga memberikan kontribusi besar atas pertumbuhan tersebut," tuturnya.


(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi