Brian meminta PJJ atau perkuliahan hybrid tidak sampai menurunkan kualitas dan capaian pembelajaran harus terpenuhi. Terkait teknis pelaksanaan PJJ diserahkan kepada masing-masing kampus.
"Mata kuliah yang misalnya ya karena sifatnya wawasan itu bisa dilakukan secara hybrid atau secara PJJ. Tentu praktikum gak bisa ya (PJJ)," kata Brian dalam acara Halalbihalal di kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin, 6 April 2026.
Hal ini dituangkan melalui Surat Edaran Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pola Kerja di Lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan Penyesuaian Penyelenggaraan Akademik di Perguruan Tinggi. SE ini dapat menjadi perhatian Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).
"Bukan cuma PTN tapi SE ini juga untuk PTS," ujar dia.
Brian mengatakan kebijakan PJJ untuk mendorong transformasi budaya kerja di lingkup pendidikan tinggi. "Itu tentu pada akhirnya menguntungkan semua pihak jauh lebih efisien. Pengeluarannya lebih efektif mahasiswa juga. Kalau sudah digital itu lebih efektif," ujar dia.
SE Mendiktisaintek 2/2026 mengatur pelaksanaan PJJ secara proporsional sesuai kesiapan dan karakteristik program studi untuk mahasiswa semester 5 (lima) ke atas serta pascasarjana. Hal itu dengan mempertimbangkan substansi materi mata kuliah, capaian pembelajaran, dan efektivitas proses pembelajaran.
Pembelajaran jarak jauh tidak diterapkan pada mata kuliah atau kegiatan akademik yang memerlukan praktikum, laboratorium, studio, klinik, bengkel kerja, praktik lapangan, atau bentuk pembelajaran lain yang harus dilaksanakan secara tatap muka.
SE Mendiktisaintek tersebut juga mengatur dosen dan tenaga kependidikan di kampus dapat bekerja dari rumah atau work from home (WFH) satu hari dalam sepekan. Brian mengatakan jatah WFH bagi dosen tidak harus hari Jumat sebagaimana aturan pemerintah bagi aparatur sipil negara (ASN).
Ia menjelaskan kebijakan tersebut diambil karena dosen tidak mengajar selama satu pekan penuh. Sehingga, jatah satu hari WFH bisa digunakan untuk kegiatan tridarma perguruan tinggi lain seperti penelitian dan pengabdian.
"Jadi memang kita ingin mendorong budaya kerja dan juga efisiensi, tetapi lebih adaptif," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News