Jakarta: Menikmati es di siang hari bisa melepaskan dahaga dan memunculkan kesegaran pada tubuh. Bahkan, menyantap es diyakini mengubah mood menjadi lebih baik.
Es krim dan gelato dengan beragam rasa bisa menjadi pilihan Anda. Gelato rasa cokelat dan vanila mungkin paling sering Anda temui.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Tapi coba bayangkan ketika Anda menemukan gelato unik dengan rasa yang tak biasa. Sambil berpikir tentang rasa yang unik, Anda menikmatinya dengan menyenangkan mood Anda.
Salah satu kedai gelato unik ada di Kemang, Jakarta Selatan, dengan nama Locarasa Kemang. Saat memasuki kedai, mata Anda disajikan pemandangan banyak varian gelato yang berjejer di dalam etalase kaca.
Beragam warna mencolok dari setiap gelato memiliki arti. Masing-masing dari rasa dan bahan pembuatnya. Bisa dilihat dari nama gelato yang juga unik. Sungguh menggoda.
Gelato Segar, Rasa Tetap Melekat
Salah satu gelato dengan rasa paling aneh berdasarkan review pelanggan ialah rasa tamarilo. Rasa manis dan dominan asam segar khas terong belanda dalam gelato berwarna magenta ini.
"Tamarilo dikira tamarin tapi ternyata kan terong Belanda yang biasanya dijadikan sayuran," ujar Manager Area Locarasa Indonesia, Arif Pangestu, kepada Medcom.id.

(Ice cream dan gelato di Locarasa Kemang. Foto: Dok. Medcom.id/Khalishah Nuramalina)
Rasa unik lainnya, gelato kecombrang. Mungkin mendengar namanya Anda teringat rempah-rempah untuk masakan. Ya, betul memang, rasa gelato yang manis pun terasa dengan sensasi rasa getir pedas dari rempah berwarna pink pucat tersebut.
Gelato berwarna hijau muda pun cukup unik. Bernama gelato klepon, ada rasa manis pekat layaknya Anda menikmati kue klepon.
Begitu juga dengan gelato rasa martabak, ada sensasi rasa martabak kacang manis. Gelato rasa murberry terasa sedikit asam segar bercampur manis.
Sedangkan, gelato kemangi berani memunculkan rasa pekat sayur kemangi ke dalam gelato. Aroma kemangi pun melekat meski Anda menciumnya dari jarah satu meter. Pastinya tidak terasa pahit.
Bahkan ada gelato rasa rujak aceh. Saat menyantapnya, ada rasa pedas seperti tengah menikmati rujak. Kalau gelato es doger, terasa manis. Namun, gelato cappucino toba terdeteksi dari aroma dan rasa pekat dari kopinya.
"Makanya pelanggan pada kaget dengan rasa yang aneh-aneh ini. Tapi gelato yang disediakan ini tergantung ada suatu tantangan ke Chef Ragil untuk bikin racikan sendiri selanjutnya," tutur Arif.

(Manager Area Locarasa Indonesia, Arif Pangestu. Foto: Dok. Medcom.id/Khalishah Nuramalina)
Kesegaran gelato dari teksturnya bisa saja mengalahkan rasa asli dari bahan atau rempah. Tapi, rasa dari bahan atau rempah pilihan dalam setiap gelato yang tersaji di Locarasa tetap melekat. Ciri khas yang tak mengecewakan penikmatnya.
Kedai gelato yang telah ada sejak tahun 2014 ini menyajikan gelato dalam bentuk cup dan cone. Harganya relatif murah dibandingkan racikan unik setiap variannya.
"Per cup 100 gram bisa di-mix dua rasa. Harganya Rp30 ribu untuk yang kecil. Kalau yang besar ukuran 200 gram Rp40 ribu bisa di-mix maximal tiga rasa. Kalau yang cone dua rasa Rp30 ribu, tiga rasa harganya Rp40 ribu," paparnya.
Bahan Rempah dari Berbagai Daerah
Arif menyatakan bahwa setiap rasa unik dari gelato yang dijual terinspirasi dari sang owner, Ragil Imam Wibowo. Bahan-bahan gelato tak jauh dari rempah-rempah atau bahan makanan yang sering masyarakat jumpai.
"Beliau emang suka sekali mengkreasikan hasil rempah-rempah. Bahan-bahan lokal dibuat semenarik mungkin dan terinspirasi membuat gelato dengan rasa jajanan dan rempah-rempah Indonesia," akunya.
Targetnya, membuat bahan asli Indonesia menjadi lebih modern dalam bentuk sajian gelato. Seperti namanya, Locarasa. Bahkan ada gelato dengan rasa tempe.
"Kontinu kita tiga bulan ada bahan-bahan yang bisa diekspesrimen atau aneh, ya kita coba. Apakah tamu suka atau enggak, tes ke tamu. Kalau oke ya dijual," katanya.
Tak hanya menarik dari warna dan rasa, ternyata ada manfaat lainnya juga. Arif meyakini bahwa gelato yang dijual tanpa bahan pengawet dan kandungan gula. Alami.
Kulit penampung gelato atau cone dibuat homemade. Warnanya berasal dari pewarna alami, yakni daun suji untuk warna hijau, buah naga untuk warna merah muda, dan bunga telang untuk menghasilkan warna biru.
Selain itu, ada tekad untuk berkontribusi membantu petani. Bahan atau rempah-rempah didapatkan langsung dari petani dan ada juga yang dari koperasi daerah sebagai perantaranya.
"Banyak petani yang kurang dijamah tapi punya bahan bagus seperti bahan organik. Vanila dan kenari kami ambil dari Flores, klapertart dari Manado, klepon dari Jawa, kecombrang dari Bali, trong belanda dari Jawa, dan lain-lain," akunya.

(Suasana di Locarasa Kemang. Foto: Dok. Medcom.id/Khalishah Nuramalina)
Beberapa gelato pun memiliki manfaat bagi kesehatan. Salah satunya gelato kecombrang. Tumbuhan kecombrang, kata Arif, bisa menurunkan suhu badan atau mengurangi panas dalam.
"Kita akan tetap konsisten dengan membuat gelato dari bahan lokal yang bisa dikonsumsi siapa saja dari anak-anak sampai orang dewasa. Untuk bersaing dengan gelato lain, yang kita unggulin enggak biasa kayak gelato rasa vanila tapi yang unik," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(YDH)
