Tempat nongkrong baru di Kota Kebumen. (Foto: Putu Radar B.)
Tempat nongkrong baru di Kota Kebumen. (Foto: Putu Radar B.)

Menjelajahi Kota Kebumen yang Sedang Berkembang

Rona
Putu Radar Bahurekso • 21 September 2015 18:43
medcom.id, Kebumen: Kebumen merupakan sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Jawa Tengah. Sebagai sebuah destinasi wisata, Kebumen memang tidak terlalu terkenal di kalangan para pelancong baik yang tua maupun yang muda. Sate ambal, batik Kebumen atau Benteng Van Der Wijk adalah tujuan wisata yang dikenal di Kebumen.
 
Beberapa tahun lalu memang Kebumen dikenal sebagai kota yang kurang menarik bagi wisatawan, tidak ada kegiatan di malam hari, sepi pariwisata, kaum mudanya juga sedikit. Namun kini, Kebumen sedang berbenah untuk menjadi lebih aktif, lebih menarik, dan lebih muda.
 
Kuliner
Kebumen memang bukanlah kota yang menyajikan berbagai macam pilihan kuliner, namun tetap daerah ini memiliki sebuah warisan budaya dalam dunia makanan, yakni sate ambal. Sate ambal adalah sate ayam khas Kebumen yang memiliki keunikan dibanding sate-sate lain pada umumnya.
 
“Sate Ambal bedanya tidak menggunakan bumbu kacang, Sate Ambal pakai bumbu dari tempe yang dikukus. Selain itu tidak pake kecap karena sudah pakai gula jawa,” tutur Giran, pemilik warung sate ambal.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu ada juga Nasi Penggel, makanan ini biasa disantap masyarakat Kebumen untuk sarapan. Nasi Penggel adalah nasi yang dibentuk bulat dan disirami kuah beserta lauk-pauk. Ada juga makanan ringan khas Kebumen yang terkenal yakni lanting dan golag.
 
Saat ini, kurang lebih dalam setahun terakhir, Kebumen mulai memiliki banyak tempat berkumpul yang buka hingga malam seperti kafe dan foodcourt, dan bahkan pemerintah Kebumen sendiri mendukung hal ini dengan memfasilitasi dibangunnya foodcourt "Pusat Kuliner Kebumen".
 
“Sekarang di daerah sini udah mulai banyak tempat buat anak muda kayak kafe, foodcourt, tapi sayangnya belum banyak orang yang berani keluar malam-malam disini jadi masih diisi sama anak muda aja. Ini juga Pusat Kuliner Kebumen kan baru ada belum lama sekitar 6 bulan lah,” ujar Rivo, salah satu pemilik stand makanan di Pusat Kuliner Kebumen.
 
Sejarah dan kebudayaan
Dari sejak jaman kerajaan Mataran Islam, Kebumen bukanlah wilayah yang ramai bahkan daerah ini dianggap sebagai wilayah mancanegara karena merupakan wilayah tertinggal yang berada diluar pusat pemerintahan.
 
Selain itu Kebumen juga adalah wilayah yang memiliki tempat bersejarah dari zaman penjajahan seperti Jembatan Renville dan Benteng Van Der Wijk yang dibangun pada masa penjajahan Belanda.
 
Kebumen memiliki produk budaya yakni batik Kebumen, tidak hanya kain bahkan gerabah pun juga ada yang diberikan motif batik. Motif batik jenis Kebumen cukup berbeda jika dibandingkan motif batik dari daerah lain.
 
“Motif batik tulis khas Kebumen itu jauh lebih bersahaja. Tidak ada nilai-nilai falsafah yang tinggi dan terlalu luhur dalam motifnya, nilainya hanya berdasarkan kehidupan sehari-hari saja,” tutur Sigit, Deputy Rumah Martha Tilaar Gombong.
 
Wisata baru
Kabupaten Kebumen yang semakin 'muda', kini memiliki destinasi wisata baru yakni Taman Kupu-Kupu dan Roemah Martha Tilaar. Kedua tempat wisata ini memiliki program yang diharapkan bisa membawa Kebumen semakin maju.
 
Roemah Martha Tilaar memiliki program kegiatan yang disebut “Kembali Poelang”. Sebuah program yang mengajak masyarakat perantau dari Gombong untuk kembali pulang dan membangun kampung halamannya.
 
"Salah satu program yang akan dilakukan Roemah Martha Tilaar adalah program 'Kembali Poelang'. Anak muda di Gombong banyak yang merantau dan akhirnya enggak balik lagi. Melalui program ini kita harapkan mereka mau balik lagi dan membangun daerah ini," ujar Wulan Tilaar selaku Ketua Yayasan Warisan Budaya Gombong.
 
Kemudian Taman Kupu-Kupu yang baru berdiri pada Juni 2015 ini memiliki visi kreatifitas yang menembus lokalitas."Meskipun ini adalah tempat yang sangat dusun, tapi kenapa enggak coba bikin kegiatan yang bisa diterima setiap daerah. Ada sesuatu yang layak ditampilkan dari Kebumen. Berangkat dari apa yang kita punya, saya ingin mengembangkan daerah tempat saya lahir" ujar Bambang selaku pemilik Taman Kupu-Kupu.
 
Kebumen saat ini menjadi sebuah tempat yang menarik untuk dikunjungi, dengan keramahan masyarakatnya, daerahnya yang aman, serta harga kuliner yang tidak mahal, membuat tempat ini begitu nyaman dan bersahaja untuk dikunjungi.
 
Untuk menuju Kebumen, perjalanan yang ditempuh membutuhkan waktu sekitar tujuh jam lebih dari Jakarta dengan menggunakan kereta api, dan lima jam dari Yogyakarta dengan menggunakan mobil.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(LOV)


TERKAIT
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif